Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar pemerintahan, teknologi, dan layanan publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kecerdasan Emosional
29 Sep 2017

Kecerdasan Emosional

Setiap manusia pasti memiliki kepribadi yang melekat pada dirinya sebagai ciri khas yang menunjukkan jati diri antara satu manusia dengan yang lainnya. Kepribadian merupakan campuran yang relative konsisten antara emosi, tempramen, pikiran dan tingkah laku, hal ini lah yang nampak pada diri setiap manusia. Sering kita dengar orang marah - marah karena emosi, orang nagis karena tebawa emosi. Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam mengungkapkan emosinya, cara mengendalikan emosinya bahkan kadar emosi setiap orang masti berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hormon, faktor bawaan serta penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi emosi seseorang. Tak banyak orang tahu arti dari emosi itu sendiri serta bagaimana proses terjadinya emosi pada otak manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia emosi adalah  luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat, keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan), keberanian yang bersifat subjektif. Menurut beberapa tokoh lain tentang emosi, diantaranya Chaplin (2005: 163) berpendapat bahawa emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Menurut tokoh lainnya, seperti yang dikemukakan oleh Poerbakawatja (Ali, 2005: 62-63), emosi adalah suatu respons terhadap suatu perangsang yang menyebabkan perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus. Respon demikian terjadi baik terhadap perangsang-perangsang eksternal maupun internal. Dari pendapat tokoh diatas menggambarkan bahwa emosi timbul akibat dari sebuah rangsangan yang muncul baik itu berasal dari eksternal maupun internal. Pendapat lain dikemukakan oleh Daniel Goleman (2009: 411), emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis. Berdasarkan dari pendapat diatas ternyata emosi yang kita pahami selama ini cukup keliru dimana kita berpendapat bahawa emosi selalu erat hubungannya dengan marah, karena ketika emosi timbul gejala yang nampak dari kita selalu marah-marah dan perbuatan lain yang kurang mengenakan. Emosi merupakan aspek yang penting dimiliki oleh setiap manusia sebagai penyeimbang dalam kehidupan, banyangkan bangaimana menderitanya ketika seseorang tertimpa musibah tapi tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, atau ketika seseorang berhadapan dengan masalah tetapi tak tahu bagaimana harus mengkondisikannya. Emosi hendaknya dimiliki oleh setiap orang tetapi memiliki emosi hendaknya sepaket juga dengan tahu cara pengendaliannya. Daniel Goleman (2009: 411) mengemukakan beberapa macam emosi, yaitu: Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, senang, terhibur, bangga. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kemesraan, kasih. Terkejut : terkesiap, terkejut, takjub. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka. Malu : malu hati, kesal. Semua yang dilakukan oleh anggota tubuh manusia merupakan perintah atau berasal dari dalam otak yang kita miliki, otang memberikan perintah tentunya sesuai dengan rang sangan yang diterima oleh indra manusi dan diteruskan ke otak untuk diolah dan selanjutnya diteruskan ke anggota tubuh lainnya sebagai respon berupa perintah. Hal inipun berlaku pada pada emosi, seperti yang telah dipaparkan diatas bahwa emosi timbul karena adanya stimulus dari eksternal maupun internal. Seorang ahli saraf dari New York University mengemukakan melalui pemetaan otak yang sedang bekerja menemukan peran penting amigdala. Amigdala merupakan tempat ingatan emosi dan bagian tubuh yang memproses hal-hal yang berkaitan dengan emosi. Munculnya rasa sedih, marah, nafsu, kasih sayang, dan emosi lainnya pada manusia berkaitan dengan fungsi amigdala dalam otak. Selanjutnya ia menjelaskan bagaiman amigdala mampu mengambil alih kendali apa yang dikerjakan oleh manusia, bahkan sewaktu neokorteks, sebagai bagian otak yang berfungsi untuk mengolah informasi yang diterima, masih menyusun keputusan untuk menentukan respon yang akan diberikan (Aulia, 2008: 11). Secara urutan dapat dijelaskan seperti ini sinyal-sinyal yang ditangkap dari indera dari mata, telinga, atau indera lainnya, terlebih dahulu dikirimkan menuju talamus yangbertujuan untuk menerjemahkan sinyal dari indra ke dalam otak. Selanjutnya pesan itu dikirim ke neokorteks yang akan menganalisis dan menentukan makna dan respon apa yang cocok. Jika respon bersifat emosional maka sinyal yang akan diteruskan ke amigdala untuk mengaktifkan pusat emosi. Tetapi sebagian kecil sinyal langsung menuju amigdala dari talamus dengan transmisi yang lebih cepat tanpa adanya proses lebih lanjut, sehingga memungkinkan adanya respon yang lebih cepat meskipun kurang akurat (Goleman, 2009: 25). Setelah memahami apa itu sebenarnya emosi maka mari kita bahas tentang pengguna emosi yang disini dipilih subjeknya adalah remaja, kenapa remaja yang dipilih karena remaja merupakan masa dimana seorang anak manusia sedang mencari jati dirinya sehingga sangat rentan bersinggungan dengan pengolahan emosi. Remaja yang sedang labil dalam peroses mencapai pendewasaanya pasti dihadapkan dengan hal-hal yang akan menuntut mereka untuk dapat mengelola emosi. Remaja merupakan masa transisi yang dialami seorang dari masa anak-anak menuju dewasa,  untuk usia dewasa jika dilihat dari hukum indonesia yaitu undang-undang maka kita bisa merujuk pada persyaratan dalam menentukan usia pemilih tetap dalam pemilu yaitu 17 tahun sedangkan menurut pandangan islam usia dewasa merupakan kondisi dimana seseorang sudah dikatakan sudah akhil baligh yang ditandai oleh beberapa hal seperti tumbuhnya bulu-bulu dibagian tertentu pada tubuh, keluarnya air mani yang baik disebabkan oleh mimpi atau hal yang lainnya. Di Indonesia, batasan usia remaja yang dipergunakan dalam sensus penduduk tahun 1980 yang mendekati batasan WHO adalah rentang usia 14-24 tahun (Sarwono, 2006: 8). Remaja berasal dari bahasa Latin adolescence yang artinya ”tumbuh” atau ”tumbuh untuk mencapai dewasa”, kata adolescence disini bearti memiliki kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992), secara psikologis menurut piaget remaja merupakan usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, kondisi ini dimana anak merasa bahwa dirinya berada tidak di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama. Perubahan berfikir secara intelektual dalam kehidupan sosial membuat cara berfikir remaja mampu terintegritas dalam hubungan sosial diaman orang dewasa yang menjadi lawan interaksinya. Lebih lanjut lagi pendapat yang dikemukakan oleh Feldman, Olds, dan Papalia (2004: 534) mendefinisikan masa remaja sebagai tahap perkembangan yang merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan baik secara biologis, kognitif dan psikososial. Perubahan ini pada mulanya diawali dengan terjadinya fase pubertas, fase pubertas adalah proses dimana terjadinya perkembangan terhadapan organ reproduksi yang dapat ditandai dengan adanya perubahan terhadap bentuk tubuh atau ukuran tubuh serta dilihat dari kematangan organ reproduksi. Selain itu juga terjadi perkembangan otak yang ditandai oleh perubahan pola fikir, serta perbuhan hormon pada tubuh yang sedikit banyak juka berpengaruh pada prilaku yang nampak pada kehidupan sehari-hari. Berdasarkan ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa masa remaja merupakan masa transisi antara masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan beberapa perubahan yang nampak secara langsung maupun tidak langsung, diantara lain telah terjadi perubahan fisik dari segi bentuk serta ukuran serta perubahan hormon sebagai tanda-tanda perubahan secara biologis, selain itu juga terjadinya perubahan pada pola fikir yang dipengaruhi oleh berkembangnya otak pada manusia yang berdampak pada kognitif serta psikososialnya. Ketika seseorang sudah dinyatakan remaja maka secara tidak langsung kemampuannya untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang lebih luas, lebih banyak serta beragamnya orang-orang mampu dilalui dengan baik. Perkembangan emosi yang dicapai dengan baik akan membuat remaja menjadi lebih matang dalam menjalani hidup dalam proses transisi menuju dewasa yang baik, hal ini perlu ditunjang dengan memiliki penguasaan emosi yang baik pula atau kecerdasan emosi yang baik. Menurut Hurlock (1999: 209) ada tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi pada remaja, yaitu: A. Kondisi fisik. Apabila remaja tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan fisik yang terjadi pada dirinya, seperti yang telah dipaparkan dalam perkembangan remaja, remaja akan mengalami tingkat emosi yang meninggi. Ali dan Asrori juga mengemukakan bahwa sejumlah hormon tertentu dalam diri remaja mulai berfungsi sejalan dengan perkembangan organ seksual sehingga dapat menyebabkan rangsangan di dalam tubuh remaja dan sering kali menimbulkan masalah emosi dalam perkembangan emosinya. B. Kondisi psikologis. Pengaruh psikologis yang penting dalam hal ini, menurut Hurlock (1999: 212) adalah tingkat intelegensi, aspirasi atau keinginan dan kecemasan. Pada remaja dengan tingkat intelegensi rendah, rata-rata memiliki pengendalian emosi yang kurang dibandingkan dengan remaja yang tingkat intelegensinya lebih tinggi. