Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar pemerintahan, teknologi, dan layanan publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menjadi Guru, Pengabdian Ataukah Pekerjaan ???
11 Des 2017

Menjadi Guru, Pengabdian Ataukah Pekerjaan ???

Profesi guru merupakan profesi yang mulia. Sering kita dengar ungkapan Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, mendengar hal tersebut pastinya kita meyakini akan hal tersebut karena dari guru kita mendapatkan ilmu yang sangat berharga yang tidak dapat dibalas dengan apapun. Namun bertolak dari hal tersebut  guru juga manusia biasa  yang tentunya memiliki keinginan dalam mencapai kesejahteraan, maka dari itulah seorang guru terkadang tidak dapat mempertahankan idealismenya sebagai pendidik sejati. I. Pendahuluan Dunia pendidikan saat ini sudah jauh berbeda dengan zaman dahulu, dahulu menjadi seorang guru merupakan prestige bagi pandangan masyarakat tetapi berbeda dengan hari ini profesi guru bagaikan emas sehingga banyak orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang guru. Mengapa demikian ?   Pilihan menjadi seorang guru merupakan suatu pilihan yang tepat , hal ini dilihat dari waktu kerja guru yang lebih pendek dibanding  dengan pekerjaan lain . bidang tugasnya bisa dikatakan mudah dan menyenangkan. Selain itu kedudukan guru dimasyaribakat dipandang terhormat karena ilmu yang diajarkan sangatlah berharga. Dengan fenomena seperti itulah maka profesi guru sekarang menjadi incaran sebagian orang. Dari hal tersebut maka terkadang timbul  suatu pertanyaan masih layakkah ungkapan Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?   II. Pembahasan Sejak dahulu hingga sekarang guru menempati tempat terhormat dimasyarakat . kewibawaanlah yang menyebabkan guru dihormati sehingga masyarakat tidak meragukan figur seorang guru. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anak mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia. Dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat , maka dipundak guru diberikan tugas dan tanggung jawab yang berat. Dengan begitu maka sebagai seorang guru harus memiliki kepribadian yang unik. Disatu pihak guru harus ramah, sabar, menunjukkan pengertian, memberikan kepercayaan, dan menciptakan suasana aman . akan tetapi, dilain pihak guru harus memberikan tugas, mendorong siswa untuk mencapai tujuan, mengadakan koreksi, menegur dan menilai .Seorang guru dalam mendidik perlu memahami pikiran dan perasaan peserta didiknya(Ws.Winkel, 1991: 16). Kepribadian seorang guru seolah – olah terbagi menjadi dua bagian. Disatu pihak bersikap empati, dipihak lain bersikap kritis. Tuntutan  kepribadian guru seperti itu  harus disadari oleh para guru. Untuk mewujudkan pribadi yang luwes tersebut, maka setiap guru perlu menyadari tugas dan posisinya sebagai pengajar, pendidik dan pelatih. Untuk melaksanakan ketiga tugas itu maka diperlukan kepribadian yang unik. Profil guru yang ideal adalah sosok yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani bukan karena tuntutan uang belaka, yang membatasi tugas dan tanggung jawabnya sebatas dinding sekolah. Ungkapan Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa merupakan suatu ungkapan yang tepat untuk seorang guru. Bahkan seorang penyair bernama sjauki menciptakan suatu kata-kata mutiara untuk sang guru “ berdiri dan hormatilah guru dan berilah penghargaan , karena seorang guru hampir saja merupakan seorang Rasul”. Dari kata mutiara tersebut dapat kit lihat betapa mulianya tugas seorang guru, jadi wajarlah jika guru mendapatkan julukan yang tidak akan pernah ditemukan pada profesi. Semua julukan itu perlu dilestarikan dengan pengabdian  yang tulus ikhlas, dan dengan motivasi kerja untuk membina watak anak didik. Tetapi untuk saat ini julukan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa hanya pantas untuk sebagian kecil guru saja. Kesulitan hidup  saat ini menjadikan pilihan menjadi pendidik lebih berat dari masa sebelumnya. Tantangan masalah ekonomi dan gaya hidup materialitas menjadikan guru seorang guru sulit untuk mempertahankan idealisme sebagai seorang guru. Idealisme seorang guru haruslah memberikan dirinya secara total bagi dunia pendidikan, hal itu merupakan keadaan yang berat ditengah  semua persoalan hidup yang harus dihadapi seorang guru. Hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi seorang pendidik. Guru yang berkualitas selalu mengembangkan profesionalismenya secara penuh. Dia tak akan merengek-rengek meminta diangkat sebagai pegawai negeri atau guru tetap sebab pekerjaannya telah membuktikan, kinerjanya layak dihargai. Mungkin ini salah satu alternatif yang bisa dilakukan guru untuk mengembangkan dan mempertahankan idealismenya pada masa sulit. Profesionalisme guru sebenarnya adalah sebuah paradigma yang tidak dapat ditawar – tawar lagi. Teori Peter G Beidler, dalam buku Inspiring Teaching menyatakan 10 kriteria guru yang profesional (Beidler 1997, hlm. 3-10 ), yaitu : Guru yang profesional harus benar – benar berkeinginan untuk menjadi guru yang baik. Guru yang profesional berani mengambil resiko lalu berjuang untuk mencapainya. Guru yang profesional selalu memiliki sikap yang positif. Guru yang profesional selalu menggunakan waktunya untuk kemajuan pendidikan. Guru profesional adalah guru yang beranggapan bahwa mengajar adalah tugas utamanya. Guru yang profesional adalah guru yang bisa merubah anak didiknya menjadi lebih baik. Guru yang profesional adalah guru yang mampu membedakan antara kemampuan dan kemauan siswanya. Guru yang profesional adalah guru yang dapat memberikan motivasi untuk anak didiknya. Guru yang baik adalah guru yang bias menilai siswa sesuai dengan kemampuannya. Guru profesional adalah guru yang senantiasa dapat  aspiratif siswa. Profesionalisme guru tidak hanya  karena faktor tuntutan dari perkembangan jaman, tetapi pada dasarnya juga merupakan suatu keharusan bagi setiap individu dalam kerangka perbaikan kualitas hidup manusia. Profesionalisme menuntut keseriusan dan kompetensi yang memadai, sehingga seseorang dianggap layak untuk melaksanakan sebuah tugas. Visi guru adalah pelaku perubahan dan pendidik karakter. Sebagai pelaku perubahan tersebut maka perlu pemikiran dan strategi dari guru agar mampu menjadi pelaku perubahan dan pendidik karakter yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita dewasa ini. Di zaman persaingan ketat seperti sekarang, kinerja menjadi satu-satunya cara untuk mengukur mutu seorang guru. Karena itu, status pegawai negeri, swasta, tetap, atau honorer tidak terlalu relevan dikaitkan gagasan tentang profesionalisme kinerja seorang guru. Di banyak tempat lembaga swasta yang besar dan maju, status pegawai tetap malah membuat lembaga pendidikan swasta tidak mampu mengembangkan gurunya secara profesional sebab mereka telah merasa mapan. Demikian juga yang menjadi pegawai negeri, banyak yang telah merasa nyaman sehingga lalai mengembangkan dirinya. Oleh karena itu guru harus kembali pada jati dirinya yaitu memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu ramah, terbuka, akrab, mau mengerti dan mau belajar terus – menerus agar semakin menunjukkan jati dirinya sebagai pendidik. Perbaikan kualitas pendidikan saat ini merupakan isu yang menarik dan senantiasa menjadi diskursus antara pemerintah sebagai institusi dan guru yang memahami dunia nyata dilapangan, serta pengawas pendidikan yang senantiasa mengusung teori. Dalam masalah ini pemerintah sangat serius dengan perubahan – perubahan dan perbaikan kurikulum dan standarisasi tenaga pendidik dan kependidikan, dan para guru  senantiasa menyuarakan profesionalisme dan penghargaannya, sementara pemerhati atau pengawas pendidikan mengusahakan pendidikan yang teoritik dan sistematis. Dalam hal ini pemerintah dan masyarakat memberi prioritas untuk menjaga, melindungi dan menghormati profesi guru. secara khusus pemerintah memberi jaminan finansial secara minimal kepada tiap guru agar mereka dapat hidup layak dan bermartabat sebagai guru. Masalah ini hanya bisa diatasi jika pemerintah dan masyarakat memberi prioritas untuk menjaga, melindungi, dan menghormati profesi guru. Secara khusus, pemerintah harus memberi jaminan finansial secara minimal kepada tiap guru agar mereka dapat hidup layak dan bermartabat sebagai guru. Sejauh ini, pemerintah telah memberikan suatu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru dengan memberikan penghargaan yang sering disebut dengan sertifikasi guru yang dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada guru ,terutama memberi jaminan ekonomi minimal agar para guru dapat hidup bermartabat, sehingga sehingga mereka dapat memberi pelayanan bermutu bagi masyarakat dan negara. Sekarang kembali kepada guru itu sendiri bagaimana cara menyikapi diri sebagai pendidik yang profesional,  untuk itu guru wajib terus mengembangkan diri di era globalisasi ini, kalau tidak terus mengembangkan diri, guru bisa tertinggal dari siswanya, meskipun belum terima sertifikat profesional apalagi sudah terima sertifikat profesional dan TPP sudah diterima. Tidak ada alasan untuk tidak sempat tetapi harus melakukan sesuatu yang sudah menjadi tuntutan bahwa pengetahuan guru harus selalu terasah dan up to date dan diharapkan semakin dapat meninggkatkan mutu pendidikan dengan penghargaan tersebut. Tetapi pada kenyataan sekarang ini berbeda dengan tujuan awalnya profesionalisme guru telah hilang dan profesi guru merupakan suatu upaya dalam memenuhi kebutuhan bukan lagi suatu pengabdian seutuhnya. Seharusnya bukan hanya gaji guru saja yang terus ditingkatkan akan tetapi sarana dan prasarana pendidikan juga perlu dibenahi. Sehingga adanya keseimbangan antara mutu guru dan sarana dan prasarana yang ada.    III. Penutup Zaman memang berputar seperti roda pedati begitu juga dalam dunia pendidikan. Profesi guru sekarang bagaikan sebuah emas lagi diburu , berbeda dengan zaman dahulu profesi guru hanya dianggap sebelah mata oleh masyarakat karena gajinya yang tidak seberapa, tetapi walaupun demikian kualitas pendidikan dahulu sangatlah menjanjikan. Berbeda dengan sekarang realitas pendidikan  , para pengelola pendidikan selalu menuntut kenaikan jabatan tetapi tidak lagi memperhatikan mutu pendidikan. Hal ini merupakan PR bagi kita untuk memperbaiki mutu pendidikan.

Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM Baca Selengkapnya
Kesehatan Reproduksi
8 Des 2017

