Keterampilan Berkomunikasi

Dalam kehidupan manusia tak lepas dari kegiatan berkomunikasi, karena memang manusia merupakan mahluk sosial yang memiliki kebutuhan interkasi antar sesama manusia yang dilakukan dalam bentuk berkomunikasi. Komunikasi dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, seseorang kepada temannya, atasan kepada bawahannya bahkan komunikasi dapat dilakukan oleh dua orang yang tak saling mengenal sekalipun. Hubungan sosial yang sangat melekat di dalam budaya dinaga kita sangat menuntut seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan baik, dimana saja serta dalam kondisi apapun.

Seiring dengan berkembangnya zaman komunikasi pun sekarang beragam, jika dulu komunikasi hanya sebatas obrolan 2 orang atau lebih dalam jarak yang terbatas. Seiring dengan berkembangnya zaman maka teknologi pun ikut berkembang dan menyumbangkan andil yang sangat sikinifikan dalam perkembangan komunikasi dimasyarakat. Komunikasi saat ini tidak hanya dilakukan dengan tatap muka saja melainkan menggunakan berbagai media seperti telepon, email, radio, hingga jejaring sosial seperti facebook, instagram, twitter dll.

Menurut para ahli pengertian dari komunikasi, Raymond S.Ross (Jalaluddin, 2005:4) mendefinisikan komunikasi sebagai “ a transactional process involving cognitive sorting, selecting, and sharing of symbol in such a way as to help another elicit from his own experiences a meaning or responses similar to that intended by the source”. Proses transaksional yang meliputi pemisahan, dan pemilihan bersama lambang secara kognitif, begitu rupa sehingga membantu orang lain untuk mengeluarkan diri dari pengalamannya sendiri dalam arti atau respon yang sama dengan yang dimaksud oleh sumber. Sedangkan menurut tokoh Kurt Lewin (Jalaluddin, 2005:4) “communication is the influence of one personal region on another whereby a change in one results in a corresponding change in the other region”. Komunikasi merupakan pengaruh satu wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan pada suatu wilayah menimbulkan perubahan yang berkaitan pada wilayah lain. Berdasarkan dari kedua pendapat tokoh di atas maka dapat kita simpulkan keterampilan komunikasi adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan sesuatu yang menjadi buah pikiran, ide, gagasan atau pesan kepada orang lain secara efektif guna menyampaikan tujuan yang dimaksut oleh seseorang.

Keterampilan komunikasi yang baik harus dimiliki oleh setiap orang yang dalam kehidupannya sering berinteraksi dengan orang lain, hal ini dimaksudkan agar tujuan yang ingin disampikan dapat diteri dengan baik agar semua urusan dapat terselesaikan dengan baik. Hal ini akan berpengaruh pada peningkatan taraf hidup kita sebagai individu yang berkerja dengan orang lain. Selain itu keterampilan komunikasi yang baik pun dapat menjadi cerminan jati diri seseorang atau kepribadian seseorang sehari hari yang tergambar dari bagaimana cara individu berkomunikasi  dengan orang lain.

Setiap individu menguasai keterampilan dasar dalam berkomunikasi  agar mampu memulai, mengembangkan dan memelihara komunikasi yang baik , akrab, hangat serta serta produktif. Individu dapat memiliki keterampilan komunikasi yang baik jika ia bisa berkomunikasi secara verbal dan non verbal. Komunikasi verbal adalah penggunaan satu kata atau lebih yang menjadi kalimat berisikan pesan atau maksud yang diucapkan oleh individu. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari. Menurut Johnson (Supratiknya, 1995:10-11), beberapa keterampilan dasar dalam berkomunikasi secara lebih rinci adalah sebagai berikut:

a. Memahami

Kemampuan ini mencakup bebrapa subkemampuan, yaitu sikap percaya, pembukaan diri, keinsafan diri dan penerimaan diri.

b. Mengkomunikasikan pikiran dan perasaan secara tepat dan jelas

Kemampuan ini harus disertai dengan kemampuan menunjukkan sikap hangat dan rasa senang serta kemampuan mendengarkan dengan cara yang akan menunjukkan bahwa kita memahami lawan komunikasi kita.