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Abe dan Izard (1999:45) yang mengatakan bahwa perubahan emosi terjadi sebagai dampak dari perkembangan kognitif pada remaja. Kegagalan dalam mencapai aspirasi atau keinginan juga dapat menimbulkan keadaan cemas atau perasaan ketidakberdayaan sehingga mempengaruhi perkembangan emosi pada remaja. C. Keadaan lingkungan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan emosi pada remaja terdiri dari lingkungan rumah atau keluarga, sekolah, serta masyarakat. Ketegangan yang terus menerus akibat kesulitan yang dialami oleh remaja dalam menghadapi perbedaan pandangan dengan orang tua, guru, maupun teman sebaya dan lawan jenis dapat mempengaruhi perkembangan emosi pada remaja (Hurlock, 1999: 213). Perkembangan emosi yang dimiliki remaja dengan baik, tentu sudah pastinya remaja tersebut memiliki kecerdasan emosi yang baik pula. Kecerdasan emosi meliputi Empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri (adaptif), Disukai, kemampuan memecahkan masalah antar pribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, sikap hormat (Shapiro, 2003: 5). Menurut pendapat Salovey dan Mayer, kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.” Kecerdasan emosi pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor lingkungnan, artinya setiap orang yang mampu menyesuaikan dengan baik terhadap lingkungan sekitarnya maka kemampuan kecerdasan emosi pasti dimiliki dengan baik pula, begitu juga sebaliknya ketika seseorang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar maka kemampuan kecerdasan emosinya pasti rendah, hal ini dikarenakan kemampuan ini tidak bersifat menetap ertinya dapat senantiasa berubah. Dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan ini sangat dipengaruhi oleh dukungan orang tua, pola asuh orang tua semasa kecil serta orang-orang yang ada disekitarnya. Goleman berpendapat bahwa kecerdasan emosional merupakan sisi lain dari kecerdasan kognitif yang berperan dalam aktivitas manusia yang meliputi kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri serta empati dan kecakapan sosial. Kecerdasan emosi pada dasarnya lebih ditekankan kepada upaya menganali, memahami dan dan mewujudkan emosi dalam porsi yang sesuai serta dapat mengelola emosi agar lebih bisa terkendali dan dapat memecahkan masalah kehidupan terutama yang berurusan dengan masalah antar manusia. Lebih lanjut lagi Goleman (2009: 58-59) mengungkapkan ada lima aspek kecerdasan emosional yang dapat menjadi pedoman bagi manusia untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, yaitu: 1. Kesadaran diri (self-awareness) Kesadaran diri merupakan dasar kecerdasan emosional. Kesadaran diri yaitu mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan sendiri, memiliki tolok ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat. Pada tahap ini diperlukan adanya pemantauan perasaan dari waktu ke waktu agar timbul wawasan psikologi dan pemahaman tentang diri. Ketidakmampuan mencermati perasaan yang sesungguhnya membuat diri berada dalam kekuasaan perasaan, sehingga tidak peka akan perasaan yang sesungguhnya yang berakibat buruk bagi pengambilan keputusan masalah. 2. Pengaturan diri (self-regulation) Pengaturan diri adalah menangani emosi agar terungkap dengan tepat sehingga berdampak positif, hal ini merupakan kecakapan yang sangat bergantung pada kesadaran diri. Emosi dikatakan berhasil dikelola (emosi produktif) jika mampu menghibur diri sendiri ketika ditimpa kesedihan, dapat melepas kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan bangkit kembali dengan cepat dari semua itu. Sebaliknya, orang yang buruk kemampuannya dalam mengelola emosi (emosi destruktif) akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung atau melarikan diri pada hal-hal negatif yang merugikan dirinya sendiri. 3. Motivasi (motivation) Kemampuan seseorang memotivasi diri sendiri dapat ditelusuri melalui hal-hal sebagai berikut: 1) Cara mengendalikan dorongan hati, 2) derajat kecemasan yang berpengaruh terhadap unjuk kerja seseorang, 3)kekuatan berpikir positif, 4)optimisme, 5)Keadaan flow (mengikuti aliran). Motivasi, disiplin, dan keseimbangan adalah kekuatan yang dikombinasikan untuk mengembangkan dan mendapatkan kecerdasan emosional. 4. Empati (empathy) Emosi seseorang jarang sekali diungkapkan dengan kata-kata, namun emosi seseorang biasanya lebih sering diungkapkan melalui isyarat. Untuk mengetahui perasaan orang lain, seseorang harus dapat membaca pesan non verbal, seperti nada bicara, gerak-gerik, ekspresi wajah dan lain sebagainya. Menempatkan diri pada tempat orang lain memang tidak mudah, namun hal itu diperlukan ketika seseorang memiliki rasa kasih kapada orang lain. 5. Keterampilan sosial (social skill) Keterampilan sosial terjadi ketika kita mengetahui bagaimana: Membicarakan emosi kita kepada orang lain. Maksudnya adalah bagaimana kita dapat mensinkronisasikan perasaan dengan emosi orang lain. Mengetahui perilaku negatif dan mengenal alternatif perilaku positif yang dapat diambil. Misalkan dalam suatu masyarakat yang jelek, maka janganlah menentang begitu saja perilaku tersebut akan tetapi menciptakan suatu yang baru yang positif. Bergaul dengan masyarakat dengan integritas, kejujuran dan rasa syukur. Menyebarkan rasa optimis. Menunjukan perjuangan dalam diri Anda ketika orang lain melawan Anda. Empati dengan orang lain melalui pendengaran, mengkompromikan dan komitmen Anda untuk melakukan yang benar. Menunjukan prinsip-prinsip Anda tanpa menjatuhkan dan dominasi. Melakukan dengan contoh. Menjaga hubungan dengan masyarakat dan mengembangkan keharmonisan (Patton, 2000: 60). Ada beberapa faktor-faktor yang dapat memepengaruhi kecerdasan emosi pada diri seseorang , diantaranya: 1. Faktor Bawaan Kecerdasan emosional seseorang dapat ditingkatkan melalui mempelajarinya kapan saja dari kehidupannya. Namun ada emosi yang bersifat bawaan genetik, dimana bawaan itu sudah menjadi kebiasaan seseorang secara kodrati, misalnya sifat mudah marah dan pemalu. Sifat tersebut merupakan petunjuk emosional yang disebut temperamen. 2. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan ini dibedakan menjadi dua yaitu keluarga dan masyarakat, dimana keluarga atau peran orang tua yang memberikan pola asuh yang baik serta mencurahkan perhatian terhadap aspek emosi pada anak. Sedangkan cara berinteraksi di masyarakat tak kalah pentingnya dalam membentuk kecerdasan emosi seseorang, dengan berkomunikasi dan interaksi yang positif akan memeberikan dampak yang maksimal. Masyarakat disini termasuk juga lembaga pendidikan yaitu Sekolah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa remaja merupakan masa yang tepat dalam pembentukan kecerdasan emosiaonal seseorang, hal ini dapat dimulai ketika tanda-tanda memasuki fase dewa telah nampak, seperti perubahan biologis, kognitif serta psikososial. Gejala-gejala ini sangat mudah dikenali karena dapat dilihat dan dinilai oleh masyarakat awam. Selain itu faktor-faktor yang dapat menunjang kecerdasan emosi seseorang seperti faktor keluarga dan lingkungan dapat berperan aktif dan maksimal dalam menunjang proses kecerdasan emosi yang maksimal, kemampuan seseorang dalam masing-masing aspek kecerdasan emosi berbeda satu sama lain. Kekurangan-kekurangan dalam keterampilan emosional dapat diperbaiki sampai ke tingkat yang setinggi-tingginya karena kecerdasan emosi ini tidak bersifat menetap sehingga dapat berubah untuk meningkat atau malah sebaliknya tergantung pada pribadi masing dalam merespons, mengembangkan ,dan mengupayakan yang maksimal dari setiap faktor yang mempengaruhi nya.

Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM Baca Selengkapnya
Menjaga Kebugaran Untuk Kelayakan Penampilan Widyaiswara  Bkpsdmd Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Menjalankan Aktifitas
26 Sep 2017

Menjaga Kebugaran Untuk Kelayakan Penampilan Widyaiswara Bkpsdmd Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Menjalankan Aktifitas

KEBUGARAN Kebugaran adalah kemampuan tubuh untuk melakukan tugas dan pekerjaan secara maksimal tanpa mengalami kelelahan dan bisa serta mampu melakukan aktivitas dengan nyaman. Kebugaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berhubungan dengan kesehatan dan yang berhubungan dengan keterampilan gerak. Kebugaran tubuh sangat dibutuhkan seorang widyaiswara dalam penampilannya sebagai fasilitator di dalam kelas terhadap peserta diklat. Dengan adanya tingkat kebugaran yang maksimal tentunya akan mendukung kesuksesan dalam memberikan / menyampaikan bahan ajar secara optimal. Tampil sehat, bugar dan penuh semangat di hadapan peserta, penampilan prima ini akan mempengaruhi semangat dan kegairahan peserta untuk mengikuti pelajaran. Selain itu, penampilan yang prima akan mendukung penampilan profesionalisme seorang widyaiswara secara optimal. Ini berarti bahwa betapapun profesionalnya widyaiswara belum berarti banyak tanpa didukung oleh penampilan prima di depan kelas.  Untuk dapat melakukan sesuatu aktivitas diperlukan kondisi jiwa dan raga yang sepadan dengan tingkat kerja yang diemban. Widyaiswara memerlukan  kesiapan fisik dan mental dengan  kondisi yang fit ketika berhadapan dengan peserta di dalam kelasnya.  Dengan demikian maka kesegaran jasmani diartikan sebagai tingkatan kesehatan yang sesuai bagi tubuh untuk melakukan pekerjaan tertentu. Kemampuan tubuh untuk menyesuaikan diri atau mengadaptasikan diri sedemikian rupa terhadap kerja, sehingga tidak lekas lelah dan dapat tetap aktif melaksanakan tugasnya secara tuntas. Segala sesuatu dalam hidup yang berharga pasti membutuhkan usaha. Semakin banyak usaha yang dilakukan, biasanya semakin banyak mendapatkan hasil. Kesabaran dan ketekunan tentu diperlukan saat mengambil langkah untuk menjadi lebih sehat dan bugar. Prof. Sutarman juga turut mengutarakan pendapatnya mengenai pengertian kebugaran jasmani. Beliau mengungkapkan kebugaran jasmani merupakan aspek fisik dan kebugaran menyeluruh yang memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif serta dapat menyesuaikan diri terhadap segala bentuk tantangan terhadap kondisi fisik. Istilah lain dari kebugaran jasmani adalah  physical  fitness. Kesegaran jasmani akan membantu orang-orang untuk beraktifitas dengan lebih efisien dan efektif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Sebenarnya tubuh manusia itu di takdirkan sehat walafiat.tugas kita adalah menjaganya agar tetap tubuh kita tetap sehat, apakah mau jika tubuh anda sakit? tentu tidak mau. Nyatanya di tengah kerjaan yang super padat, ada banyak aktivitas yang dapat menunjang kebugaran tubuh. Jadi, tidak bisa lagi kesibukan di tempat kerja dijadikan alasan untuk membiarkan tubuh melebar ataupun membuat kondisi tubuh menjadi tidak prima. Beberapa tips agar   Widyaiswara terlihat tampil fresh / tampil di depan kelas / peserta : 1. Pisang Jus yang dipilih disini adalah jus buah pisang, sebab buah pisang banyak mengandung energi yang sangat mudah diproses oleh tubuh untuk dijadikan energi. Jadi jika setelah bekerja berat disela istirahat jus pisang untuk mengembalikan stamina yang terkuras. 2. Madu Madu mengandung banyak sekali senyawa aktif yang sangat berguna bagi tubuh, salah satunya adalah asam amino yang mampu mengembalikan stamina yang lelah dan memberikan energi. 3. Kelapa Air kelapa merupakan cairan pada buah kelapa yang mengandung elektrolit yang berguna untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama melakukan aktivitas bekerja. Air kelapa mampu memberikan kesegaran yang alami. 4. Tidur Istirahat diperlukan tubuh untuk memulihkan tenaga yang digunakan dalam bekerja seharian. Para pakar kesehatan sepakat dalam sebuah penelitian bahwa seorang tidur 8 jam perhari untuk dapat menjaga kebugaran dan kesehatannya. 5. Olahraga Olahraga memang akan menjadikan tubuh lelah, namun olah raga sangat diperlukan untuk meregangkan otot dan memperlancar aliran darah. Orang yang mempunyai aliran darah lancar maka kebugaran tubuh akan terbangun dan terjaga dengan baik. 6. Suplemen Herbal Obat herbal sudah tidak asing ditelinga pada era modern seperti sekarang ini, orang mulai mengerti dan memahami obat yang aman untuk dikonsumsi. Obat herbal menjadi solusi banyak orang untuk mengatasi penyakit ringan maupun kronis 7. Berolahraga  Melakukan aktivitas sesuai dengan hobbi dan cocok untuk usia widyaiswara, baik olahraga ringan maupun sedang seperti penulis lakukan olahraga beladiri karate. Rutinitas kegiatan sedemikian rupa dengan gembira tidak terlalu melelahkan dan sederhana, energi dan keringat yang keluar dari tubuh tentu memberikan manfaat.  Penampilan Penampilan fisik manusia adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penampilan luar manusia yang mudah diamati dan dinilai oleh manusia  lain.Penampilan fisik secara disadari atau tidak, dapat menimbulkan respon atau tanggapan tertentu dari orang lain. Sekalipun, dalam kenyataannya banyak ahli yang tidak setuju jika penilaian akan seseorang di dasarkan pada penampilan luarnya saja. Selain pengalaman mengajar dengan berbagai persiapan,metode, strategi penyajian maka penampilan menarik sangat penting di muka kelas agar proses pembelajaran berjalan tidak monoton. Kesehatan hendak terawat dengan baik dengan pakaian tidak perlu mahal dan branded tapi nyaman sesuai aktifitas yang dilakukan. Contohnya sahabat saya bernama Deddy Hartady yang senantiasa berpenampilan menarik dengan ciri khas selalu tersenyum dan berjengkot, berpakaian rapi penuh energik menyampaikan materi pembelajaran sehingga peserta diklat tertegun mengikuti kelasnya dan tidak jenuh sehingga cocok untuk pembelajaran orang dewasa / andragogi. Penampilan adalah hal pertama yang akan dinilai oleh orang lain ketika melihat seseorang. Ibarat buku, penampilan seseorang adalah cover. Meskipun banyak yang mengatakan 'don't jugde a book from its cover', bukan berarti kita boleh mengabaikan penampilan sehingga terkesan kurang enak dilihat ” This is my life” , penampilan  mempengaruhi cara pandang orang terhadap diri kita.  