Kesehatan Reproduksi

Penggunaan teknologi pada masa sekarang ini sudah tak terbendung lagi, pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan kehidupan manusia saat ini. Keterbukaan informasi yang tanpa batas memungkinkan kita untuk mengakses semua informasi dari media masa seperti televisi , Koran, majalah-majalah, serta dari internet, hal ini tentunya membawa dampak yang positif seperti berkembangnya ilmu pengetahuan. Akan tetapi ketika digunakan dengan tidak bijaksana maka akan membawa dampat yang tidak baik pula, seperti merebaknya fenomena perilaku seks bebas, khususnya yang dilakukan oleh remaja. Remaja yang belum dapat berfikir baik dan buruk secara komprehensip akan melihat perkembangan teknologi serta keterbukaan informasi merupakan celah untuk mengakses situs-situs yang tidak selayaknya untuk dikonsumsi remaja seusia mereka. Pada saat ini sudah banyak pristiwa-pristiwa yang terjadi di masyarakat kita yang menunjukan penyimpangan prilaku seksual, seks bebas. Seperti contoh beberapa kasus yang tejadi dilingkungan provinsi Bangka Belitung beberapa waktu terakhir, semua yang menjadi pelakunya adalah remaja atau siswa SMA. Siswa SMA berkisar antara 15 sampai  19 tahun. Pada usia tersebut siswa dapat digolongkan sebagai masa remaja  (Hurlock, 2002: 206). Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (2005: 55-57) pada masa remaja ini ditandai dengan berfungsinya kelenjar-kelenjar kelamin yang memproduksi hormon-hormon kelamin. Hormon kelamin yang dimaksud adalah hormon androgen dan testosteron. Diproduksinya hormon terstosteron, menyebabkan timbulnya nafsu seks baik pada laki-laki ataupun wanita. Hurlock (2002: 226) mengatakan bahwa minat terhadap seks pada usia remaja semakin meningkat. Meningkatnya minat terhadap seks menyebabkan para remaja atau siswa selalu berusaha untuk mencari berbagai informasi mengenai seks. Informasi yang mereka dapatkan biasanya lebih banyak dari teman sebaya, situs-situs porno, atau majalah-majalah yang isinya mengenai seputar seks. Gaya pacaran remaja pun banyak meniru gaya pacaran anak muda sekarang yang sering disuguhkan di layar televisi, seperti berpegangan tangan, berpelukan, berciuman dan bahkan melakukan hubungan seksual. Gaya pacaran demikian dianggap hal yang wajar. Pengaksessan informasi yang terbuka serta sarana yang memadai untuk melakukannya, membuat remaja dengan mudahnya mendapatkan informasi apapun tetapi yang menjadi permasalahan awalnya adalah usia remaja yang belum matang membuat remaja tersebut pun belum dapat memahami, mencerna serta memfilter informasi tersebut. Informasi yang dipahami dengan sepotong-sepotong serta pengaruh dari teman sebaya atau bahkan dari situs porna nya langsung, membuat mereka menjadi penasaran sehingga ingin meniru serta mencobanya tanpa tahu dan mengerti apa dampak dari apa yang mereka lakukan. Kasus yang terkuak beberapa waktu yang lalu bias menjadi cerminan bahwa adanya fenomena gunung es mengenai permasalahn seksual pada remaja kita, hal ini terjadi dapat dikarnakan sebagian remaja kita dipaham betul tentang kesehatan reproduksi atau bahkan tidak tahu sama sekali. Padahal apabila pemahaman kesehatan reproduksi ini tidak diberikan dengan baik akan berdampak kepada remaja kita sebagai generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan diberikan bimbingan yang maksimal. Kesehatan reproduksi  adalah suatu keadaan sehat  jasmani, psikologis dan sosial yang berhubungan dengan fungsi dan proses sistem reproduksi (ICPD 1994). Pemahaman yang benar di kalangan remaja mengenai kesehatan reproduksi, dapat menghindarkan remaja dari permasalahan seksual serta penyakit jasmani seperti PMS. Selain terhindar dari PMS, remaja juga diharapkan memiliki pribadi dan moral yang baik, sehingga mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dalam pemberian pemahaman tentang kesehatan reproduksi pada remaja kita merupakan tanggungjawab kita semua seperti orang tua, lingkungan serta pemerintah. Orang tua yang memahami remaja secara mendalam hendaknya dapat mendampingi perkembangan remaja dimana sudah adanya ketertarikan antar lawan jenis sebagai tahapan menuju kedewasaan. Aspek lingkungan disini bisa lingkungan rumah sebagai tempat bermain atau lingkungan sekolah sebagai tempat mencari ilmu bagi remaja, tetapi mengingat waktu keseharian yang dihabiskan oleh remaja kita adalah disekolah maka aspek lingkungan sekolah tak kalah akan berpengaruh bagi remaja. Karena itu sekolah merupakan aspek kedua yang tak kalah pentingnya dalam memberikan pemahaman kesehatan reproduksi bagi remaja. Di Sekolah remaja mendapatkan sepintas dari beberapa maple yang mungkin materi pembelajarannya bersinggungan dengan kesehatan reproduksi seperti biologi, penjaskes dan agama, tak hanya sampai disitu di sekolahpun ada yang namanya ekstrakulikuler yang cukup spesifik serta komprehensip membahas tentang kesehatan remaja seperti PIK R serta PMR. Apabila ini dapat kita maksimal maka remaja pasti mendapatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi yang baik dan tidak sepotong-sepotong. Berikut adalah pemaparan yang dapat memberikan kita pemahaman tentang kesehatan reproduksi bagi remaja sebagai orang tua, agar dapat menjadi orang tua yang cerdas dalam mnjaga serta mendidik anak-anak kita menjadi remaja yang sehat, tanggung serta berkualitas sebagai generasi penerus bangsa. Pada umumnya menentukan seseorang itu masih anak-anak atau sudah dewasa atau dalam fase remaja itu dapat dilhat dari usia orang tersebut, untuk usia remaja ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu remaja awal yang dimana rentan usianya natara 13-17 dan remaja akhir yaitu pada rentan usia 17-21. Masa remaja ini merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju kedewasaan. Sedangkan dalam kamus Psikologi, adolesence (masa remaja) merupakan periode antara pubertas dan kedewasaan. Proses pencapaian masa remaja anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki dimana lebih cepat pencapaian masa remajanya anak perempuan yaitu diusia 12 tahun sedangkan anak laki-laki pada usia 13 tahun, perbedaan lainnya dapat dilihat dari aspek biologis antara lain mulai membesarnya buah dada, membesarnya pinggul, tumbuhnya bulu diseputaran kemaluan serta ketiak dan mulainya mengalami menstruasi pada anak perempuan. Sedangkan pada anak laki-laki terjadinya mimpi basah, tumbuhnya bulu-bulu diseputaran kemaluan, kaki serta ketiak, terjadinya perubahan suara, tumbuhnya kumis serta adanya jakun dileher. Untuk mengetahui lebih jauh dapat kita lihat dari diri anak tersebut melalui prilaku yang Nampak dari karakteristik remaja tersebut, ada pun karakteristik remaja antara lain: Keadaan perasaan dan emosinya yang sangat peka sehingga tidak stabil. Keadaan mental khususnya pikiran yang mulai kritis dan melakukan abstraksi. Keadaan kemanusiaan dan keingintahuan tentang berbagai hal yang sangat besar sehingga selalu mencoba seperti apa yang dilakukan oleh orang lain atau orang dewasa. Keadaan moral yang berkaitan dengan dorongan seks cenderung mencari pemuasan sehingga mulai berani menunjukan sikap-sikap untuk menarik perhatian. Sedangkan menurut para ahli yang lain, karakteristik remaja dapat dilihat dari sisi karakteristik yang lain seperti: Andi Mappiare (1982 : 32-36), tokoh ini menggolongkan karakteristik remaja menjadi dua kategori. a. Karakteristik remaja awal (usia 13-17 tahun) Ketidakstabilan keadaan perasaan dan emosi. Menonjolkan kegiatan-kegiatan yang berani menyerempet bahaya, seks appeal, perbuatan kurang sopan dan tidak senonoh. Kemampuan berpikir atau mental mulai sempurna. Status remaja sangat membingungkan, yakni suatu saat bisa dianggap sebagai orang dewasa, dan disaat lain diperlakukan sebagai anak-anak. Remaja awal banyak mengalami masalah, hal ini terutama karena pertentangan sosial yang terjadi antara remaja dan orang tua. Merupakan masa yang kritis. Ada beberapa hal yang harus digaris bawahi dari karakteristik remaja yang diungkapkan oleh Andi Mappiare, keadaan emosi yang tidak stabil membuat remaja berani untuk melakukan hal-hal yang menyerempet bahaya, seks appeal dan melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Status remaja yang merupakan masa taransisi dari anak-anak menuju dewasa membuat remaja melakukan pencarian jati diri, terkadang mereka dianggap sebagai manusia dewasa akan tetapi mereka juga masih diperlakukan sebagai anak-anak. b.   Karakteristik remaja akhir (Usia 17-21 tahun) Tidak jauh berbeda dengan remaja awal, pada masa ini remaja masih dalam taraf mencari jati diri, secara khusus pada masa ini remaja telah mengalami: Stabilitas mulai timbul dan meningkat. Citra diri, sikap dan pendapat lebih realistis. Dapat menghadapi masalahnya dengan matang dan dengan perasaan lebih tenang. Dari pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa masa remaja terbagi menjadi dua tahap, yaitu remaja awal dan remaja akhir. Ciri umum pada masa remaja adalah emosi yang labil, selalu ingin mencoba dan dalam hal dorongan seks cenderung mencari pemuasan, kemudian pada masa remaja masih dalam proses pencarian jati diri. Perkembangan remaja menuju remaja akhir ditandai dengan mulai meningkatnya stabilitas dan berfikir lebih realistis. Sama seperti usia manusia yang berjenjang dan bertahap, dari anak-anak, remaja, dewasa, dan manula setiap tahapan dan jenjang usia tersebut memiliki tahapan perkembangannya masing-masing. Pada kesempatan kali ini akan juga dipaparkan sebagai pengetahuan tambahan mengenai tugas perkembangan remaja dari beberapa tokok, antara lain: Tugas-tugas perkembangan remaja menurut Robert Havighurst dalam (Sarlito Wirawan Sarwono,2005 : 40) adalah sebagai berikut: Menerima kondisi fisik dan memanfaatkan tubuhnya secara efektif. Menerima hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya dari jenis kelamin yang mana pun. Menerima peran jenis kelamin masing-masing (laki-laki maupun perempuan). Berusaha melepaskan diri dari ketergantungan emosi terhadap orangtua dan orang dewasa lainnya. Mempersiapkan karir ekonomi. Mempersiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga. Mempersiapkan tingkah laku sosial yang bertanggung jawab. Mencapai sistem nilai dan etika tertentu sebagai pedoman tingkah lakunya. Sedangkan menurut tokoh yang lain, Carballo dalam Sarlito Wirawan Sarwono (2005 : 15) adalah sebagai berikut: a.   Menerima dan mengintegrasikan pertumbuhan badannya dalam kepribadiannya. b.   Menentukan peran dan fungsi seksualnya yang adekuat dalam kebudayaan tempatnya berada. c.   Mencapai kedewasaan dengan kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menghadapi kehidupan. d.   Mencapai posisi yang diterima oleh masyarakat. e.   Mengembangkan hati nurani, tanggung jawab, moralitas, dan nilai-nilai yang sesuai dengan lingkungan dan kebudayaan. f.    