c. Saling menerima dan saling memberi dukungan

Seorang individu harus mampu menanggapi keluhan oranglain dengan cara-cara yang bersifat menolong, yaitu menunjukkan sikap memahami dan bersedia menolong sambil memberikan bimbingan dan contoh seperlunya, agar orang tersebut mampu menemukan pemecahan-pemecahan yang konstruktif terhadap masalahnya.

d. Mampu memecahkan konflik

Seorang individu harus mampu memecahkan konflik dan bentuk masalah antar pribadi lain yang mungkin muncul dalam komunikasi dengan orang lain, melalui cara-cara yang konstruktif. Artinya, dengan cara-cara yang semakin mendekatkan individu tersebut dengan lawan komunikasinya dan menjadikan komunikasinya semakin tumbuh dan berkembang.

Dalam berkomunikasi ada beberapa elemen yang hendaknya kita ketahui (Bimo, 2007:81), antara lain:

a. Source-Receiver

Komunikasi interpersonal paling tidak terdiri dari 2 orang. Tiap orang merumuskan dan mengirim pesan serta sebagai penerima pesan.

b. Encoding-Decoding

Aktivitas membuat pesan (), contohnya:berbicara. Aktivitas untuk memahami pesan ().

c. Competence

Kompetensi berhubungan dengan budaya dan merupakan hal yang sangat spesifik dalam hubungannya.

d. Message

Proses komunikasi interpersonal mengandung proses dimana seseorang bertukar umpan balik (), yaitu pesan dikirim kembali kepada pengirim sebagai respon terhadap apa yang dikirim atau dinyatakan.

e. Channel

Channel adalah medium untuk dilalui pesan yaitu merupakan jembatan penghubung antara pengirim dan penerima pesan.

f. Noise

Noise adalah gangguan dalam suatu sistem komunikasi.

g. Context

Komunikasi selalu berlangsung dalam konteks tertentu, lingkungan dimana komunikasi berlangsung dan yang mempengaruhi isi dan bentuk komunikasi.

h. Effect

Setiap komunikasi selalu mempunyai efek yang dirasakan oleh satu orang atau keduanya.

i. Ethics

Komunikasi interpersonal mengandung etika, kebenaran atau kesalahan dari komunikasi.

Setiap individu yang berkomunkasi dalam interkasinya memiliki tujuan yang ingin disampaikan dan dapat dimengerti oleh orang lain. Menurut Jalaluddin (2005), tujuan individu berkomunikasi antara lain:

a. Menemukan Diri Sendiri

Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila Individu terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain, individu tersebut belajar banyak sekali tentang dirinya maupun orang lain. Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berbicara tentang apa yang merekan sukai, atau mengenai dirinya.

b. Menemukan Dunia Luar

Komunikasi interpersonal menjadikan seseorang dapat memahami lebih banyak tentang dirinya dan orang lain yang berkomunikasi dengannya. Banyak informasi yang seseorang ketahui datang dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada seseorang dari media massa hal itu seringkali didiskusikan dan akhirnya dipelajari atau didalami melalui interaksi interpersonal.

c. Membentuk dan Menjaga Hubungan yang Penuh Arti

Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu orang yang dipergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain.

d. Merubah Sikap dan Tingkah Laku

Banyak waktu dipergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal.

e. Bermain dan Kesenangan

Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas seseorang pada waktu akhir pekan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya. Hal itu merupakan pembicaraan yang dipakai untuk menghabiskan waktu. Seseorang yang melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungannya.

f. Membantu

Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Semua orang juga berfungsi dalam membantu orang lain dalam interaksi interpersonalnya sehari-hari.

Selayaknya keterampilan lain yang ketrmapilan komunikasi ini dapat dimiliki oleh setiap individu dangan baik asalkan mempunyai keinginan untuk melatihnya. Dengan baiknya tingkat komunikasi individu maka akan baik pula peribadi yang tercermin dari individu itu sendiri.

Penulis: 
Syanti Gultom, A.Md.- Pemroses Administrasi Kepegawaian
Sumber: 
BKPSDMD

Artikel

18/07/2017 | Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel
424,865 kali dilihat
20/11/2017 | Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM
365,061 kali dilihat
07/11/2018 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD
226,456 kali dilihat
31/08/2018 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD
198,459 kali dilihat
07/12/2017 | Herru Hardiyansah, S.Kom. - Prakom Muda BKPSDMD
135,136 kali dilihat