Kemampuan efektif secara dinamis memberikan dorongan membangkitkan semangat peserta sehingga mempengaruhi hasil pembelajaran secara optimal. Penampilan yang menarik dan bervariasi secara serius dapat mengembangkan sikap yang positif memberikan rasa nyaman dalam menikmati materi. Kebugaran yang tercermin dari seorang widyaiswara dapat meningkatkan efektifitas pelatihan. Keindahan penampilan fisik akan memoles keadaan psikis, karena “ when you look good,you feel good ”.Widyaiswara  yang berpenampilan baik pasti memancarkan aura yang berbeda, mata mereka seperti bersinar menatap dengan tajam, dengan langkah kaki terlihat tegap dan  ke arah positip. Duduk, berdiri dan bergerak dengan postur yang lebih berkharisma, tampil demikian nyaris otomatis lebih bersemangat untuk meraih sukses dibandingkan orang lain yang cenderung tidak memperhatikan penampilan mereka.   Sebagai Widyaiswara kita patut menyadari tanggung jawab menata penampilan diri, karena tampilan citra diri kita terhadap orang lain tentunya akan memberikan nilai tambah. Kelayakan Seorang  widyaiswara harus berusaha untuk layak tampil di depan peserta, seolah – olah dialah yang lebih memahami suatu masalah yang dihadapai peserta diklat baik di dalam kelas maupun luar kelas ketika mendampingi visitasi maupun benchmarking. Today, I want to talk about three things.” Setelah itu mulai menjelaskan bagian demi bagian. Cara ini membuat audiens mengerti apa yang ingin dibicarakan dan mengingat setiap bagian dengan baik, mengelompokkan ide-ide dalam tiga bagian selalu memberi kekuatan tersendiri dibanding jumlah lainnya menggunakan teknik tertentu yang membuat hal yang disampaikan menarik audiens. Tidak menunjukkan ketegangan dan kekhawatiran, menyajikan bahasa tubuh yang efektif, fokus pada salah satu atribut bahasa tubuh, sebagai gerakan dasar tubuh mulai dari cara berpakaian di pagi hari, berangkat ke tempat kerja, menyapa teman dan relasi kerja. Kesan pertama yang menyenangkan Penampilan yang memesona menjadi modal berharga guna mengusahakan lepasnya keceriaan dalam waktu singkat. luar sana. Jika pada akhirnya pembelajaran berhasil ditampilkan dengan maksimal, hal ini  senantiasa menampilkan yang terbaik. Hal tersebut begitu penting guna memberikan kesan pertama yang menyenangkan, namun jangan biarkan gambaran karakter itu menjadi penghambat kesuksesan ketika berinteraksi dengan orang lain. Apalagi dalam lingkungan pekerjaan yang profesional dimana diwajibkan untuk tampil profesional. Sama seperti itu, dalam pergaulan sosial, widyaiswara berkualitas pasti akan sadar diri untuk memilih penampilan yang berkualitas. Memperhatikan penampilan dengan kebugaran yang dimiliki sehari-hari, itulah gambaran sebenarnya bagaimana cara memandang kualitas diri sendiri. Ada pameo mengatakan bahwa “ penampilan yang asal-asalan menunjukkan kepribadian yang asal-asalan pula”,konsep be your best self  seharusnya dimiliki yaitu sebuah perjalanan untuk menampilkan citra diri yang terbaik. Tersenyum merupakan cara yang mudah memberikan pencitraan, dikarenakan tersenyum dapat memajukan sitem stamina tubuh dan menciptakan pesan dan situasi yang berbeda-beda, akan memperlakukan diri kita berbeda-beda sesuai dengan gaya penampilan di kelas. Bereksperimen dengan trik sederhana sesuai dengan keadaan kelas, dengan sendirinya merasa terdorong jadi santai, berani, serta penuh ekpresi menawan. Melestarikan kebugaran Setiap widayaiswara pasti mengincar tubuh yang sehat, bagus jasmani atau pun rohani. Akan tetapi disini kita akan berkata soalnya jasmaninya. Banyak dari kita jelas mencari apa pun saja tips kesehatan yang baik serta benar. kebanyakkan mulai tips kesehatan tubuh tersebut tidak menjelaskan mengacu pada jelas segala sesuatu saja yang perlu dalam lakukan. Oleh sebab itu menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar, sehingga tubuh akan lebih tahan terhadap segenap penyakit. Memang dari 19 orang widyaiswara yang ada di lingkungan BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung penampilannya selalu bugar sampai saat ini, inilah daya tarik sehingga peserta kediklatan dapat melalui proese pembelajaran dengan maksimal.  Menjaga kenyamanan tubuh sangat penting, hal itu merupakan satu diantara faktor kesegaran tubuh. Melestarikan kebugaran tubuh otomatis akan menjadi sehat serta menangkal penyakit menyerang tubuh. Setiap manusia pasti meinginkan memiliki tubuh yang segar, baik fisik ataupun semangat. Di dalam tubuh yang sehat ditemui pikiran yang tenang serta sehat juga berfikiran absolut tinking. “ Tubuh yang sehat dan bugar mampu memberikan energi kemenangan untuk jiwa,pikiran, dan kecerdasan dalam mnjalankan fungsinya setiap hari “ Djajendra” Setiap widyaiswara mengharapkan sehat dan bugar itu segalanya dalam hidup. Tubuh yang sehat dan bugar mampu memberikan energi kemenangan untuk jiwa, pikiran, dan kecerdasan dalam menjalankan rutinitas. Orang yang merasa sehat dan bugar memiliki energi kehidupan yang sangat tinggi, sehingga mampu menjalankan semua tugas dengan penuh percaya diri dan tanpa stres. Kebugaran fisik memberikan dorongan penguatan kebugaran terhadap mental, sehingga menjadi widyaiswara yang unggul untuk menjalankan perannya berbagi pengalaman,wawasan/pengetahuan di kediklatan. Kekayaan tak ternilai Kebugaran adalah harta termahal yang paling penting untuk dirawat dengan sepenuh hati, satu-satunya kekayaan dan harta di dunia yang kita miliki merupakan sesuatu tak ternilai yang diberikan oleh allah. Menjalani kehidupan secara optimis dan penuh rasa syukur di dalam kehidupan sehari-hari serta penuh antusias, sehat adalah harta yang tidak bisa diganti dengan materi. Berbahagia sekali bila kebugaran selalu menyertai dengan suka cita, kesehatan hadir dalam aktivitas rutin tanpa merasa ada gangguan kesehatan yang fatal sehingga widyaiswara merasa nyaman dalam menjalankan tugas pokoknya. Dambaan setiap individu memiliki kebugaran yang dinikmati dari pagi sampai malam hari akan mempengaruhi kualitas kerja, inilah kekayaan yang tak ternilai  dan tidak semua orang bisa mendapatkannya dengan mudah. Gaya hidup bugar harus terpelihara sepanjang waktu tidak menunggu sakit namun kekayaan yang diberikan sang pencipta terpelihara secara rutin. Betapapun melimpahnya harta/materi kita, tapi kalau tidak bugar dan tidak mau mensyukuri nikmat, maka semua menjadi hampa. Fungsi widyaiswara sebagai pendidik di dunia kediklatan, seperti sosok seorang guru di sekolah atau dosen di perguruan tinggi berperan sebagai agen perubahan (agent of change) dalam pembinaan dan pengembangan SDM aparatur pemerintah haruslah bugar. Profesionalisme merupakan komitmen para anggota profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus bisa menunjukkan jati diri yang berpenampilan menarik dan penuh semangat.