Memecahkan problem-problem nyata dalam pengalaman sendiri dalam kaitannya dengan lingkungan. Dari pendapat kedua tokoh di atas dapat kita simpulkan bahwa tugas-tugas perkembangan masa remaja adalah sebagai berikut : Menerima keadaan fisiknya dan peranannya sebagai pria atau wanita. Dapat menjalin hubungan yang baik dengan teman sebayanya baik itu dengan sesama jenis ataupun dengan lawan jenisnya. Dapat mencapai kedewasaan dengan kemandirian, kepercayaan diri dan kemampuan untuk menghadapi kehidupan. Mempersiapkan karir ekonomi. Mempersiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga. Mempersiapkan tingkah laku sosial yang bertanggung jawab. Mencapai sistem nilai dan etika tertentu sebagai pedoman tingkah laku. Memecahkan problem-problem nyata dalam pengalaman sendiri dalam kaitannya dengan lingkungan. Selanjutnya yang akan menjadi pembahasan pada tulisan ini adalah tentang kesehatan reproduksi. Sebelum membahas lebih jauh ada baiknya terlebih dahulu kita memahami apa itu kesehatan reproduksi, yaitu suatu keadaan sehat jasmani, psikologis dan sosial yang berhubungan dengan fungsi dan proses sistem reproduksi (ICPD, 1994). Sehat jasmani disini digolongkan sebagai sehat secara fisik, dimana tidak tertularnya penyakit, tidak menyebabkan kehamilan sebelum menikah, dan tidak menyakiti dan merusak kesehatan orang lain. Seangkan sehat secara psikologis artinya, mempunyai integrasi yang kuat (kesesuaian antara nilai, sikap dan perilaku), percaya diri, menguasai informasi tentang kesehatan reproduksi, mampu berkomunikasi, mampu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala resiko dari keputusan yang diambilnya. Selanjutnya sehat secara sosial artinya mampu mempertimbangkan nilai-nilai sosial yang ada di sekitarnya, dalam menampilkan perilaku terentu (agama, budaya dan sosial), mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan nilai dan norma yang diyakini. Pada dasarnya kesehatan reproduksi ini merupakan kesehatan umum yang cukup penting bagi diri manusia karena ketika terganggunya kesehatan reproduksi seseorang maka akan berdampak cukup penting bagi tatanan kehidupan aspek yang lain. Tidak sehatnya jasmani, tidak sehatnya psikologi dan tidak sehatnya secara sosial baik itu bagi remaja laki-laki maupun remaja perempuan akan dapat menghambat tumbuh kembangannya diri remaja tersebut. Dalam Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan di Cairo tahun 1994, isu kesehatan reproduksi ini dibahas dengan cukup khusus karena menjadi permasalahan yang cukup mengkhawatirkan bagi generasi penerus penerus. Pada konferensi tersebut dihasilkan kesepakatan adanya 12 hak individu dalam kesehatan reproduksi, antara lain: Hak mendapat informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi. Hak mendapat pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi. Hak untuk kebebasan berpikir dan membuat keputusan tentang kesehatan reproduksinya. Hak untuk memutuskan jumlah dan jarak kelahiran anak. Hak untuk hidup dan terbebas dari risiko kematian karena kehamilan, kelahiran atau masalah jender. Hak atas kebebasan dan keamanan dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk yang menyangkut kesehatan reproduksi. Hak mendapatkan manfaat dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan reproduksi. Hak atas kerahasiaan pribadi dalam menjalankan kehidupan reproduksinya. Hak untuk membangun dan merencanakan keluarga. Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik yang bernuansa kesehatan reproduksi. Hak atas kebebasan dari segala bentuk diskriminasi dalam kesehatan reproduksi. Hak remaja  dalam hal kesehatan reproduksi di atas adalah semua hal yang patut diterima remaja sebagai individu. Salah satu hak remaja adalah untuk mendapat informasi dan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi yang dapat diperoleh dari berbagai sumber yang bisa diakses dengan mudah dan dipahami dengan mudah. Dari ke 12 hak kesehatan reproduksi tersebut ada beberapa hak yang harus benar-benar dipahami oleh remaja dan orang tua, yaitu: Akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, mengingat di banyak negara kesehatan reproduksi diprioritaskan bagi pasangan suami-istri, sedangkan remaja kurang mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, remaja mempunyai hak atas pelayanan kesehatan reproduksi yang tidak menghakimi, rahasia, menyeluruh serta mudah diakses bagi seluruh remaja dari semua golongan. Hak untuk mendapatkan pendidikan tanpa ada diskriminasi jender. Selain itu yang perlu mendapat perhatian adalah hak remaja untuk memperolah informasi atas kesehatan reproduksinya, baik dari pendidikan formal maupun non-formal. Instrumen hak asasi internasional menyatakan bahwa perkawinan hanya dapat dilakukan oleh dua orang yang secara sadar memang menginginkannya, dan bebas dari paksaan pihak lain. Oleh karena itu, pernikahan dini yang berdampak buruk bagi perkembangan remaja terutama remaja perempuan, dalam hal pendidikan, kemandirian ekonomi, serta kesehatan fisik maupun psikis, harus dihapuskan. Kelahiran dan kontrasepsi. Mengingat secara fisik maupun psikologis remaja belum cukup matang untuk melahirkan, kelahiran di kalangan remaja mengakibatkan tingginya angka kematian ibu melahirkan. Oleh karena itu, remaja mempunyai hak untuk mendapatkan akses informasi dan pelayanan kontrasepsi dan pelayanan pra dan pasca melahirkan bagi remaja tanpa memandang status perkawinan. Sehubungan adanya tingkat kematian yang tinggi karena aborsi yang tidak aman, dalam hal KTD yang membahayakan kehidupan remaja, kita berhak untuk terhindar dari risiko ini dan mendapatkan akses terhadap pelayanan yang aman. Infeksi Menular Seksual. Remaja putri lebih rentan terhadap infeksi menular seksual, sehubungan dengan adanya faktor-faktor yang berada di luar kendali mereka, seperti adanya kekerasan dan eksploitasi seksual, kurangnya pendidikan termasuk pendidikan seksual dan kurangnya akses terhadap kontrasepsi dan layanan kesehatan reproduksi. Kekerasan seksual. Remaja berhak untuk mendapatkan rasa aman dan bebas dari ketakutan akan ancaman kekerasan seksual yang dilakukan baik oleh sesama remaja sendiri maupun oleh orang dewasa. Hal tersebut di atas merupakan unsur-unsur yang  paling penting dalam  pemenuhan hak remaja dalam hal kesehatan reproduksi, meliputi akses untuk mendapat pelayanan kesehatan, hak untuk mendapat pendidikan kesehatan reproduksi, hak untuk menentukan pernikahan, dan terhindar dari berbagai kekerasan seksual. Ketika kita berbicara tentang seksualitas maka kita juga akan berbica tentang pengetahuan tentang organ reproduksi pada remaja, agar pemahaman tentang kesehatan reproduksi dapat dipahami secara komprehensif dan lebih lengkap. Ketika berbicara tentang organ reproduksi maka sebagain orang akan menganggapnya tabu dan kurang pantas untuk dibicarakan, padahal pehaman tentang organ reproduksi merupakan bagian dari materi yang terkandung pada kesehatan reproduksi. Untuk itu akan kita paparkan juga agar dapat dipahami sebagai pengetahuan yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi. Organ reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Berikut adalah penjelasan mengenai organ reproduksi dari beberapa tokoh. Menurut R. Wahyudi (2002: 13-17): 1)   Organ reproduksi pada perempuan, terdiri dari: Tuba Fallopii (saluran telur), yaitu saluran yang terdapat di kiri dan kanan rahim yang berfungsi untuk dilalui oleh ovum dari indung telur menuju rahim. Ovarium (indung telur), yaitu organ di kiri dan kanan rahim yang berfungsi memproduksi sel telur (ovum). Setiap satu bulan sekali indung telur kiri dan kanan secara bergiliran akan mengeluarkan sel telur. Apabila tidak terjadi pembuahan, maka sel telur akan ikut keluar pada saat menstruasi. Ovarium mengandung 400.000 sel telur, namun hanya akan mengeluarkan 400 sel telur sepanjang kehidupannya. Uterus (rahim), yaitu tempat janin dibesarkan, bentuknya seperti buah alpukat gepeng dan berat normalnya 30-50 gram. Pada saat dalam keadaan tidak hamil, besar rahim hanya sebesar telur ayam kampung. Cervix (leher rahim), yaitu bagian bawah rahim. Pada saat persalinan tiba, maka leher rahim membuka sehingga bayi dapat keluar. Vagina (lubang senggama), yaitu saluran berbentuk silinder yang sangat elastis dan berlipat-lipat. Fungsinya adalah sebagai tempat penis pada saat bersenggama, tempat keluarnya bayi dan menstruasi. Mulut vagina, yaitu awal dari vagina, merupakan rongga penghubung rahim dengan bagian luar tubuh. Klitoris (klentit), yaitu sebuah benjolan daging kecil yang paling peka dari seluruh alat kelamin perempuan. Klitoris banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf. Bibir vagina, terdiri dari labia mayora dan labia minora. Labia mayora adalah bagian yang terluar dari mulut vagina yang ditumbuhi oleh bulu, labia minora terletak dibelakang labia mayora yang banyak menganding pembuluh darah dan syaraf. Vulva, adalah organ seksual perempuan yang paling luar atau sering juga disebut sebagai bukit kemaluan (mons veneris), tempat tumbuhnya rambut kemaluan. Tulang kemaluan, adalah tulang yang terletak didepan kantung kencing. Rambut kemaluan, terletak pada daerah bukit kemaluan dan labia mayora. Rambut kemaluan ini berfungsi untuk menyering kotoran agar tidak langsung masuk ke dalam vagina. Kandung kencing, adalah tempat penampungan sementara air yang berasal dari ginjal (air seni) Uretra (saluran kencing), adalah saluran untuk mengeluarkan air seni. Mulut uretra, adalah akhir dari uretra. Selaput dara (hymen), adalah selaput  tipis yang terletak pada 1/3 luar vagina. Selaput dara tidak mengandung pembuluh darah. Robeknya selaput dara biasanya karena hubungan seks (masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam vagina), tetapi selaput dara juga bisa robek akibat dari olah raga berat misal berkuda atau bersepeda. 2)   Organ reproduksi pada laki-laki terdiri dari: Penis, berfungsi sebagai alat senggama dan sebagai saluran untuk menyalurkan sperma dan air seni. Glans, adalah bagian depan atau kepala penis. Glans banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf. Foreskin (preputium), adalah kulit yang  menutupi bagian glans. Sunat adalah suatu kebiasaan di beberapa negara. Sunat dianjurkan karena memudahkan membersihan penis sehingga mengurangi kemungkinan terkena infeksi. Kandung Kencing, adalah tempat penampungan sementara air yang berasal dari ginjal (air seni). Uretra (saluran kencing), yaitu saluran untuk mengeluarkan air seni dan air mani. Kelenjar Prostat, yaitu kelenjar yang menghasilkan cairan yang berisi zat makanan untuk menghidupi sperma. Vesikula Seminalis, fungsinya adalah menampung sperma yang telah matang. Vas Deferens (saluran sperma), yaitu saluran yang menyalurkan sperma dari testis menuju vesicle seminalis. Panjang Vas deferens sekitar 45 cm dengan diameter sekitar 2,5 mm. Epidydimis, yaitu saluran-saluran yang lebih besar dan berkelok-kelok yang membentuk bangunan seperti topi. Sperma yang dihasilkan oleh oleh saluran-saluran testis yang kecil akan berkumpul di Epidydimis. Testis (pelir), berjumlah dua buah untuk mereproduksi sperma setiap hari dengan bantuan testosteron. Testis berada di luar tubuh karena pertumbuhan sperma membutuhkan suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh. Scrotum, adalah kantung kulit yang melindungi testis, berwarna gelap dan berlipat-lipat. Scrotum adalah tempat bergantungnya testis. Scrotum mengandung otot-otot polos yang mengatur jarak jauh testis ke dinding perut dengan maksud mengatur suhu testis agar relatif tetap. Tulang kemaluan, terletak di depan kandung kencing. Rambut kemaluan, berfungsi untuk menyaring kotoran agar tidak langsung menempel pada kulit kemaluan. Organ-organ reproduksi di atas merupakan organ yang berpengaruh dalam proses  melanjutkan keturunan. Pemahaman mengenai organ reproduksi ini dapat membantu kita untuk dapat memelihara organ reproduksi dengan baik. Oleh karena itu sangat penting bagi remaja untuk mengetahui dan memahami mengenai organ reproduksi. Keluarga, sekolah, serta diri remaja itu sendiri hendaknya dapat memahami tentang kesehatan remaja dengan baik, ketidak pahaman serta control diri akan berdampak buruk terhadap remaja itu sendiri. Pergaulan bebas, kesehatan fisik yang tidak baik, berhenti sekolah hingga terjadinya kriminalitas merupakan dampak terburuk dari kurangnya pemahaman akan kesehatan produksi. Dengan tulisan ini diharapkan siapun yang membaca mendapatkan pemahaman yang bisa menjadi pegangan dalam proses kehidupan agak dapat mencapai kesuksesan tanpa harus terganjal dengan masalah-masalah yang diakibatkan oleh pemahaman yang buruk.

Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM Baca Selengkapnya
Perencanaan Strategi Sistem Informasi
7 Des 2017

Perencanaan Strategi Sistem Informasi

Ada tiga sasaran utama dari upaya penerapan SI/TI dalam suatu organisasi. Pertama, memperbaiki efisiensi kerja  dengan melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola  informasi. Kedua, meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan  informasi guna pengambilan keputusan. Ketiga, memperbaiki daya saing atau meningkatkan  keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis (Ward and Peppard, 2002). Namun sering ditemukan bahwa penerapan TI kurang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja dan kesuksesan bisnis organisasi maupun peningkatan daya saing organisasi. Hal tersebut terjadi akibat  penerapan SI/TI yang hanya berfokus pada teknologinya saja. Oleh karena itu, cara efektif untuk mendapatkan manfaat strategis dari penerapan SI/TI adalah dengan berkonsentrasi pada kaji ulang bisnis (rethinking business) melalui analisis masalah bisnis saat ini dan perubahan lingkungannya serta mempertimbangkan TI sebagai bagian solusi (Earl, 1992). Permasalahan di dalam penerapan SI/TI pada suatu organisasi dapat dikatakan sebagai paradoks produktivitas (Roach, 1994). Dimana didalam penerapan SI/TI sudah diimplementasikan secara baik, namun dari sisi lain seperti halnya keamanan, sumber daya  manusia, transparansi, dan lain-lain bersifat  sebaliknya Apakah proyek TI selalu berhasil? Berapa banyak yang berhasil? Apa yang akan terjadi? Tidak ada perencanaan strategis SI/TIyang baik Perencanaan strategi sistem ini akan memberikan gambaran bagaimana cara pendekatan untuk melakukan perencanaan sistem informasi teknologi informasi secara strategis dalam perusahaan. Perencanaan strategis sangat penting dilihat dari berbagai aspek, antara lain: Strategi Bisnis, Perkembangan Teknis Global, Kebutuhan Aplikasi dan Infrastruktur, Sumber Daya Manusia, Keuangan  dan lain-lain. Semua elemen-elemen diatas perlu dijadikan satu sehingga rencana akhir (TI Plan) merupakan suatu rencana yang menyeluruh dan didukung perusahaan secara utuh. Dalam mencapai rencana strategis yang lengkap dan efisien, seorang perencana perlu mengetahui pendekatan-pendekatan metodologis (proven method). Perencanaan strategis (strategic plan) harus bisa memberikan jalur migrasi (migration path) yang bisa mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada, mengeksploitasi kekuatan dan memunculkan kebutuhan-kebutuhan baru Sasaran utama dari upaya penerapan SI/TI dalam suatu organisasi. Memperbaiki efisiensi kerja  dengan melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola  informasi. Meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan. Memperbaiki daya saing atau meningkatkan  keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis Namun sering ditemukan bahwa penerapan TI kurang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja dan kesuksesan bisnis organisasi maupun peningkatan daya saing organisasi. Hal tersebut terjadi akibat penerapan SI/TI yang hanya berfokus pada teknologinya saja. Oleh karena itu, cara efektif untuk mendapatkan manfaat strategis dari penerapan SI/TI adalah dengan berkonsentrasi pada kaji ulang bisnis (rethinking business) melalui analisis masalah bisnis saat ini dan perubahan lingkungannya serta mempertimbangkan TI sebagai bagian solusi (Earl, 1992). Permasalahan Penerapan IS/IT Paradoks Produktifitas Investasi SI/TI masih belum berhasil memberikan manfaat yang diharapkan kepada organisasi Mengapa Paradoks Produktifitas Terjadi 1. Analisis dan representasi data tidak menunjukkan terjadinya peningkatan produktivitas Input pemakaian TI dalam perusahaan bersifat sistemik yaitu menyebar keseluruh proses ini dan aktivitas penunjang yang ada, sehingga sulit menentukan proporsi nilai investasi. 2. Tingginya Alokasi IT Kurang adil jika investasi dalam TI hanya dibebankan pada sebuah proses atau sub sistem, sementara kontribusi manfaat yang ada di dirasakan diberbagai proses yang lain diperusahaan 3. Ada kerugian yang muncul di area kerja lainnya Penggunaan sebuah aplikasi di satu departemen / divisi berhasil meningkatkan produktivitas karyawan yang ada di dalamnya Karena produktivitas meningkat, perusahaan dapat mengurangi jumlah karyawan pada departemen divisi terkait dan memindahkan ke divisi lain Permasalahan lain dalam penerapan SI/TI adalah investasi SI/TI masih belum berhasil memberikan manfaat yang diharapkan kepada organisasi (Ward and Peppard, 2002). Pimpinan perusahaan sering dihadapkan pada kenyataan bahwa belanja modal (capital expenditure) untuk SI/TI tidak membuahkan hasil hingga nilai tertentu sesuai dengan besarnya investasi yang telah dilakukan. Perusahaan menggunakan SI/TI untuk pengelolaan akuntansi dan keuangan, operasional pemasaran, layanan pelanggan, koordinasi antar kantor cabang, perencanaan produksi, pengendalian persediaan, mengurangi lead time, melancarkan distribusi dan lain sebagainya. Namun tidak jelas apakah penggunaan SI/TI semacam ini sudah secara nyata menghasilkan output yang lebih banyak (Robert Solow dalam McCarty, 2001). STRATEGI SI DAN STRATEGI TI Bila kita mengharapkan agar penerapan TI optimal, dibutuhkan suatu strategi SI/TI yang selaras dengan strategi bisnis organisasi. Hal ini diperlukan agar investasi yang dikeluarkan untuk TI sesuai dengan kebutuhan dan memberi manfaat yang diukur dari pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Earl membedakan antara strategi SI dan TI (Earl, 1997). Strategi SI menekankan pada penentuan aplikasi sistem informasi yang dibutuhkan organisasi. Esensi dari strategi SI adalah menjawab pertanyaan “apa ?”. Sedangkan strategi TI lebih menekankan pada pemilihan teknologi, infrastruktur, dan keahlian khusus yang terkait atau menjawab pertanyaan “bagaimana ?”. Sebagai contoh suatu organisasi menerapkan Executive Information System pada bidang pemasaran hal ini mempengaruhi aliran informasi vertikal dalam perusahaan. Pihak manajemen atas memiliki akses informasi yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan sumber informasi terhadap manajemen menengah. Jaringan telekomunikasi sebagai aplikasi teknologi informasi memungkinkan informasi mengalir dengan mudah dan cepat di antara departemen dan divisi yang berbeda. Hubungan antara strategi TI, strategi SI dan strategi bisnis terlihat pada gambar dibawah ini PERENCANAAN STRATEGIS SI/TI Perencanaan strategis SI/TI merupakan proses identifikasi portofolio aplikasi SI berbasis komputer yang akan mendukung organisasi dalam pelaksanaan rencana bisnis dan merealisasikan tujuan bisnisnya. Perencanaan strategis SI/TI mempelajari pengaruh SI/TI terhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi organisasi dalam memilih langkah-langkah strategis. Selain itu, perencanaan strategis SI/TI juga menjelaskan berbagai tools, teknik, dan kerangka kerja bagi manajemen untuk menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan baru melalui penerapan teknologi yang inovatif (Ward & Peppard, 2002). Beberapa karakteristik dari perencanaan strategis SI/TI antara lain adalah adanya misi utama : Keunggulan strategis atau kompetitif dan kaitannya dengan strategi bisnis; adanya arahan dari eksekutif atau manajemen senior dan pengguna; serta pendekatan utama berupa inovasi pengguna dan kombinasi pengembangan bottom up dan analisa top down (Pant & Hsu, 1995). Perencanaan strategis SI/TI merupakan proses identifikasi portofolio aplikasi SI berbasis komputer yang akan mendukung organisasi dalam pelaksanaan rencana bisnis dan merealisasikan tujuan bisnisnya. Perencanaan strategis SI/TI mempelajari pengaruh SI/TI terhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi organisasi dalam memilih langkah-langkah strategis. Selain itu, perencanaan strategis SI/TI juga menjelaskan berbagai tools, teknik, dan kerangka kerja bagi manajemen untuk menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan baru melalui penerapan teknologi yang inovatif (Ward & Peppard, 2002). Beberapa karakteristik dari perencanaan strategis SI/TI antara lain adalah adanya misi utama : Keunggulan strategis atau kompetitif dan kaitannya dengan strategi bisnis; adanya arahan dari eksekutif atau manajemen senior dan pengguna; serta pendekatan utama berupa inovasi pengguna dan kombinasi pengembangan bottom up dan analisa top down (Pant & Hsu, 1995). Pendekatan metodologi versi Ward and Peppard ini dimulai dari kondisi investasi SI/TI dimasa lalu yang kurang bermanfaat bagi tujuan bisnis organisasi dan menangkap peluang bisnis, serta fenomena meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi karena mampu memanfaatkan SI/TI dengan maksimal. Kurang bermanfaatnya investasi SI/TI bagi organisasi disebabkan karena perencanaan strategis SI/TI yang lebih fokus ke teknologi, bukan berdasarkan kebutuhan bisnis. Metodologi versi ini terdiri dari tahapan masukan dan tahapan keluaran (Ward & Peppard, 2002). Tahapan masukan terdiri dari: Analisis lingkungan bisnis internal, yang mencakup aspek-aspek strategi bisnis saat ini, sasaran, sumber daya, proses, serta budaya nilai-nilai bisnis organisasi. Analisis lingkungan bisnis eksternal, yang mencakup aspek-aspek ekonomi, industri, dan iklim bersaing perusahaan. Analisis lingkungan SI/TI internal, yang mencakup kondisi SI/TI organisasi dari perspektif bisnis saat ini, bagaimana kematangannya (maturity), bagaimana kontribusi terhadap bisnis, keterampilan sumber daya manusia, sumber daya dan infrastruktur teknologi, termasuk juga bagaimana portofolio dari SI/TI yang ada saat ini. Analisis lingkungan SI/TI eksternal, yang mencakup tren teknologi dan peluang pemanfaatannya, serta penggunaan SI/TI oleh kompetitor, pelanggan dan pemasok. Sedangkan tahapan keluaran merupakan bagian yang dilakukan untuk menghasilkan suatu dokumen perencanaan strategis SI/TI yang isinya terdiri dari: Strategi SI bisnis, yang mencakup bagaimana setiap unit/fungsi bisnis akan memanfaatkan SI/TI untuk mencapai sasaran bisnisnya, portofolio aplikasi dan gambaran arsitektur informasi. Strategi TI, yang mencakup kebijakan dan strategi bagi pengelolaan teknologi dan sumber daya manusia SI/TI. Strategi Manajemen SI/TI, yang mencakup elemen-elemen umum yang diterapkan melalui organisasi, untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan SI/TI yang dibutuhkan. Beberapa teknik/metode analisis yang digunakan dalam perencanaan strategis SI/TI pada metodologi ini, mencakup analisis SWOT, analisis Five Forces Competitive, analisis Value Chain, metode Critical Succes Factors, metode Balanced Scorecard, dan McFarlan’s Strategic Grid. Tujuan utama perencanaan strategis informasi adalah mempersiapkan rencana bagi pengelolaan analisis, perancangan dan pengembangan sistem berbasis komputer Untuk perencanaan strategi informasi  dapat dilihat dari dua sisi yaitu: Data, arah tinjauan strategisnya adalah terhadap kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh enterprise. Aktivitas, arah tinjauan strategisnya adalah dalam hal pemanfaatan teknologi untuk peningkatan kinerja enterprise., Perencanaan Strategis Sistem Informasi (Strategic Information System Planning/SISP) digunakan untuk mendukung strategi bisnis organisasi agar mampu mencapai tujuan bisnisnya dengan lebih cepat. Kemampuan tersebut terkait langsung dengan bagaimana organisasi memilih strategi, aplikasi dan kebijakan organisasi yang tepat dengan berfokus pada Sistem Informasi/Teknologi Informasi (SI/TI). Perencanaan Strategis SI/TI yang tepat, akan membantu organisasi dalam mengembangkan kompetensi intinya untuk mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor lain. Manfaat Proses Perencanaan Yang umum dicapai dalam proses perencanaan adalah: Penyelarasan SI/TI dengan bisnis Competitive advantage melalui SI/TI, dengan mengeksploitasi oportuniti dan melawan ancaman dari faktor eksternal dengan menggunakan kekuatan organisasi membangun pondasi yang rasional dan fleksibel untuk ke depannya membaiknya anggaran dan penggunaan sumber daya dan kemampuan untuk mengembangkan kasus cost/ benefit untuk jangka panjang atau pembangunan infrastruktur. Sasaran Information Strategic Planning Sasaran Keseluruhan Information Strategic Planning (ISP) menurut Roger dalam Rekayasa Perangkat Lunak: 1. Menentukan sasaran dan tujuan bisnis strategis. 2. Mengisolasi faktor sukses kritis yang memungkinkan bisnis mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Critical Success Factors (CSF) dapat dihubungkan dengan sasaran/tujuan individual. Misal  bentuk CSF (Critical Success Factors)   pada  SI Rumah Sakit :  Motivasi   dan pelatihan   pekerja atau pegawai Mesin-mesin komputer dengan reabilitas tinggi, Rencana pelayanan untuk menyakinkan pasien agar yakin untuk berobat. Mempertimbangkan kemungkinan pengembangan sebagai pengaruh dari peningkatan kebutuhan bisnis 3. Menganalisis pengaruh teknologi dan otomasi terhadap tujuan dan sasaran. Dengan menekankan pada pertanyaan : a. Seberapa kritiskah teknologi digunakan untuk mencapai sasaran bisnis? b. Bagaimanakah teknologi dapat mengubah cara bisnis dilakukan ? c. Bagaimana bisnis harus menyesuaikan atau memperluas sasaran atau tujuan untuk mengakomodasi teknologi ? 4. Menganalisis informasi yang ada untuk menentukan perannya dalam pencapaian sasaran dan tujuan Faktor Keberhasilan Information Strategic Planning Faktor yang bisa dianggap penting untuk kesuksesannya: Menggunakan orang yang terbaik dari bisnis, fungsi SI dan penasihat eksternal -mereka memberikan pengetahuan tak ternilai mengenai industri dan bisnis, hubungannya dengan SI/TI. Mendapatkan antusiasme, komitmen dan keterlibatan manjamen tingkat atas Mendapatkan pemahaman mendalam atas bisnis internal dan eksternal dan lingkungan SI/TI Menetapkan tujuan yang konsisten dengan pengalman dan kedewasaan Meyakinkan bahwa bisnis meyakini rekomendasinya sendiri

Herru Hardiyansah, S.Kom. - Prakom Muda BKPSDMD Baca Selengkapnya
Keamanan Komputer dan Jaringan
7 Des 2017