Rachmat Bahmim Safiri,S.H.,M.Si - WI Muda BKPSDMD Babel Baca Selengkapnya
Implementasi  Undang – Undang  No. 14 Tahun  2008  tentang Keterbukaan Informasi Publik
26 Sep 2017

Implementasi Undang – Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

Lahirnya UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik berkaitan bagaimana terwujudnya transparansi tata kelola keterbukaan informasi publik dimana dengan adanya payung regulasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dapat memberikan jaminan konstitusional  agar praktik demokratisasi dan good governance bermakna bagi proses pengambilan kebijakan terkait kepentingan publik, yang bertumpu pada partisipasi masyarakat maupun akuntabilitas lembaga penyelenggara kebutuhan publik. Untuk itu publik atau warga negara yang memerlukan sejumlah informasi berkaitan dengan proses dan subtansi kebijakan pemerintahan pusat maupun pemerintahan di daerah harus mempunyai regulasi yang menjamin mereka di dalam partisipasi publik. Dalam Pasal 3 UU Nomor 14 Tahun 2008 tercantum beberapa tujuan sebagai berikut : 1. Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik. 2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik. 3. Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan Publik yang baik. 4. Mewujudkan penyelenggaran negara yang baik yaitu yang transparan, efektif dan efesien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan. 5. Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak. 6. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan 7. Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan Badan Publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas. Perkembangan implentasi keterbukaan informasi di masing – masing daerah memerlukan pelembagaan unit pelaksana keterbukaan informasi di daerah, misal dengan Komisi Informasi Publik Daerah (KPID), Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) dan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta dengan pejabat diatasnya (Gubernur, Walikota / Bupati). Dengan adanya interaksi internal yang teratur maka pengguna informasi atau publik mendapatkan informasi yang diinginkan sehingga PPID dan unit – unit SKPD memberikan pelayanan yang diharapkan dan mampu membuat keputusan dalam rilis Informasi Publik. Dalam hal ini SPKD Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah menerapkannya di dalam websitenya. Di dalam implementasi Undang – Undang No. 14 Tahun 2008 ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengaturan Informasi Publik : Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses. Informasi yang dikecualikan bersifat ketat dan terbatas. Setiap informasi harus didapat secara tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana Informasi yang dikecualikan bersifat rahasia sesuai dengan undang – undang, kepatutan, dan kepentingan umum yang didasarkan  pada : Pengujian menyangkut konsekuensinya yang timbul apabila suatu informasi DIBUKA dan Setelah mempertimbangkan dengan seksama bahwa dengan MENUTUP informasi tersebut dapat melindungi kepentingan publik yang lebih besar daripada membukanya dan sebaliknya. Jenis informasi yang dikecualikan sesuai dengan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 Pasal 17 adalah : Menghambat proses penegakan hukum; Menganggu perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan persaingan tidak sehat; Membahayakan pertahanan dan ketahanan negara; Mengungkapkan kekayaan alam Indonesia; Merugikan kepentingan luar negeri Dalam perjalanannya implentasiKeterbukaan InformasiPublik di Pemerintahan Daerah (Pemda) tidaklah selalu mulus ada kalanya terkendala.Kendala ini terbagi atas dua yaitu kendala umum dan kendala spesifik.Kendala Umum ini misalnya berkaitan dengan sosialisasi. Sosialisasi terkendala dikarenakan ada faktor geografis wilayah setempat, akses media seperti media massa dan internet, kurang pedulinya masyarakat dikarenakan tidak tahu hendak melapor kemana bila ada ketidaksesuaian. Untuk Itu peran Forum Komunikasi Informasi Daerah dimaksimalkan sehingga Informasi Publik dapat sampai ke masyarakat. Kendala spesifik seringkali berkaitan dengan faktor kedaerahan itu sendiri misal di Kepulauan Bangka Belitung isu Timah dan Kerusakan Ekosistem menjadi isu sentral sehingga tertutupi isu mengenai Keterbukaan Informasi Publik. Agar implementasi Keterbukaan Informasi Publik semakin baik maka diperlukan faktor berikut: leadership atau kepempinan, tuntutan publik, dan inovasi atau inisitif orsinal yang dilakukan daerah dalam proses mengimplementasikan Undang - Undang Keterbukaan Informasi Publik. Untuk itu dirumuskan berbagai aspek yang dapt mendorong keterbukaan informasi publik, yakni pengetahuan, kemampuan atau kapasitas dan kemauan. Upaya strategis untuk meningkatkan pengetahuan pemerintah daerah dan masyarakat terkait Undang – Undang Keterbukaan Informasi Publik serta segala implikasinya. Sosialisasi harus lebih sistematis terutama memberi perhatian pada urgensi keterbukaan informasi sebagai keharusan atau kebutuhan bagi pengembangan tata kelola yang semakin baik bukan semata – mata sebagai mandat formal Undang - Undang. Kemasan Sosialisasi perlu dilakukan secara inovatif baik untuk menjangkau pemerintah daerah dan masyarakat. Kapasitas pemerintah daerah dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik, dimana pedoman operasional pelaksanaan keterbukaan informasi publik serta fasilitasi – fasilitasi peningkatan kapasitas Komisi Informasi Publik Daerah (KPID) dan Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) perlu dirancang dan dilaksanakan secara serius. Diperlukan intervensi yang lebih sistematis untuk menciptakan dan meningkatkan komitmen dan kemauan pemerintah daerah untuk melaksanakan keterbukaan informasi publik. Mekanisme regulasi yang bersifat memaksa perlu dibarengi dengan mekanisme insentif bagi pemerintahan daerah sehingga keterbukaan informasi publik pada akhirnya menjadi bagian dari praktek pemerintahan sehari – hari. Diperlukan kajian untuk melihat pelaksanaan keterbukaan informasi publik serta probematikanya dari sisi pengguna informasi (masyarakat). Sumber : UU No .14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Kajian Implementasi Keterbukaan Informasi Publik Dalam PemerintahanLokal Pasca UU No. 14 Tahun 2008

Jimmy Arief SP, ST - Prakom Pertama BKPSDMD Prov. Kep. Babel Baca Selengkapnya
Kreatifitas  Menjelang Pensiun ASN Bangka Belitung Untuk Mengisi Purna Bakti
21 Jul 2017

Kreatifitas Menjelang Pensiun ASN Bangka Belitung Untuk Mengisi Purna Bakti

Kesiapan Mental Pensiun sudah pasti tiba pada batas tertentu di Indonesia pensiun tiba pada batas usia tertentu seperti dalam Pasal 87 ayat (1) huruf c dan Pasal 90 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, ditentukan bahwa Pegawai negeri Sipil diberhetikan dengan hormat karena mencapai batas usia pensiun yaitu 58 Tahun untuk struktural dan 60 tahun untuk Fungsional, di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada pada tahun 2017 ada 60 orang yang memasuki masa pensiun. Pemahaman pensiun adalah masa usai pengabdian, berkat pengabdian setiap ASN menjalaninya diberikan penghargaan khusus. ASN dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) mendapat penghargaan berupa Uang Tunjangan Masa Pensiun, berupa gaji setiap bulan, meski gaji tersebut tidak sebesar gaji dimasa bhaktinya. Meski mendapat penghargaan khusus, tetapi ternyata tanggapannya tidak sama. Ada orang yang senang, ada yang kurang senang dan ada juga yang biasa-biasa saja. Bagi yang senang, pensiun dianggap sebagai masa istirahat, karena mereka merasa sudah lelah dan jenuh. Bagi  yang kurang senang, pensiun dianggap sebagai masa yang menakutkan. Sedang bagi yang lain, pensiun dianggap sebagi hal yang lumrah. Menyiapkan mental menjelang pensiun memang perlu dilakukan agar tidak kaget dengan kebiasaan aturan yang berlaku semasa berdinas secara perlahan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru yang dihadapi sebagai orang swasta. Adapun beberapa kiat menyiapkan mental jikalau pensiun berkehendak menjadi seorang wirausaha dalam berbagai bidang maka ada 5 karakter dan mental yang harus dimiliki seorang entrepreneur sukses menurut Bob Sadino agar sukses menjalankan bisnis   : 1. Niat dan Bertekad Kuat 2. Memiliki Kemauan yang Keras 3. Berani mengambil risiko 4. Tahan banting dan tidak cengeng 5. Entrepreneur sukses selalu ikhlas dan bersyukur Perencanaan  ASN hendaknya menyiapkan langkah perencanaan secara matang yang  dirancang sedemikian rupa sehingga harapan untuk berkarya/ berkreatifitas akan memberikan rezeki dimasa pensiun secara dinamis dan dianggap cocok dengan kondisi keuangan dan kesehatan, tidak ada  kata mustahil untuk menyerah dengan keadaan apalagi menjadi cemas / stres karena tidak ada penghasilan yang sama ketika masih aktif justru mendapatkan berkah dari aktifitas. Semangat harus terjaga dan  ceria menikmati purna bhakti selalu dimiliki ketika mendekati waktu  pensiun dengan berbagai pembekalan maupun arahan serta bimbingan dari para saudara,sahabat dan profesional. Pensiunan dapat memberikan arti terhadap orang lain dan lingkungan sekaligus mendatangkan hasil berupa materi, penghargaan, kepuasaan dan kebahagiaan bagi diri sendiri. Inovasi dan motivasi harus berkembang akan menjadi seperti manfaat yang luar biasa dari potensi yang ada sehingga karya tidak akan pernah redup.    Semua orang ingin pensiun dengan nyaman dan aman dari segi keuangan, namun seringnya, banyak yang lupa untuk menyusun rencana pensiun sejak dini. Alhasil, di umur yang sudah tidak muda lagi, keadaan keuangan seseorang masih jauh dari standar stabil atau bahkan aman untuk pensiun.    Agar tidak kehilangan, maka setiap calon pensiunan sebaiknya harus mencipatakan pekerjaan sendiri. Membangun bisnis, salah satunya. Namun membangun bisnis tersebut  jangan dilakukan setelah masa pensiun tiba, tetapi harus dimulai sebelum pensiun, sehingga pada masa pensiun tiba, bisnis itu tinggal melanjutkan. Dengan cara itu, maka tempat kerja kembali siap, aktifitas muncul dan penghasilan tidak berkurang. Adapun  beberapa hal yang dapat dipersiapkan sebagai berikut : Persiapan aset mendasarMulai investasi sejak dini Perhitungan nilai uang di masa mendatang Pilih produk investasi yang cocok Membuat  perencanaan secara matang sekaligus cukup pertimbangan sehingga mampu memperoleh jawaban mengenai prospek usaha untuk masa depan. Bila peluangnya bagus, maka masalah apapun tak mungkin menjadi masalah berarti. Peluang yang terbuka Memasuki masa pensiun bukan berarti akhir dari karir namun bisa tetap berkarya dengan mempersiapkan pilihan bisnis  dan sebagainya sebelum memasuki masa pensiun. Multi pilihan yang bisa dilakukan di masa pensiun. Karakteristik pilihan usaha yang cocok bagi para pensiunan : Sektor usaha yang tidak beresiko tinggi agar masa tua pensiunan tidak berfikir terlalu keras. Sektor usaha tersebut akan lebih baik apabila mudah dioperasikan Sektor usaha yang nilainya akan terus meningkat meskipun pasif Sektor usaha yang sesuai dengan hobbi, ketrampian / keahlian       Sedangkan pilihan usaha yang sekiranya sesuai dengan karakteristik daerah / alam seperti di Bangka Belitung sehingga para pensiunan dapat menjalankannya dengan santai meliputi : No Peluang Usaha 1. Perdagangan 16. Konveksi 2. Agrobisnis 17. Penterjemah 3. Agrowisata 18. Guide 4. Outbound 19. Laundry 6. Pertambangan 20. Service 7. Pariwisata 21. Penulis 8. Jasa 22. Percetakan 9. Kuliner 23. Rental 10. Fashion 24. Perikanan 11. Pendidikan 25. Pertanian 12. Property 26. Peternakan 13. Transportasi 27. Fotografer 14. Investasi     15. Kesenian     Membaca Peluang usaha bisa peroleh dari mana saja bila jeli melihat peluang usaha di sekitar kita bisa menjadi langkah awal ketika hendak membuka usaha. Kepekaan dan kepedulian pada lingkungan sekitar diperlukan untuk memulai konsep usaha karena tidak semua orang mampu melihat peluang tersebut dengan baik.   Sebagian orang memiliki kemampuan finansial untuk memulai usaha namun bingung untuk menentukan usaha apa yang cocok / dibutuhkan. Masih banyak peluang usaha baru lainnya yang terlahir dari ide-ide kreatif. Semua ide tersebut didapatkan karena analisa kebutuhan dan bagaimana memanfaatkan peluang  untuk melengkapi usaha yang sudah berjalan saat ini sesuai dengan pangsa pasa,berani mengeksplorasi berbagai macam peluang usaha untuk digeluti dan harus fokus pada tujuan awal menatap ke depan jika ada prospek yang lebih menjanjikan / menguntungkan.        Pencarian peluang usaha untuk  pensiunan bisa digeluti yang terpenting adalah usaha tersebut minim risiko dan mudah untuk dijalankan. Tujuannya adalah tidak berfikir terlalu keras ketika memasuki masa pensiun dan tetap bisa menjalankan bisnis dengan nyaman. Sektor yang cocok dijalankan adalah menjalankan bisnis sesuai hobi, atau sesuai dengan backround sebelumnya, kemampuan dan keahlian yang dimiliki seperti pepatah cina karakteristiknya : “Kenali Diri + Kenali Musuh = MENANG” (Sun Tzu). Membangun jaringan  (network ) dan relasi bisnis Adanya keberanian membangunan jaringan dengan relasi maka keberhasilan usaha yang akan dibangun tidak hanya sekedar impian belaka. Keberanian adalah modal utama dalam berbisnis. Sebab keberanian akan memudahkan para pebisnis bisa menjaring beragam mitra usaha untuk menumbuhkan usaha yang akan digeluti. Seseorang tidak akan bisa membangun bisnis anda dengan pesat jika tidak bisa mengatasi rasa takut dalam membangun jaringan kerjasama. Partner yang menguntungkan bisnis anda adalah bekal utama agar bisa tumbuh dengan pesat, harus selektif dalam memilih partner bisnis. Jika sudah menemukan yang bisa dipercaya dan memberikan keuntungan, maka hal itu akan menjadi keuntungan bisa membangun kepercayaan pada partner bisnis. Untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bisnis yang cepat kita tidak bisa bekerja sendiri mau harus membangun relasi bisnis yang seluas-luasnya. Memiliki jaringan yang luas sangat penting untuk membantu meraih target besar yang menentukan di masa depan. Jika memiliki sejumlah impian besar yang ingin dicapai maka kekuatan sebuah jaringan bisnis adalah pilihan yang cocok. membangun jaringan merupakan salah satu karakteristik orang-orang sukses. Meski terlihat telah memiliki banyak jaringan, mereka tetap terus menerus mengembangkannya membangun jaringan bisnis dan mendapatkan mitra potensial tentu jadi suatu langkah bisnis yang tepat dan pastinya menguntungkan. Kesempatan memang ada dimana-mana dan kapanpun bisa datang. Jadi harus bisa memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Tantangan Waktu dan perkembangan usaha yang pesat mengubah sikap dan harapan mengenai pensiun yang masih tradisional bisa meningkat. prospek masa pensiun untuk saat ini jelas lebih cerah, tantangan menjadi peluang bila optimis mengenai usaha yang digeluti dan mempunyai solusi yang bisa diterapkan dengan konsep,strategi dan kualitas . Menjadikan sebagai mindset untuk selalu positif, dengan mengingatkan diri bahwa mereka yang sukses pun berhasil melewatinya. Wajar jika dalam memulai usaha, bisnis, dan juga berwirausaha selalu saja terdapat rintangan, tantangan, hambatan, dan kendala yang menghadang, karena disinilah seorang pengusaha akan diuji ketangguhannya. Hambatan dan kendala ini tidak hanya datang kepada para pengusaha pemula saja, tapi juga dihadapi oleh pengusaha yang berpengalaman sekalipun, hanya saja disini sering kali terdapat perbedaan bagaimana mereka menghadapi hambatan dan kendala tersebut.Permasalahan yang sangat klasik sekali untuk para pengusaha. Kalau usaha yang sudah jalan mungkin akan mudah dalam mendapatkan modal dengan meminjam uang di bank, tapi berbeda dengan usaha yang sedang akan dirintis, meminjam uang di bank akan menjadi jalan yang sangat sulit. untuk menghadapai perubahan bisnis yang sangat cepat ini dituntut untuk menempa diri agar siap menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis yang ditekuni. Untuk menghadapi tantangan dituntut mental yang kuat dari sang pengusaha apalagi belum mempunyai pengalaman. Hambatan dalam menjadi wirausaha bisa datang kapan saja. Artinya hambatan tersebut tidak bisa di tebak kapan akan datang. Hambatan dan rintangan dapat muncul tanpa dapat  erasakannya pertanda apapun. Namun tidak semua hambatan demikian. Ada pula hambatan yang bisa di prediksi kapan datang dan perginya. Yang terpenting kita sebagai seorang wirausahawan tentulah harus selalu siap menghadapinya. Solusi Setiap masalah tentu ada solusinya dengan cara menganalisis masalah-masalah dalam berwirausaha sekaligus beberapa alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Kreativitas akan membantu menemukan ide baru diluar kebiasaan yang ada. Berbagai solusi bisa ditempuh dalam mengatasi tantangan apakah menyangkut modal,ketrampilan,bahan baku,pemasaran dan sebagainya. Menjadi pengusaha tentu harus memiliki jurus-jurus ampuh untuk mengatasi setiap kendala. setiap masalah, alhasil setiap hambatan harus diatasi dengan cara yang tidak efektif dan tidak efisien. Solusi untuk mengurangi dampak dari problem dimaksud antara lain : tidak boleh takut dengan tantangan dan persaingan, jangan mengharap bantuan yang tidak pasti, lepaskan belenggu dengan berbagai stategi jitu dan berani melihat peluang di balik masalah. Referensi: Sumber: http://korpri.acehprov.go.id

Rachmat Bahmim Safiri,S.H.,M.Si - Widyaiswara Muda BKPSDM Baca Selengkapnya
Sistem Keamanan Database
19 Jul 2017

Sistem Keamanan Database