Keamanan Komputer dan Jaringan

PENGERTIAN Keamanan komputer atau dalam Bahasa Inggris computer security atau dikenal juga dengan sebutan cybersecurity atau IT security adalah keamanan informasi yang diaplikasikan kepada komputer dan jaringannya. Computer security atau keamanan komputer bertujuan membantu user agar dapat mencegah penipuan atau mendeteksi adanya usaha penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi. Informasinya sendiri memiliki arti non fisik. Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan. Sistem keamanan komputer merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengamankan kinerja dan proses komputer. Penerapan computer security dalam kehidupan sehari-hari berguna sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak digunakan, modifikasi, interupsi, dan diganggu oleh orang yang tidak berwenang. Keamanan bisa diindentifikasikan dalam masalah teknis, manajerial, legalitas, dan politis. computer security akan membahas 2 hal penting yaitu Ancaman/Threatsdan Kelemahan sistem/vulnerabillity. Keamanan komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena sering kali berbentuk pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit untuk membuat program komputer melakukan segala apa yang sudah dirancang untuk dilakukan dengan benar. Persyaratan negatif juga sukar untuk dipenuhi dan membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya, yang tidak praktis bagi kebanyakan program komputer. Keamanan komputer memberikan strategi teknis untuk mengubah persyaratan negatif menjadi aturan positif yang dapat ditegakkan. Pendekatan yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer antara lain adalah dengan membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan mekanisme pada perangkat keras dan sistem operasi untuk keamanan komputer, serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan program komputer yang dapat diandalkan. DEFINISI Keamanan komputer (Computer Security) merupakan suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Pengertian tentang keamanan komputer ini beragam-ragam, sebagai contoh dapat kita lihat beberapa defenisi keamanan komputer menurut para ahlinya, antara lain : Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa : “Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab”. Menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa : “Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer”. Konsep Keamanan Jaringan Keamanan jaringan sendiri sering dipandang sebagai hasil dari beberapa faktor. Faktor ini bervariasi tergantung pada bahan dasar, tetapi secara normal setidaknya beberapa hal dibawah ini diikutsertakan : Confidentiality (kerahasiaan) Integrity (integritas) Availability (ketersediaan) Keamanan klasik penting ini tidak cukup untuk mencakup semua aspek dari keamanan jaringan komputer pada masa sekarang. Hal-hal tersebut dapat dikombinasikan lagi oleh beberapa hal penting lainnya yang dapat membuat keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan lagi dengan mengikut sertakan hal dibawah ini: Nonrepudiation Authenticity Possession Utility Confidentiality (kerahasiaan) Ada beberapa jenis informasi yang tersedia didalam sebuah jaringan komputer. Setiap data yang berbeda pasti mempunyai grup pengguna yang berbeda pula dan data dapat dikelompokkan sehingga beberapa pembatasan kepada pengunaan data harus ditentukan. Pada umumnya data yang terdapat didalam suatu perusahaan bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh pihak ketiga yang bertujuan untuk menjaga rahasia perusahaan dan strategi perusahaan [2]. Backdoor, sebagai contoh, melanggar kebijakan perusahaan dikarenakan menyediakan akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer perusahaan. Kerahasiaan dapat ditingkatkan dan didalam beberapa kasus pengengkripsian data atau menggunakan VPN. Topik ini tidak akan, tetapi bagaimanapun juga, akan disertakan dalam tulisan ini. Kontrol akses adalah cara yang lazim digunakan untuk membatasi akses kedalam sebuah jaringan komputer. Sebuah cara yang mudah tetapi mampu untuk membatasi akses adalah dengan menggunakan kombinasi dari username-dan-password untuk proses otentifikasi pengguna dan memberikan akses kepada pengguna (user) yang telah dikenali. Didalam beberapa lingkungan kerja keamanan jaringan komputer, ini dibahas dan dipisahkan dalam konteks otentifikasi. Integrity (integritas) Jaringan komputer yang dapat diandalkan juga berdasar pada fakta bahwa data yang tersedia apa yang sudah seharusnya. Jaringan komputer mau tidak mau harus terlindungi dari serangan (attacks) yang dapat merubah dataselama dalam proses persinggahan (transmit). Man-in-the-Middle merupakan jenis serangan yang dapat merubah integritas dari sebuah data yang mana penyerang (attacker) dapat membajak “session” atau memanipulasi data yang terkirim. Didalam jaringan komputer yang aman, partisipan dari sebuah “transaksi” data harus yakin bahwa orang yang terlibat dalam komunikasi data dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Keamanan dari sebuah komunikasi data sangat diperlukan pada sebuah tingkatan yang dipastikan data tidak berubah selama proses pengiriman dan penerimaan pada saat komunikasi data. Ini tidak harus selalu berarti bahwa “traffic” perlu di enkripsi, tapi juga tidak tertutup kemungkinan serangan “Man-in-the-Middle” dapat terjadi. Availability (ketersediaan) Ketersediaan data atau layanan dapat dengan mudah dipantau oleh pengguna dari sebuah layanan. Yang dimana ketidaktersediaan dari sebuah layanan (service) dapat menjadi sebuah halangan untuk maju bagi sebuah perusahaan dan bahkan dapat berdampak lebih buruk lagi, yaitu penghentian proses produksi. Sehingga untuk semua aktifitas jaringan, ketersediaan data sangat penting untuk sebuah system agar dapat terus berjalan dengan benar. Nonrepudiation Setiap tindakan yang dilakukan dalam sebuah system yang aman telah diawasi (logged), ini dapat berarti penggunaan alat (tool) untuk melakukan pengecekan system berfungsi sebagaimana seharusnya. “Log” juga tidak dapat dipisahkan dari bagian keamanan “system” yang dimana bila terjadi sebuah penyusupan atau serangan lain akan sangat membantu proses investigasi. “Log” dan catatan waktu, sebagai contoh, bagian penting dari bukti di pengadilan jika cracker tertangkap dan diadili. Untuk alasan ini maka “nonrepudiation” dianggap sebagai sebuah faktor penting didalam keamanan jaringan komputer yang berkompeten. Itu telah mendefinisikan “nonrepudition” sebagai berikut : Kemampuan untuk mencegah seorang pengirim untuk menyangkal kemudian bahwa dia telah mengirim pesan atau melakukan sebuah tindakan. Proteksi dari penyangkalan oleh satu satu dari entitas yang terlibat didalam sebuah komunikasi yang turut serta secara keseluruhan atau sebagian dari komunikasi yang terjadi. Jaringan komputer dan system data yang lain dibangun dari beberapa komponen yang berbeda yang dimana masing-masing mempunyai karakteristik spesial untuk keamanan. Sebuah jaringan komputer yang aman perlu masalah keamanan yang harus diperhatikan disemua sektor, yang mana rantai keamanan yang komplit sangat lemah, selemah titik terlemahnya. Pengguna (user) merupakan bagian penting dari sebuah rantai. “Social engineering” merupakan cara yang efisien untuk mencari celah (vulnerabilities) pada suatu system dan kebanyakan orang menggunakan “password” yang mudah ditebak. Ini juga berarti meninggalkan “workstation” tidak dalam keadaan terkunci pada saat makan siang atau yang lainnya. Sistem operasi (operating system : Windows, Unix, Linux, MacOS) terdapat dimana-mana, komputer mempunyai sistem operasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya (tergantung selera), dan bahkan router juga dijalankan oleh oleh sistem operasi. Setiap sistem operasi mempunyai gaya dan karakteristik sendiri yang membedakannya dengan sistem operasi yang lainnya, dan beberapa bahkan digunakan untuk kepentingan “server”. Beberapa sistem operasi juga mempunyai masalah yang dapat digunakan sehingga menyebabkan sistem operasi tersebut berhenti merespon pengguna. Layanan pada “server” memainkan peranan penting dalam keamanan. Developer perangkat lunak mengumumkan celah keamanan pada perangkat lunak dengan cepat. Alasan yang digunakan adalah celah ini kemungkinan akan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusupi sebuah system ataupun setiap pengguna komputer. Pengelola atau pengguna server dan workstation harus melakukan pengecekan untuk “update” masalah keamanan secara regular. Perangkat keras mungkin sedikit susah dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai potensi untuk mempunyai masalah keamanan. Yang sesungguhnya adalah sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan, apabila perangkat keras terletak di sebuah lokasi yang tidak aman maka terdapat resiko untuk pemasangan perangkat keras yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dan ini dapat membuat penyusupan menjadi mudah. Juga, bila sebuah perangkat keras jaringan computer dirubah setting-nya ke konfigurasi default oleh orang luar. Pemilihan jenis metode transmisi juga mempunyai peranan penting didalam masalah keamanan. Setiap informasi rahasia tidak boleh di transmisikan secara wireless, setidaknya tidak tanpa menggunakan enkripsi yang bagus, sehingga setiap orang dapat menyadap komunikasi “wireless” yang terkirim. Sangat dianjurkan untuk menggunakan firewall untuk membatasi akses kedalam jaringan komputer ke tingkat yang dibutuhkan. Firewall juga dapat menjadi titik terlemah, yang mana dapat membuat perasaan aman. Firewall harus mengizinkan arus data kedalam sebuah jaringan komputer jika terdapat juga arus data keluar dari jaringan komputer tersebut melalui firewall dan ini dapat menjadi titik terlemah. Fakta penting lainnya bahwa tidak semua serangan dilancarkan melalui firewall. Authenticity Sistem harus memastikan bahwa pihak, obyek, dan informasi yang berkomunikasi adalah riil dan bukan palsu.  Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga“intellectual property”, yaitu dengan meni dokumen atau hasil karya dengan “tangan” pembuat ) dan digital signature. Metode authenticity  yang paling umum digunakan adalah penggunaan username beserta password-nya. Metode username/password ini ada berbagai  macam jenisnya, berikut ini adalah macam-macam metode username/password: 1. Tidak ada username/password Pada sistem ini tidak diperlukan username atau password untuk mengakses suatu jaringan. Pilihan ini merupakan pilihan yang palin tidak aman. 2. Statis username/password Pada metode ini username/password tidak berubah sampai diganti oleh administrator atau user. Rawan terkena playbacks attacka, eavesdropping, theft, dan password cracking program. 3. Expired username/password Pada metode ini username/password akan tidak berlaku sampai batas waktu tertentu (30-60 hari) setelah itu harus direset, biasanya oleh user. Rawan terkena playback attacks, eavesdropping, theft, dan password cracking program tetapi dengan tingkat kerawanan yang lebih rendah dibanding dengan statis username/password. 4. One-Time Password (OTP) Metode ini merupakan metoda yang teraman dari semua metode username/password. Kebanyakan sistem OTP berdasarkan pada “secret passphrase”, yang digunakan untuk membuat daftar password. OTP memaksa user jaringan untuk memasukkan password yang berbeda setiap kali melakukan login. Sebuah password hanya digunakan satu kali. Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama : Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan. Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan. Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan. Fabrication Suatu pihak  yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain. Celah Keamanan serta Ancaman Terhadap Keamanan Jaringan WiFi Celah Keamanan Jaringan WiFi Beberapa kelemahan pada jaringan wireless yang bisa digunakan attacker melakukan serangan antara lain: 1. Hide SSID Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. 2. WEP Teknologi Wired Equivalency Privacy atau WEP memang merupakan salah satu standar enkripsi yang paling banyak digunakan. Namun, teknik enkripsi WEP ini memiliki celah keamanan yang cukup mengganggu. Bisa dikatakan, celah keamanan ini sangat berbahaya. 3. WPA-PSK atau WPA2-PSK WPA merupakan teknologi keamanan sementara yang diciptakan untuk menggantikan kunci WEP. Ada dua jenis yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPA-RADIUS. Saat ini yang sudah dapat di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode brute force attack secara offline. 4. MAC Filter Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. 5. Weak protocols (protokol yang lemah) Komunikasi jaringan komputer menggunakan protokol antara client dan server. Kebanyakan dari protokol yang digunakan saat ini merupakan protocol yang telah digunakan beberapa dasawarsa belakangan. 6. Software issue (masalah perangkat lunak) Menjadi sesuatu yang mudah untuk melakukan eksploitasi celah pada perangkat lunak. Celah ini biasanya tidak secara sengaja dibuat tapi kebanyakan semua orang mengalami kerugian dari kelemahan seperti ini. 7. Hardware issue (masalah perangkat keras). Biasanya perangkat keras tidak mempunyai masalah pada penyerangan yang terjadi. Perangkat lunak yang dijalankan oleh perangkat keras dan kemungkinan kurangnya dokumentasi spesifikasi teknis merupakan suatu titik lemah. Berikut ini merupakan contoh bagaimana perangkat keras mempunyai masalah dengan keamanan. contoh 1: Cisco,  contoh 2: Linksys 8. Misconfiguration (konfigurasi yang salah). Kesalahan konfigurasi pada server dan perangkat keras (hardware) sangat sering membuat para penyusup dapat masuk kedalam suatu system dengan mudah. Sebagai contoh, penggantian halaman depan suatu situs dikarenakan kesalahan konfigurasi pada perangkat lunak “www-server” ataupun modulnya Ancaman Terhadap Keamanan Jaringan WiFi Banyak pengguna jaringan wireless tidak bisa membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat sedang berasosiasi dengan wireless access point (WAP), misalnya seperti sinyal WLAN dapat disusupi oleh hacker. Berikut ini dapat menjadi ancaman dalam jaringan wireless, di antaranya: Sniffing to Eavesdrop Denial of Service Attack Man in the Middle Attack Rogue/Unauthorized Access Point Konfigurasi access point yang tidak benar Scanning Password cracking. Rootkit. Mengamankan Jaringan WiFi Mengamankan jaringan wifi membutuhkan tiga tingkatan proses. Untuk mengamankan jaringan wifi kita harus dapat melakukan pemetaan terhadap ancaman yang mungkin terjadi. Prevention (pencegahan). Observation (observasi). Response (respon). Victims/statistic (korban/statistik). Masalah keamanan pada jaringan komputer pada prinsipnya tidak terlepas dari 2 hal mendasar yaitu konsep autentifikasi (access control) dan enkripsi (data protection). WEP (Wired Equivalent Privacy). WPA (Wi-Fi Protected Access) MAC (Medium Access Control) Address Filtering. Keamanan jaringan komputer dari segi bentuknya Keamanan jaringan mencakup berbagai jaringan komputer, baik negeri maupun swasta, yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari melakukan transaksi dan komunikasi di kalangan bisnis, instansi pemerintah dan individu. Jika diamati mengenai keamanan maka keamanan jaringan komputer dapat ditinjau dari segi bentuknya yaitu seperti berikut: 1. Keamanan hardware Keamanan hardware berkaitan dengan perangkat keras yang digunakan dalam jaringan komputer. Keamanan hardware sering dilupakan padahal merupakan hal utama untuk menjaga jaringan dari agar tetap stabil. Dalam keamanan hardware, server dan tempat penyimpanan data harus menjadi perhatian utama. Akses secara fisik terhadap server dan data-data penting harus dibatasi semaksimal mungkin. 2. Keamanan software. Sesuai dengan namanya, maka yang harus diamankan adalah perangkat lunak. Perangkat lunak yang kita maksud disini bisa berupa sistem operasi, sistem aplikasi, data dan informasi yang tersimpan dalam komputer jaringan terutama pada server. Contohnya, jika server hanya bertugas menjadi router, tidak perlu software web server dan FTP server diinstal. Membatasi software yang dipasang akan mengurangi konflik antar software dan membatasi akses, contohnya jika router dipasangi juga dengan FTP server, maka orang dari luar dengan login anonymous mungkin akan dapat mengakses router tersebut. Sistem Keamanan jaringan komputer Jaringan internet bersifat publik. Sehingga memungkinkan arus informasi bisa disadap oleh pihak lain. Untuk itu keamanan menjadi useful terhadap kenyamanan jaringan komputer dan vulnerability suatu jaringan. Adapun yang termasuk sistem keamanan komputer sebagai berikut : Hacker Asal pertama kata “Hacker” sendiri berawal dari sekitar thun 60-an di Las Vegas di adakan sebuah permainan (Game) yang menggunakan system jaringan komputer (networking) dimana cara permainan itu satu sama lain berusaha untuk masuk ke system komputer lawan (pemain lainya) dan melumpuhkannya. dari sinilah kemudian orang-orang menamakan sekelompok anak-anak muda yang mengikuti permainanan ini sebagai “Hackers” yaitu sekelompok anak-anak muda yang mampu menjebol dan melumpuhkan system komputer orang. Cracker Sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem. White Hat Istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yang secara etis menunjukkan suatu kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut. Black Hat Istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut. Istilah cracker diajukan oleh Richard Stallman untuk mengacu kepada peretas dalam arti ini. Script Kiddies Tingkatan level yang paling rendah, Mereka hanya tahu tentang dasar bagaimana memodifikasi Script atau Program dengan mencari artikel pendukung di internet, forum maupun Youtube. Segala informasi mereka kumpulkan untuk mengubah script yang sudah ada dengan cara coba-coba. Kemampuan mereka dalam membuat atau merusak suatu program tergolong rendah. Elite Hacker Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistemoperasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil,menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada. Vulnerable Sesuatu yang bertalian dengan sistem komputer yang memungkinkan seseorang mengoperasikan dan menjalankannya dengan benar, atau memungkinkan pihak tak berwenang (bisa hacker) mengambil alih. Ada banyak tipe vulnerability. Ada miskonfigurasi dalam setup service, atau flaw programming service. Security Hole Merupakan Celah dari keamanan system/ mesin Hal tersebut disebabkan karena adanya kelemahan-kelemahan di dalam konfigurasi suatu sistem (Configuration Vulnerabilities) dll,sehingga dimanfaatkan untuk menyusup ke dalam suatu jaringan komputer tanpa diketahui pengelolanya. Bug sebuah kesalahan, error, kekurangan, atau kegagalan yang sering terjadi pada program komputer sehingga menghambat jalannya program sebagaimana mestinya. Exploit perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memiliki kerapuhan. Logical Bomb merupakan program yang dimasukkan ke dalam suatu komputer yang bekerja untuk memeriksa kumpulan kondisi di dalam suatu sistem. Jika kondisi yang dimaksud terpenuhi, maka program akan mengeksekusi perintah yang ada di dalamnya. Program ini berjalan jika ada pemicu. Biasanya pemicunya adalah jika user menjalankan program tertentu atau menekan salah satu tombol keyboard. Penetration Testing Uji coba yang melakukan verifikasi dari mekanisme perlindungan yang dibuat oleh sistem/Pengujian Terhadap Kelemahan Sistem Informasi Perusahaan Metode untuk membuat jaringan computer lebih aman Metode-metode yang dapat diterapkan untuk membuat jaringan komputer menjadi lebih aman, antara lain: – IDS / IPS Intrusion Detection – IDS / IPS Intrusion Detection System (IDS) dan Intrusion Prevention System (IPS) adalah sistem yang banyak digunakan untuk mendeteksi dan melindungi sebuah sistem keamanan dari serangan oleh pihak luar maupun dalam. MANFAAT Guna manfaat sistem keamanan komputer yaitu menjaga suatu sistem komputer dari pengaksesan seseorang yang tidak memiliki hak untuk mengakses sistem komputer tersebut. Sistem keamanan komputer semakin dibutuhkan saat ini seiring dengan meningkatnya penggunaan komputer di seluruh penjuru dunia. Selain itu makin meningkatnya para pengguna yang menghubungkan jaringan LANnya ke internet, namun tidak di imbangi dengan SDM yang dapat menjaga keamanan data dan infomasi yang dimiliki. Sehingga keamanan data yang ada menjadi terancam untuk diakses dari orang-orang yang tidak berhak. Keamanan komputer menjadi penting karena ini terkait dengan Privacy, Integrity, Autentication, Confidentiality dan Availability. Beberapa ancaman keamanan komputer adalah virus, worm, trojan,spam dan lain-lain. Masing-masingnya memiliki cara untuk mencuri data bahkan merusak sistem komputer. Ancaman bagi keamanan sistem komputer ini tidak dapat dihilangkan begitu saja, namun kita dapat meminimalkan hal ini dengan menggunakan software keamanan sistem diantaranya antivirus, antispam dan sebagainya. Faktor Beberapa hal yang menjadikan kejahatan komputer terus terjadi dan cenderung meningkat adalah sebagai berikut : Meningkatnya penggunaan komputer dan internet. banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang mungkin disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain. Banyaknya software-software untuk melakukan penyusupan yang tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis. Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet. Kurangnya hukum yang mengatur kejahatan komputer. Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet. Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet. Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs). Dampak Dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan sistem keamanan komputer yaitu. Menurunnya nilai transaksi melalui internet terhadap E-Commerse Menurutnya tingkat kepercayaan dalam melakukan komunikasi dan transaksi melalui media online. Merugikan secara moral dan materi bagi korban yang data-data pribadinya dimanipulasi. Seperti juga masalah yang ada di Indonesia yang menurut saya bisa dijadikan salah satu contoh dampak negative dari penggunaan sistem keamanan komputer yaitu; Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain. Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang “dicuri” dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, pencurian account cukup menangkap user id dan password saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya benda yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, pengguna dibebani biaya penggunaan account tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Membajak situs web. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh cracker adalah mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan meng[eksploitasi lubang keamanan. Probing dan port scanning. Salah satu langkah yang dilakukan cracker sebelum masuk ke server yang ditargetkan adalah melakukan pengintaian. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan port scanning atau probing untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target. Sebagai contoh, hasil scanning dapat menunjukkan bahwa server target menjalankan program web server Apache, mai server Sendmail, dan seterusnya. Analogi hal ini dengan dunia nyata adalah dengan melihat-lihat apakah pintu rumah anda terkunci, merek kunci yang digunakan, jendela mana yang terbuka, apakah pagar terkunci menggunakan (firewall atau tidak) dan seterusnya. Yang bersangkutan memang belum melakukan kegiatan pencurian atau penyerangan, akan tetapi kegiatan yang dilakukan sudah mencurigakan. Berbagai program yang digunakan untuk melakukan probing atau portscanning ini dapat diperoleh secara gratis di Internet. Salah satu program yang paling populer adalah nmap (untuk sistem yang berbasis UNIX, Linux) dan Superscan (untuk sistem yang berbasis Microsoft Windows). Selain mengidentifikasi port, nmap juga bahkan dapat mengidentifikasi jenis operating system yang digunakan. Virus. Seperti halnya di tempat lain, virus komputer pun menyebar di Indonesia. Penyebaran umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak sadar akan hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya. Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack. DoS attack merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data. Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial. Bayangkan bila seseorang dapat membuat ATM bank menjadi tidak berfungsi. Akibatnya nasabah bank tidak dapat melakukan transaksi dan bank (serta nasabah) dapat mengalami kerugian finansial. DoS attack dapat ditujukan kepadaserver (komputer) dan juga dapat ditargetkan kepada jaringan (menghabiskan bandwidth). Tools untuk melakukan hal ini banyak tersebar di internet.