A. Pengertian Database Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit. Atau kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap organisasi/organisasi yang memiliki system database. Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data. Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system database Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan. System yang aman memastikan kerahasian data yang terdapat didalamnya. Beberapa aspek keamanan yaitu : Mambatasi akses ke data dan servis;, Melakukan autentifikasi pada user; Memonitor aktivitas-aktivitas yang mencurigakan B. Tujuan Tujuan dari keamanan database dengan maksud untuk membantu Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memahami bagaimana caranya menangani suatu insiden yang terjadi pada data-data yang dimiliki oleh organisasi. Penanganan insiden yang terjadi pada data-data organisasi, akan sangat bermanfaat untuk mengurangi resiko yang diakibatkannya. Resiko yang terjadi pada bocornya data-data penting / rahasia yang dimiliki oleh organisasi bisa jadi akan sangat membahayakan, terutama apabila data tersebut jatuh kepada ditangan orang yang tidak bertanggungjawab dalam menggunakan data-data tersebut. C. Ruang Lingkup Prosedur ini menetapkan suatu proses untuk penanganan insiden keamanan data/database di mana kerahasiaan, integritas atau ketersediaan telah atau mungkin dilanggar. Insiden pada keamanan data mungkin bisa disebabkan karena beberapa hal seperti, pencurian data, pembobolan data, dan pembuangan limbah dari data rahasia. Semua pelanggaran itu harus ditangani, dinilai, diselidiki dan dilaporkan sesuai dengan standar prosedur yang ada. D. Prosedur Penanganan Insiden Terhadap Database Penanganan suatu insiden ditujukan utuk mencapai hal-hal sebagai berikut: Mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang sifat insiden; Menghalangi atau mencegah eskalasi kerusakan yang disebabkan oleh insiden tersebut, jika mungkin; Memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh insiden tersebut; Mengumpulkan bukti insiden itu, yang sesuai; Memulihkan layanan sesegera mungkin; Mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengurangi insiden masa depan. Supaya tujuan diatas dapat terlaksana dengan baik, maka perlu ditentukan tahap-tahap untuk melakukan penanganan terhadap insiden yang terjadi. Tahap-tahap tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Tahap-tahap penanganan insiden 1. Tahap Persiapan (Preparation) Tahap persiapan dimana kebijakan, prosedur, teknologi, dan sumber daya manusia harus disiapkan secara matang, dimana akan digunakan pada proses pencegahan dan penanganan terhadap insiden yang terjadi pada keamanan data / database. Dalam suatu organisasi / institusi, kemampuan melakukan respon yang cepat terhadap suatu insiden, merupakan persiapan yang mendasar bagi penanganan insiden yang terjadi pada data. Langkah-langkah yang harus diambil pada tahap ini adalah; 1.1 Penyiapan Personil (orang) Meskipun memiliki kendali proses dan teknis yang kuat, keamanan dapat dikompromikan  dengan  memanfaatkan  personil  dan  membuat mereka melakukan tindakan yang sebaliknya tidak diizinkan. Tim penanganan insiden yang terampil dan adanya matrik eskalasi merupakan komponen kunci dari startegi penanganan yang efektif. Sebuah tim penanganan insiden yang baik adalah sumber daya sangat berharga ketika  dibutuhkan untuk menangani situasi yang mungkin timbul karena adanya gangguan pada database. Sebagaimana personil adalah sumber daya organisasi utama yang akhirnya bisa dirugikan oleh gangguan yang terjadi pada database organisasi, kesadaran akan keamanan merupakan salah satu dari isu-isu yang perlu terus menerus dipantau dan ditingkatkan untuk perlindungan yang tepat dari berbagai serangan. 1.2 Kesadaran Keamanan Kesadaran keamanan dapat dianggap sebagai yang paling penting dari semua langkah-langkah persiapan, yang dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mencegah sebagian besar masalah yang akan timbul. Hal ini mendidik pengguna tentang cara melindungi informasi, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan, siapa yang harus dihubungi pada keadaan darurat dan bagaimana cara menganalisis jika mendapatkan kesulitan. 1.3 Matrik ekskalasi penanganan insiden Setiap organisasi harus memiliki matrik eskalasi penanganan insiden yang secara jelas mendefinisikan siapa yang harus dihubungi dalam kasus insiden. Hal ini juga menunjukkan tingkat eskalasi untuk keterlibatan lebih jauh sesuai dengan kompleksitas atau dampak dari insiden. 1.4 Tim Terampil Penangan Insiden Sebuah tim dalam penanganan insiden yang berpengetahuan dan terampil dapat mengurangi sebagian besar dampak terhadap bisnis. Tim penanganan insiden harus dimiliki pemahaman yang sangat baik dan tingkat keterampilan dalam berbagai teknologi yang digunakan oleh organisasi. Dalam menangani insiden, tim penanganan insiden harus menyiapkan dokumen-dokumen berupa kebijakan dan prosedur. Suatu dokumen kebijakan biasanya menguraikan persyaratan tertentu atau aturan yang harus dipenuhi. Suatu dokumen prosedur adalah dokumen yang memandu pengguna secara teknis dalam proses (langkah demi langkah) tentang cara untuk mencapai persyaratan yang telah ditetapkan dan diuraikan dalam dokumen kebijakan. 2. Tahap Identifikasi Tahap ini adalah tahap di mana penelusuran terhadap insiden yang terjadi pada data/database sebuah organisasi mulai diidentifikasikan. Penyebab terjadinya insiden harus dilakukan pada tahap ini, penyebab adanya gangguan dari database bisa berasal dari dalam sistem komputer maupun dari manusia sebagai pengguna sistem komputer. Dari dalam sistem komputer yang digunakan, penyebabnya bisa berasal dari beberapa sumber, yaitu: 2.1 Malware yang menyerang sistem komputer Malware yang menyerang pada sistem dan jaringan komputer bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada server database. Gangguan yang ditimbulkan bisa berupa terganggunya akses terhadap layanan data dan bahkan bisa merusak data-data pada komputer maupun server database. Hal-hal berikut bisa menjadi ciri-ciri terjadinya gangguan akses terhadap database yang disebabkan oleh malware antara lain : 1.Antivirus tidak berfungsi seperti yang diharapkan; 2.Kegagalan membuka utilitas sistem pada sisi client; 3.Lambatnya Respon CPU; 4.Sistem / Aplikasi crash. 2.2 Gangguan sistem jaringan komputer Salah satu faktor penting dari keamanan database adalah ketersediaan dari database itu sendiri. Saat ini, hampir semua database ditempatkan pada mesin khusus yang berupa server database. Untuk mengakses data-data dalam database, bisa dilakukan dengan menggunakan model client server. Pada model client server, peranan dari jaringan komputer sangatlah penting. Gangguan keamanan pada jaringan komputer bisa mengakibatkan gangguan pada layanan database. Pengamatan pertama yang bisa dilihat pada gangguan adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengakses server database, bahkan koneksi terhadap database bisa terputus. Gangguan lain pada sistem jaringan adalah terdapatnya proses pemindaian dan capture data-pada yang keluar masuk pada server database. Proses ini bisa terdeteksi dengan menggunakan tool IDS berbasis host pada server, maupun IDS berbasis jaringan. Identifikasi bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada log dari IDS tersebut. Disamping memasang IDS, tool lainnya yang bisa digunakan adalah snort, tcpdump, ettercap. 2.3 Kerentanan aplikasi database yang digunakan Konfigurasi dan manajemen patch adalah pendekatan prinsip untuk memperbaiki kelemahan dari sistem basis data. Fitur-fitur default dari aplikasi pembangun database harus diubah. Identifikasi dapat dilakukan dengan melihat patch yang pernah dilakukan dan memeriksa fitur-fitur default dari sistem aplikasi database. 2.4 Kerentanan kode/program Kerentanan kode-kode(program) yang digunakan untuk mengakses database, dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk menembus sistem keamanan dari database. Kode-kode itu meliputi kode-kode sql maupun kode-kode yang digunakan untuk membangun aplikasi dari sistem database. Pemeriksaan  terhadap kode-kode itu bisa dilakukan untuk mengidentifikasi dari adanya gangguan keamanan pada database. Contoh dari serangan pada rentannya kode-kode adalah sql injection, buffer overflow, cross site scripting. 2.5 Kelalaian pengguna database Apabila tidak ditemukannya adanya tanda-tanda bahwa penyebabnya berasal pada sistem komputer, maka identifikasi harus diarahkan kepada para pengguna sistem komputer. Beberapa perilaku dari pengguna komputer yang bisa membahayakan keamanan data, yaitu: 1. Penggunaan password yang sembarangan Kerahasiaan password yang tidak terjaga dengan baik, bisa mengakibatkan password jatuh ke pihak yang tidak diinginkan. Akibatnya adalah pihak-pihak yang tidak memiliki akses ke dalam database dapat mengakses database tersebut. Dengan demikian maka pihak  tersebut akan dengan mudah menguasai database. 