Herru Hardiyansah, S.Kom. - Prakom Muda BKPSDMD Baca Selengkapnya
Kearsipan
6 Des 2017

Kearsipan

A.  Pengertian Arsip Istilah arsip bisa mengandung berbagai macam pengertian. Pendefinisian arsip dapat dipengaruhi oleh segi peninjauan, sudut pandangdan atau pembatasan ruang lingkupnya. Akan tetapi, untuk memahami arti dasar arsip, dirasa sangat penting untuk menjelaskannya berdasarkan etimologi atau asal-usul katanya. Secara etimologis istilah arsip dalam bahasa Belanda yaitu "archief", dan dalam bahasa Ingris disebut "arcihive", berasal dari kata "arche" bahasa Yunani yang berarti permulaan. Kemudian dari kata “arche" berkembang menjadi kata "ta archia" yang berarti catatan. Selanjutnya kata "ta archia" berubah lagi menjadi kata "archeon" yang berarti "gedung pernerintahan". Gedung yang dimaksud tersebut, juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan secara teratur bahan-bahan arsip seperti: catatan-catatan, bahan-bahan tertulis, piagam-piagam, surat-surat, keputusan keputusan, akte-akte, daftar-daftar, dokumen-dokumen, peta-peta, dsb. Dalam bahasa Ingris, arsip juga sering dinyatakan dengan istilah file yang artinya simpanan, yaitu berupa wadah, tempat, map, ordner, kotak, almari kabinet, dan sebagainya yang dipergunakan untuk menyimpan bahan-bahan arsip, yang sering di sebut sebagai berkas. Ada juga istilah lain yang sering digunakan untuk menyatakan arsip, yaiturecord dan warkat. Records adalah setiap lembaran (catatan, bahan tertulis, daftar, rekaman, dsb.), dalam bentuk atau dalam wujud apa pun yang berisi informasi atau keterangan untuk disimpan sebagai bahan pembuktian atau pertangungjawaban atas suatu peristiwa/kejadian. Sedangkan warkat berasal dari bahasa Arab yang berarti surat; akan tetapi dalam perkembangan lebih lanjut diartikan lebih luas, yaitu berupa setiap lembaran yang berisi keterangan yang mempunyai arti dan kegunaan. Dalam pemahaman sederhana dapat dinyatakan bahwa arsip adalah merupakan salah satu produk kantor (office work). Artinya, kearsipan merupakan salah satu jenis pekerjaan kantor atau pekerjaan tatausaha, yang banyak dilakukan oleh badan-badan pemerintah, maupun badan swasta. Kearsipan menyangkut pekerjaan yang berhubungan dengan penyimpanan warkat atau surat-surat, dan dokumen-dokumen kantor lainnya. Kegiatan yang berhubungan dengan penyirnpanan surat-surat dan dokumen inilah yang selanjutnya disebut kearsipan. Kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi, yaitu sebagai surnber dan pusat rekaman informasi bagi suatu organisasi. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan, memberikan rumusan arsip sebagai berikut: Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-lembaga Negara dan Badan-badan Pemerintah dalam bentuk corak apa pun, baik dalam keadaan tunggal maupun kelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Badan-badan Swasta dan atau perorangan, dalam bentuk corak apa pun, baik dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan. Selanjutnya, UU No.7 Tahun 1971 memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan naskah-naskah dalam corak bagaimanapun dari suatu arsip, adalah meliputi baik yang tertulis, maupun yang dapat dilihat dan didengar seperti hasil rekaman, film dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan berkelompok ialah naskah-naskah yang berisikan hal-hal yang berhubungan satu dengan yang lain yang dihimpun dalam satu berkas tersendiri mengenai masalah yang sama. Menurut Undang-undang tersebut, tujuan kearsipan ialah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggunjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan. B.  Jenis-Jenis Arsip Arsip dapat digolongkan atas berbagai jenis atau macarn, tergantung dari sisi peninjauannya, antara lain: a.   Berdasarkan Fungsi. Menurut fungsi dan kegunaanya, arsip dapat dibedakan menjadi: Arsip dinamis, yakni arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan atau penyelenggaraan administrasi perkantoran. Arsip statis, yaitu arsip yang tidak dipergunakan lagi secara langsung dalam perencanaan, pelaKSanaan, aan atau penyelenggaraan aamlnlstrasl perkantoran, atau sudah tidak dipakai lagi dalam kegiatan perkantoran sehari-hari. b.   Nilai Guna Ditinjau dari segi kepentingan pengguna, arsip dapat dibedakan atas: Nilai guna primer, yaitu nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan untuk kepentingan lembaga/instansi pencipta atau yang menghasilkan arsip. Nilai guna primer meliputi: Nilai guna administrasi, yaitu nilai guna arsip yang didasarkan pada kegunaan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga/instansi pencipta arsip. Nilai guna hukum yaitu arsip yang berisikan bukti-bukti yang mempunyai kekuatan hukum atas hak dan kewajiban warga negara dan pemerintah. Nilai guna keuangan yaitu arsip yang berisikan segala hal yang menyangkut transaksi dan pertanggungjawaban keuangan. Nilai guna ilmiah dan teknologi yaitu arsip yang mengandung data ilmiah dan teknologi sebagai akibat/hasil penelitian murni atau penelitian terapan.          b. Nilai guna sekunder, yaitu nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip sebagai kepentingan lembaga/instansi lain, dan atau kepentingan umum di luar instansi pencipta arsip, serta kegunaannya sebagai bahan bukti pertanggungjawaban kepada masyarakat/pertanggungjawaban nasional. Nilai guna sekunder, juga meliputi: Nilai guna pembuktian, yaitu arsip yang mengandung fakta dan keterangan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana lembaga/isntansi tersebut diciptakan, dikembangkan, diatur fungsinya, dan apa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, serta apa hasil/akibat dari kegiatan itu. Nilai guna informasi, yaitu arsip yang mengandung informasi bagi kegunaan berbagai kepentingan penelitian dan sejarah, tanpa dikaitakan dengan lembaga/instansi penciptanya.          c. Berdasarkan sifat              Berdasarkan sifatnya, arsip dapat dibedakan atas Arsip tertutup, yaitu arsip yang dalam pengelolaan dan perlakuannya berlaku ketentuan tentang kerahasian surat-surat. Arsip terbuka yakni pada dasarnya boleh diketahui oleh semua pihak/umum          d. Berdasarkan tingkat penyimpanan dan pemeliharaannya Menurut tingkat penyimpanan dan pemeliharaannya, arsip dibagi atas : Arsip sentral, yaitu arsip yang disimpan pada suatu pusat arsip (depo arsip), atau arsip yang dipusatkan penyimpan dan pemeliharaannya pada suatu tempat tertentu. Arsip pemerintah yang mengandung nilai khusus ada yang disimpan secara nasional di Jakarta yaitu pada Lembaga Arsip Nasional Pusat yang disebut dengan nama ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Sedangkan lembaga pemerintah yang menyimpan dan memelihara arsip pemerintah di daerah yaitu Perpustakaan dan Arsip Daerah. Arsip sentral disebut juga Arsip makro atau arsip umum, karena merupakan gabungan ataupun kumpulan dari berbagai arsip unit. Arsip unit, yaitu arsip yang disimpan di setiap bagian atau setiap unit dalam suatu organisasi. Arsip unit disebut juga arsip mikro atau arsip khusus, karena khusus hanya menyimpan arsip yang ada di unit yang bersangkutan.           e. Berdasarkan keasliannya Menurut keasliannya, arsip dibedakan atas: arsip asli, arsip tembusan, arsip salinan, dan arsip petikan.           f. Berdasarkan subyeknya Berdasarkan subyek atau isinya, arsip dapat dibedakan atas berbagai macam, misalnya: Arsip keuangan, Arsip Kepegawaian, Arsip Pendidikan, Arsip Pemasaran, Arsip Penjualan, dan sebagainya.          g. Berdasarkan Bentuk dan Wujudnya. Menurut bentuk atau wujudnya, arsip terdiri dari berbagai macam, misalnya surat (arsip korespondensi) yang dalam hal ini diartikan sebagai setiap lembaran kertas yang berisi informasi atau keterangan yang berguna bagi penyelenggaraan kehidupan organisasi, seperti: naskah perjanjian/kontrak, akte, notulen rapat, laporan, kuitansi, naskah berita acara, bon penjualan, kartu pegawai, tabel, gambar, grafik atau bagan. Selain surat, bentuk atau wujud arsip dapat juga berupa pita rekam, piringan hitam, mikrofilm, CD, dsb.          h. Berdasarkan Sifat Kepentingannya. Menurut sifat kepentingannya, arsip dapat dibedakan atas, arsip non-esensial, yaitu arsip yang tidak memerlukan pengolahan, dan tidak mempunyai hubungan dengan hal-hal yang penting sehingga tidak perlu disimpan dalam waktu yang terlalu lama. Arsip penting yaitu arsip yang mempunyai nilai hukum, pendidikan, keuangan, dokumentasi, sejarah, dan sebagainya. Arsip yang demikian masih dipergunakan atau masih diperlukan dalam membantu kelancaran pekerjaan. Arsip ini masih perlu disimpan untuk waktu yang lama, akan tetapi tidak mutlak permanen. Arsip vital, yaitu arsip yang bersifat permanen, disimpan untuk selama-lamanya, misalnya akte, ijazah, buku induk mahasiswa, dsb. c.   Ciri-Ciri Arsip Dinamis Berdasarkan uraian terdahulu, bahwa arsip dinamis adalah arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam kegiatan perkantoran sehari-hari. Dengan demikian, arsip dinamis memiiki ciri-ciri sebagai berikut: Arsip yang masih aktual dan berlaku secara langsung diperlukan dan dipergunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari. Arsip yang senantiasa masih berubah nilai dan artinya menurut fungsinya. Pada dasarnya arsip dinamis bersitat tertutup, oleh karena itu pengelolaan dan perlakuannya harus mengikuti ketentuan tentang kerahasiaan suratsurat. Sesuai dengan ciri di atas, maka menurut fungsi dan kegunaannya, arsip dinamis dapat dibedakan atas: Arsip aktif, yaitu arsip yang masih sering dipergunakan bagi kelangsungan pekerjaan di kantor Arsip semi aktif, yaitu arsip yang frekuensi penggunaannya sudah mulai menurun Arsip inaktif, yaitu arsip yang sudah jarang sekali dipergunakan dalam proses pekerjaan sehari-hari. 1.   Siklus Arsip Dinamis Arsip dinamis biasanya memiliki empat tahap siklus hidup (life sicle). Tahap pertama, adalah merupakan tahap penciptaan. Proses ini terjadi tatkala tulisan dituangkan ke dalam bentuk kertas, atau data dihasilkan dari komputer, informasi diterima pada film,tape atau media lainnya. Pada tahap ini, arsip dapat berupa surat/naskah yang dibuat oleh instansi/kantor kita, atau yang dibuat oleh instansi lain, yang diterima oleh kantor kita. Tahap kedua merupakan tahap penggunaan aktif dengan jangkauan waktu beberapa hari dan mungkin sampai tahunan. Pada tahap ini pemakai sering menggunakan arsip dinamis serta memerlukan akses cepat ke berkas dinamis. Karena tingkat penggunaannya yang sering, serta butuh akses yang cepat, maka arsip dinamis disinpan di kantor pada tempat-tempat penyimpanan sepertifiling cabinet atau almari arsip. Umumnya arsip dinamis memiliki siklus hidup aktif sekitar satu sampai dua tahun, namun masih ada juga arsip dinamis yang memiliki siklus aktif yang lebih panjang. Misalnya, berkas pegawai (karyawan) pasti merupakan berkas aktif selama pegawai tersebut tetap bekerja di suatu instansi atau perusahaan. Tahap ketiga adalah tahap inaktif. Tahap ketiga ini terjadi tatkala arsip dinamis sudah jarang atau mungkin tidak dipakai lagi sehingga menjadi inaktif. Oleh karena itu, arsip itu disimpan dalam tempat penyimpanan seperti unit kearsipan atau pusat arsip dinamis (record center). Selama masa inaktif ini, arsip dinamis disimpan karena alasan hukum atau karena kebutuhan rujukan, dan sebagainya. Tahap keempat ialah tahap penyusutan dan Jadwal retensi Arsip (JRA). Penyusutan adalah suatu tindakan yang diambil berkenaan dengan habisnya "masa simpan" arsip yang telah ditentukan oleh perundang-undangan, peraturan atau prosedur administratif. Tindakan ini harus dilakukan untuk mengatasi menggunungnya arsip, sehingga sulit ditemukan kembali (retrieval)dan sulit memeliharanya, sebab karakteristik arsip ialah mengumpul secara alami (accumulating naturally). Dengan demikian penyusutan arsip diperlukan untuk menghemat ruangan/tempat, memudahkan penemuan kernbali arsip manakala diperlukan. Sedangkan JRA adalah pedoman yang digunakan untuk menyusutkan arsip. Penyusunan arsip menyangkut pekerjaan pemusnahan arsjp yang sudah tidak memiliki nilai guna primer (hukum, fiskal, administratif, keilmuan), maupun nilai guna sekunder. Permusnahan dilakukan dengan mengikuti kententuan retensi (masa simpan)atas dasar nilai kegunaannya dan dituangkan dalam bentuk Jadwal Retensi Arsip (IRA) yang berupa daftar yang berisi jenis/seri arsip, beserta jangka waktu penyimpanannya, dimana JRA dipakai sebagai pedoman untuk penyusutan arsip. Pemusnahan dapat dilakukan dengan cara pernbakaran, pencacahan, pembuburan, dan kimiawi. Penyusutan arsip dapat juga dilakukan dengan cara menyerahkan arsip yang bernilai guna sekunder (tidak bernilai primer lagi) ke badan yang berwenang yaitu Arsip Nasional Rl (ANRI) (lihat PP.No. 34 tahun 1979 tentang penyusutan arsip). Menurut PP 34 tahun 1979, penyusutan arsip instansi/badan pemerintah mencakup tiga kegiatan yaitu pemindahan, pemusnahan dan penyerahan. Pemindahan arsip maksudnya adalah memindahkan arsip dari unit pengolah ke unit kearsipan (reccord center) berdasarkan jadwal retensi arsip secara teratur dan tetap, yang pelaksanaannya diatur oleh masing-masing lembaga atau instansi yang bersangkutan. Misalnya, USU memiliki unit kearsipan (record center) tersendiri, sehingga masing-masing Fakultas, Lembaga, UPT, dsb., akan menyerahkan arsip inaktif yang dimiliki ke unit kearsipan tersebut sesuai jadwal retensi yang ditentukan. Penyusutan arsip perusahaan atau lembaga swasta, yayasan, dsb. Disusutkan berdasarkan UU. No.8 tahun 1997 tentang dokumen perusahaan. Inti dari penyusutan dokumen perusahaan adalah sama dengan penyusutan arsip instansi/badan pemerintah. 2. Penyimpanan Arsip Pengelolaan arsip sebenarnya telah dimulai sejak suatu surat (naskah, warkat) dibuat atau diterima oleh suatu kantor atau organisasi sampai kemudian ditetapkan untuk disimpan, selanjutnya disusutkan (retensi) dan atau dimusnahkan. Oleh karena itu, di dalam kearsipan terkandung unsur-unsur kegiatan penerimaan, penyimpanan, temu balik, dan penyusutan arsip. Arsip disimpan karena mempunyai nilai atau kegunaan tertentu (lihat uraian di atas). Oleh karena itu, hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini ialah bagaimana prosedurnya, bagaimana cara penyimpanan yang baik, cepat, dan tepat, sehingga mudah ditemu-balikkan atau ditemukan kembali sewaktu-waktu diperlukan, serta langkah- langkah apa yang perlu diikuti/dipedomani dalam penyimpanan arsip tersebut. Untuk menyelenggarakan penyimpanan arsip secara aman, awet, efisien dan luwes (fleksibel) perlu ditetapkan asas penyimpanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing kantor/instansi yang bersangkutan. Dalam penyelenggaraan penyimpanan arsip dikenal 3 (tiga) macam asas yaitu asas sentralisasi, asas disentralisasi dan asas campuran atau kombinasi. Penyimpanan arsip dengan menganut asas sentralisasi adalah penyimpanan Arsip yang dipusatkan (central filing) pada unit tertentu. Dengan demikian, penyimpanan arsip dari seluruh unit yang acta dalam satu instansi/kantor dipusatkan pada satu tempat/unit tertentu. Sebaliknya, penyelenggaran penyimpanan arsip dengan asas desentralisasi adalah dengan memberikan kewenangan penyimpanan arsip secara mandiri. Dalam hal yang demikian, masing-masing unit satuan kerja bertugas menyelenggarakan penyimpanan arsipnya. Sedangkan asas campuran, merupakan kombinasi antara desentralisasi dengan sentralisasi. Dalam asas campuran tiap-tiap unit satuan kerja dimungkinkan menyelenggarakan penyimpanan arsip untuk spesifikasi tersendiri, sedangkan penyimpanan arsip dengan spesifikasi tertentu disentralisasikan. Penyimpan arsip yang diartikan dalam uraian ini adalah suatu kegiatan pemberkasan dan penataan arsip dinamis, yang penempatannya secara actual menerapkan suatu sistem tertentu, yang biasa disebut sistem penempatan arsip secara aktual. Kegiatan pemberkasan dan penataan arsip dinamis tersebut popular dengan sebutan “filingSystem". Para ahli kearsipan kelihatannya sepakat untuk menyatakan bahwa filling system yang digunakan atau dipakai untuk kegiatan penyimpanan arsip terdiri dari: Sistem Abjad, Sistem angka/nomor (numerik), Sistem Wilayah, Sistem subyek, dan Sistem Urutan Waktu (kronologis). Disamping kelima sistem di atas, banyak arganisasi atau instansi yang menerapkan sistem kombinasi. 3. Peralatan Kearsipan Peralatan yang dipergunakan dalam bidang kearsipan pada dasarnya sebahagian besar sama dengan alat-alat yang dipergunakan dalam bidang ketatausahaan pada umumnya, Peralatan yang dipergunakan terutama untuk penyimpanan arsip, minimal terdiri dari: a. Map, yaitu berupa lipatan kertas atau karton manila yang dipergunakan untuk menyimpan arsip. Jenisnya terdiri dari map biasa yang sering disebutstopmap folio, Stopmap bertali (portapel), map jepitan (snelhechter), map tebal yang lebih dikenal dengan sebutan ordner atau brieforner. Penyimpanan ordner lebih baik dirak atau lemari, bukan di dalam filing cabinet dan posisi penempatannya bisa tegak. Sedangkan Stopmap folio dan snelhechterpenyimpanannya dalam posisi mendatar, atau tergantung (bila yang dipakaisnelhechter gantung) di dalam filing cabinet, sedangkan portapel sebaiknya disimpan dalam almari karena dapat memuat banyak lembaran arsip. b. Folder Folder merupakan lipatan kertas tebal/karton manila berbentuk segi empat panjang yang gunanya untuk menyimpan atau menempatkan arsip, atau satu  kelompok arsip di dalam filing cabinet. Bentuk folder mirip seperti stopmap folio, tetapi tidak dilengkapi daun penutup, atau mirip seperti snelhechter tetapi tidak dilengkapii dengan jepitan. Biasanya folder dilengkapi dengan tab, yaitu bagian yang menonjoll dari folder yang berfungsi untuk menempatkan kode-kode, atau indeks yang menunjukkan isi folder yang bersangkutan. c. Guide Guide adalah lembaran kertas tebal tau karton manila yang dipergunakan sebagai penunjuk dan atau sekat / pemisah dalam penyimpanan arsip. Guide terdiri dari dua bagian, yaitu tab guide yang berguna untuk mencantumkan kodekode, tanda-tanda atau indeks klasifikasi (pengelompokan) dan badan guide itu sendiri. Jumlah guide yang diperlukan dalam sistem filing adalah sebanyak pembagian pengelompokan arsip menurut subyeknya. Misalnya guidepertama untuk menempatkan tajuk (heading) subyek utama (main subyek), guide kedua untuk menempatkan sub-subyek, guide ketiga untuk yang lebih khusus lagi, demikian seterusnya. d. Filing Cabinet Filing cabinet (file cabinet) adalah perabot kantor berbentuk persegi empat panjang yang diletakkan secara vertikal (berdiri) dipergunakan untuk menyimpan berkas-berkas atau arsip. Filing cabinet mempunyai sejumlah laci yang memiiki gawang untuk tempat rnenyangkutkan folder gantung (bila arsip ditampung dalam folder gantung). Filing cabinet terdiri berbagai jenis, ada yang berlaci tunggal, berlacii ganda, horizontal plan file cabinet, drawer type filing cabinet, lateral filing cabinet, dsb. e. Almari Arsip Almari arsip adalah almari yang khusus digunakan untuk menyimpan arsip. Bentuk dan jenisnya bervasi, namun berkas atau arsip yang disimpan dalam almari arsip sebaiknya disusun/ditata secara vertical lateral (vertikal berderet kesamping), sehingga susunan arsip di dalam almari arsip sama dengan susunan arsip yang disusun ditata di dalam rak arsip. f. Berkas Kotak (Box file) Berkas atau box file adalah kotak yang dipergunakan untuk menyimpan berbagai arsip (warkat). Setiap berkas kotak sebaiknya diperbgunakan untuk menyimpan arsip yang sejenis, atau yang berisi hal-hal yang sama. Selanjutnya berkas kotak ini akan ditempatkan pada rak arsip, disusun secara vertikal (vertikal berderet ke samping). g. Rak Arsip Rak arsip adalah sejenis almari tak berpintu, yang merupakan tempat untuk menyimpan berkas-berkas atau arsip. Arsip ditempatkan dirak susun secara vertikal lateral yang dimulai selalu dari posisi kiri paling atas menuju kekanan, dan seterusnya kebawah h. Rotary Filling Rotary Filling adalah peralatan yang dapat berputar, dipergunakan untuk menyimpan arsip-arsip (terutama berupa kartu). i. Cardex (Card Index) Cardex adalah alat yang dipergunakan untuk menyimpan arsip yang berupa kartu dengan mempergunakan laci-laci yang dapat ditarik keluar memanjang. Kartukartu yang akan disipan disebelah atas kartu diberi kode agar lebih mudah dilihat. j. File yang dapat dilihat (Visible reference record file) Visible reference record file adalah alat yang dipergunakan untuk menyimpan arsip-arsip yang bentuknya berupa leflet, brosur, dan sebagainya. 4. Penemuan Kembali Arsip. Keberhasilan pelaksanaan manajemen arsip dinamis atau arsip aktif, akan nampak dengan jelas, bilamana semua bahan yang dibutuhkan mudah ditemukan kembali, dan mudah pula dikembalikan ke tempat semula. Karena, penemuan atau pencarian dokumen merupakan alah satu kegiatan dalam bidang kearsipan, yang bertujuan untuk menemukan kembali rsip, karena akan dipergunakan dalam proses penyelengaraan administrasi. Menemukan kembali, juga berarti memastikan dimana suatu arsip yang akan dipergunakan itu disimpan, dalam kelompok berkas apa arsip itu berada, disusun menurut sistem apa, dan bagaimana cara mengambilnya. Menemukan kembali arsip, tidak hanya sekedar menemukan kembali arsip dalam bentuk fisiknya, akan tetapi juga menemukan informasi yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penemuan kembali ini sangat berhubungan dengan keakuratan sistem pemberkasan atau penyimpanannya. Kegiatan penemuan kembali merupakan barometer efisiensinya penyajian informasi kearsipan. Siklus penemuan kembali arsip yang dibetuhkan (retrieval/finding cyclus), dan siklus penempatan kembali (filing cyclus) merupakan prosedur yang memerlukan penanganan tersendiri. Salah satu hal penting yang sering diabaikan dalam penemuan kembali arsip ialah, tidak melakukan pencatatan dalam transaksi peminjaman. Kita sering mengambil arsip tanpa melatui bukti tertulis, atau hanya meminjam lisan saja, bahkan mungkin menggunakannya tanpa seijin petugas, karena merasa sesame teman kantor. Akibatnya, bila kita lupa mengembalikannya, maka arsip itu bisa hilang atau tercecer disembarang tempat. Oleh karena itu, bila kita meminjam arsip sebaiknya mempergunakan surat pinjam atau kartu permintaan pinjam melalui petugas yang menanganinya. Untuk menghindari hal itu, maka perlu dibuat lembar/kartu pinjam arsip. 5. Pemeliharaan Arsip Dalam penjelasan umum UU No.7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan dinyatakan bahwa untuk kepentingan pertanggungjawaban nasional kepada generasi yang akan datang, perlu diselamatkan bahan-bahan bukti yang nyata benar, serta lengkap mengenai kehidupan dan penyelenggaraan pemerintahan negara baik masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. Penyelamatan bahan-bahan bukti tersebut merupakan masalah yang menjadi bidang kearsipan dalam arti yang luas. Pemeliharaan arsip mencakup usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga arsip-arsip dari segala kerusakan dan kemusnahan. Kerusakan atau kemusnahan arsip bisa datang dari arsip itu sendiri, maupun disebahkan oleh serangan-serangan dari luar arsip. Sedangkan, pengamanan arsip adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk meniaga arsip-arsip dari kehilangan maupun dari kerusakan akibat penggunaan. Usaha pemeliharaan arsip berupa melindungi, mengatasi, mencegah, dan mengambil. langkah-langkah, tindakan-tindakan yang bertujuan untuk menyelamatkan arsip-arsip beserta informasinya (isinya). Pengamanan arsip dari segi fisiknya dapat dilakukan dengan cara restorasi dan laminasi. Restorasi arsip adalah memperbaiki arsip-arsip yang sudah rusak, atau yang sulit digunakan, agar dapat dipergunakan clan dapat disimpan kembali. Sedangkan, laminasi adalah menutup kertas arsip diantara 2 (dua) lemari plastik, sehingga arsip terlindung dan aman dari bahaya kena air, udara lembab dan serangan serangga. Dengan cara itu, arsip akan tahan lebih lama untuk disimpan. Sedangkan pengamanan atau upaya menyelamatkan informasi yang terkandung dalam arsip (isi) dapat dilakukan dengan mengalih mediakan ke dalam bentuk media lain, seperti pada micro film, fich, dan ke media digital.

Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM Baca Selengkapnya
Reformasi Manajemen di Era Aparatur Sipil Negara
5 Des 2017

Reformasi Manajemen di Era Aparatur Sipil Negara

Salah satu implikasi dari terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara adalah adanya reformasi birokrasi di instansi pemerintahan, salah satunya dibidang manajemen kepegawaian. Reformasi birokrasi yang dilakukan dalam menejemen kepegawaian meliputi; penetapan kebutuhan pegawai, pengadaan pegawai, pengembangan pegawai, penilain kinerja pegawai, disiplin, penghargaan, pemberhentian, penggajian dan tunjangan, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan.   Penetapan kebutuhan pegawai pada era ASN disusun berdasarkan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS, yang dihasilkan dari penghitungan analisis jabatan dan analisis beban kerja dengan menggunakan e-formation. Dalam penyusunan formasi harus memperhatikan norma, standar dan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Adapun hal yang harus diperhatikan antara lain; analisa kebutuhan, uraian jabatan dan peta jabatan. Menteri yang bertanggung jawab dalam penentuan formasi PNS secara nasional adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara, yang kemudian dibagi kepada kementrian, lembaga, pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dalam hal pengadaan pegawai pada era ASN seperti saat ini, dilakukan dengan menggunakan sistem registrasi on-line. Registrasi on-line wajib dilakukan oleh seorang calon pelamar CPNS sebelum mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Selain hal tersebut, pada era ASN juga mulai diberlakukan seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT). CAT adalah tes untuk merekrut CPNS yang dilakukan secara on line dengan menggunakan computer, yang terdiri dari Tes Kompetensi Dasar dan Tes Kompetensi Kepegawaian. Sistem ini sengaja dirancang untuk menghindari adanya praktik KKN dalam penerimaan CPNS. Pengembangan pegawai di era ASN meliputi pengembangan karir dan pengembangan kompetensi. Pengembangan karir dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah dan juga dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. Pengembangan kompetensi yang dimaksud dalam hal ini adalah kompetensi teknis (tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan tekhnis fungsional dan pengalaman kerja secara tekhnis), kompetensi manajerial (tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen dan pengalaman kepemimpinan), kompetensi sosial kultural (pengalaman kerja yang berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya yang berhubungan dengan wawasan kebangsaan).Adapun pengembangan kompetensi pegawai dalam era ASN dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus dan penataran. Evaluasi sangat penting dilakukan dalam hal pengembangan kompetensi, karena dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengangkatan jabatan dan pengembangan karir pegawai. Penilaian kinerja PNS di era ASN menggunakan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan penilaian 360°. Penilaian SKP adalah penilaian prestasi kerja PNS yang terdiri atas unsur SKP dan unsur perilaku kerja. SKP adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh PNS dalam jangka waktu satu tahun. Perilaku kerja PNS adalah setiap tingkah laku, sikap atau tindakan yang dilakukan oleh PNS atau tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang meliputi aspek orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama, dan kepemimpinan. Penilaian 360° adalah penilaian PNS yang didasarkan pada umpan balik dari setiap orang yang memiliki hubungan kerja dengannya seperti atasan, teman kerja (satu level), bawahan, mitra kerja dan pelanggan. Penilaian 360° pernah diterapkan di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional pada tahun 2012 dan 2013 sebelum adanya penerapan Undang-Undang ASN. Dalam hal menjamin terpeliharanya tata tertib dalam kelancaran pelaksanaan tugas PNS wajib mematuhi disiplin. Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang disiplin PNS di era ASN, masih mengacu pada PP Nomor 53 Tahun 2010 karena sampai dengan saat ini belum diterbitkan peraturan pemerintah pengganti PP tersebut. Merujuk pada pasal 82 dan 83 UU ASN dalam hal pemberian penghargaan pada PNS, telah dinyatakan bahwa PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, dan prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya dapat diberikan penghargaan. Penghargaan tersebut dapat berupa pemberian  tanda kehormatan, kenaikan pangkat istimewa, kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi dan/atau kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan. Dengan kata lain pemberian penghargaan pada PNS di era ASN harus berdasarkan pada kinerja yang ditunjukkan oleh PNS yang bersangkutan. Pemberhentian dalam UU ASN meliputi dua hal yaitu, pemberhentian sebagai PNS dan pemberhentian dari jabatan negeri. Pemberhentian PNS adalah pemberhentian yang menyebabkan yang bersangkutan tidak lagi berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pemberhentian dari jabatan negeri adalah pemberhentian yang menyebabkan yang bersangkutan tidak lagi bekerja pada suatu satuan organisasi negara, tetapi masih berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pemberhentian sebagai PNS terdiri atas pemberhentian dengan hormat, pemberhentian dengan tidak hormat, dan pemberhentian sementara yang ketentuannya diatur dalam peraturan pemerintah yang berlaku.  Dalam UU ASN selain pemberhentian karena alasan tersebut diatas, PNS juga dapat di berhentikan apabila PNS tidak dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Hal tersebut tertuang dalam pasal 77, bahwa PNS yang penilaian kinerjanya tidak mencapai target kinerja dikenakan sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut merupakan sanksi administratif yang diterapkan kepada PNS yang belum pernah diterapkan pada peraturan sebelumnya. Dalam upaya mensejahterahkan PNS, pada pasal 79 dan 80 UU ASN mengamanatkan adanya pemberian gaji yang tunjangan yang adil dan layak. Pemberian gaji harus berdasarkan pada beban kerja, tanggung jawab dan resiko pekerjaan PNS. Adapun tunjangan meliputi tunjangan kinerja yang didasarkan pada pencapaian kinerja, dan tunjangan kemahalan yang didasarkan pada tingkat kemahalan berdasarkan indeks harga yang berlaku di daerah tertentu. Hal ini tentunya berbeda dengan peraturan sebelumnya, yang mana penggajian PNS hanya berdasarkan pada pangkat/golongan dan masa kerja, dan  tunjangan yang ada adalah tunjangan jabatan. Dalam hal pembayaran jaminan pensiun dan jaminan hari tua, ada perubahan sistem pembayaran yaitu dari sistem pay as you go menjadi sistem fully funded. Sistem Pay you go adalah sistem pendanaan pensiun yang dibiayai secara langsung oleh pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa pensiun. Adapun  sistem fully funded adalah sistem pendanaan pensiun yang bersumber dari iuran yang dilakukan secara bersama-sama oleh PNS sebagai pekerja, dan pemerintah sebagai pemberi kerja, dan dana yang terkumpul akan dijadikan sebagai anggaran pensiun. Hal ini dimaksudkan agar anggaran pensiun tidak membebani pemerintah. Perlindungan bagi PNS telah jelas dinyatakan dalam Undang-Undang ASN, bahwa PNS mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Perlindungan tersebut meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian yang mencakup jaminan sosial yang diberikan dalam program jaminan kesehatan nasional.  Selain 3 (tiga) perlindungan sebagaimana tersebut diatas, pemerintah juga memberikan perlindungan berupa bantuan hukum bagi PNS dalam menghadapi perkara di pengadilan yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya sebagai PNS. Secara umum jika kita melihat kondisi dilapangan terkait jalannya reformasi birokrasi  di Indonesia, khususnya dibidang manajemen kepegawaian masih terlihat lamban. Salah satu faktor yang ditengarai menjadi penyebab adalah  masih banyaknya Rancangan Peraturan Pemerintah yang merupakan turunan dari Undang-Undang ASN belum disahkan. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan reformasi birokrasi, karena Peraturan Pemerintah yang digunakan masih menggunakan peraturan lama yang mana substansinya kurang sesuai dengan amanat Undang-Undang ASN. Oleh karena itu perlu adanya percepatan pengesahan Peraturan Pemerintah yang substansinya sesuai dengan amanat Undang-Undang ASN.

Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM Baca Selengkapnya