2. Lupa melakukan log off dari sistem computer Kelupaan dalam melakukan log off pada sistem komputer dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mengambil dan bahkan menghapus data-data penting yang terdapat pada sistem komputer. Identifikasi dari kasus ini bisa berupa ditolaknya akses ke dalam databse (record telah diubah atau dihapus), padahal tidak ditemukannya gejala malware, gangguan pada sistem jaringan komputer, dan kerentanan kode-kode sql dan program aplikasi database yang digunakan. Sedangkan pada kasus tercurinya database, identifikasi sulit dilakukan, karena dampak dari pencurian database tidak bisa dirasakan secara langsung. Pemilik data baru menyadari bahwa data-data telah tercuri apabila pihak pencuri telah melakukan ekspose terhadap data-data yang telah dicuri tersebut. Pada tahap identifikasi ini, disamping  melakukan identifikasi untuk mengetahui penyebab terganggunya sistem database, juga dilakukan  identifikasi terhadap penting atau tidaknya data/informasi yang telah mengalami gangguan. Hal itu dilakukan untuk melihat dampak yang diakibatkan oleh terganggunya data/informasi yang memiliki tingkat kerahasiaan tinggi. 3. Tahap Containment Pada tahap ini akan dilakukan pencegahan lebih lanjut terhadap kerusakan atau kebocoran lebih lanjut dari data-data penting/rahasia dari organisasi. Apabila gangguan pada database disebabkan oleh adanya malware, maka dilakukan proses containment seperti pada prosedur penanganan insiden malware. Apabila gangguan pada database disebabkan oleh adanya gangguan pada system jaringan, maka dilakukan proses containment seperti pada prosedur penagnanan insiden jaringan. 3.1 Memblokir password yang digunakan untuk mengakses database Apabila penyebabnya berasal dari keteledoran dari para pengguna system komputer, terutama penggunaan password yang sembarangan, maka semua password-password tersebut harus diganti. Administrator sistem komputer harus memblokir semua password, dan memberikan password baru kepada para pengguna sistem. 3.2 Melihat insiden yang pernah ada (Basis Pengetahuan) Langkah selanjutnya setelah mengidentifikasi gejala dasar malware adalah menelusuri dokumen untuk mencari pengetahuan yang berisi insiden yang pernah terjadi di masa lalu. Jika insiden tersebut merupakan pengulangan, maka prosedur yang diikuti sebelumnya harus dieksekusi dan dianalisis secara mendalam dari setiap langkah untuk mengidentifikasi penyebab terulangnya kejadian dan memastikan apakah Langkah-langkah tersebut cukup atau tidak. Jika belum, maka diperlukan perbaikan secara utuh pada prosedur. 3.3 Melakukan backup semua data pada database Sebelum memasuki fase pemberantasan, semua data yang terdapat pada database yang ada diambil sebagai backup dan harus terus diisolasi dari backup lain yang mungkin telah terganggu keamanannya. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan data yang hilang, setelah selesainya analisis. 3.4 Memeriksa konfigurasi dan patch dari aplikasi database Konfigurasi default dari aplikasi database harus diubah, konfigurasi default merupakan salah satu kelemahan dari suatu aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyerang dan mengganggu fungsi normal dari suatu aplikasi. 3.5 Memeriksa konfigurasi dan patch dari sistem operasi database server Kerentanan yang terdapat pada sistem operasi yang digunakan pada database server juga bisa digunakan oleh penyerang untuk mengganggu layanan data pada database server. Kerentanan itu harus diperiksa untuk memastikan keamanan dari sistem operasiyangdigunakan. 3.6 Memeriksa kode-kode program yang digunakan pada database Kode-kode program yang digunakan untuk mengakses dan memanipulasi data-data pada suatu database harus memenuhi standar keamanan tertentu. Tidak amannya penggunaan kode-kode ini bisa dimanfaatkan oleh penyusup untuk masuk ke dalam database. Apabila seorang penyusup berhasil masuk kedalam database dan mendapatkan hak akses penuh, maka penyusup dapat mencuri dan bahkan menghapus data-data penting dalam database. 3.7 Melakukan investigasi terhadap personil Investigasi terhadap personil dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keamanan terhadap hak akses ke dalam database yang dimiliki oleh para personil/karyawan. Bagaimana para karyawan  dalam mengelolah kunci dan password yang telah dimilikinya harus mendapatkan perhatian. Penyusup ke dalam sistem database bisa memanfaatkan celah keamanan dari kerentanan pengelolahan hak akses para pengguna yang sah. Keteledoran dalam menyimpan password dapat menyebabkan password jatuh ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 3.8 Memeriksa penyandian yang digunakan pada data Supaya data-data yang tersimpan pada database memiliki keamanan yang relative tinggi, maka data-data tersebut harus disandikan (enkripsi). Data-data yang telah terenkripsi akan sulit diketahui arti sebenarnya dari data tersebut. Proses penyandian data dapat dilakukan pada data yang sedang dikirimkan pada jaringan, maupun data penting (memiliki tingkat kerahasiaan tinggi) yang tersimpan  pada database. 3.9 Memeriksa integritas database Memeriksa integritas data ditujukan untuk melihat tingkat keparahan dari kerusakan data yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada sistem database. Informasi yang di simpan dalam basis data bisa berupa apa saja yang membuat keakuratan informasi dalam basis data itu perlu dipertanyakan. Untuk itulah integritas data dibutuhkan untuk menjaga keakuratan dan kebenaran data. Integritas data merupakan sebuah batasan atau syarat yang di peruntukan dalam basis data yang berfungsi dalam pembatasan data yang dapat simpan dalam basis data itu sendiri. Batasan itu  menjaga kerusakan terhadap database dengan memastikan bahwa perubahan tidak menyebabkan inkosistesi dari data. Integritas disini mengacu pada konsistesi, akurasi dan keakuratan data yang disimpan dalam database. 4. Tahap Pemberantasan Tahap ini merupakan tahapan untuk melakukan pemberantasan terhadap penyebab dari terjadinya insiden pada data/database. Pemberantasan yang dilakukan harus berdasarkan sumber dari serangan, yaitu 1.Serangan malware, apabila terganggunya keamanan database disebabkan oleh malware, maka dilakukan prosedur pemberantasan malware (terdapat pada penanganan insiden malware); 2.Serangan pada network, apabila terganggunya keamanan database disebabkan oleh adanya serangan pada jaringan, maka dilakukan prosedur pemberantasan gangguan pada jaringan (terdapat pada penanganan insiden jaringan); 3.Memperbaharui kerentanan dari sistem operasi dari server database; 4.Memperbaharui kerentanan pada kode-kode pemrograman apabila ditemukan adanya kerentanan pada kode-kode pemrograman yang digunakan untuk mengakses database,  maka segera perbaharui kode-kode program tersebut sesuai dengan standar   keamanan yang telah ditetapkan oleh vendor/pembuat bahasa pemrograman.; 5.Memperbaharui konfigurasi dari aplikasi dengan mengubah semua konfigurasi default sesuai dengan yang disyaratkan oleh vendor pembuat suatu aplikasi; 6.Memperbaharui metode akses Apabila terdapat kerentanan terhadap metode akses terhadap suatu system atau database, maka segera perbaharui kerentanan tersebut. Tindakan ini bias sampai perubahan pada personil yang memiliki hak akses terhadap suatu sistem. 7.Memperbaharui metode pengiriman data Data-data yang dikirimkan melewati media pada jaringan harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Data-data yang disalurkan pada media harus disandikan agar tidak mudah dibaca oleh pihak- pihak yang melakukan pengintaian dan capture pada lalu lintas jaringan komputer. Hal ini terutama untuk data-data yang  disalurkan dengan menggunakan media udara (wireless). 5. Tahap Pemulihan Pemulihan merupakan tahap untuk mengembalikan seluruh sistem bekerja normal seperti semula. Pada insiden keamanan data/database, pemulihan dilakukan terhadap penyebab terjadinya kebocoran/kerusakan data/database. Langkah- langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut a.Apabila serangan berasal dari sistem jaringan, konfirmasikan bahwa serangan pada jaringan telah selesai dan layanan database bisa dilakukan kembali. Untuk melihat pulihnya jaringan bisa dilakukan dengan memanfaatkan perintah pada command prompt seperti ping, tracert, pathping. b.Apabila serangan berasal dari adanya malware, maka konfirmasikan  juga  bahwa  malware  telah  dibersihkan,  dan client dapat mengakses database pada server secara aman. c.Validasi sistem Sistem yang telah pulih, harus divalidasi terhadap kesalahan atau kekurangan konfigurasi apapun. Jika ada kekurangan pada perangkat lunak atau data yang ditemukan, maka akan ditambahkan. Melakukan patching dan mengubah konfigurasi pada sistem database, apabila konfigurasi pada sistem database telah menjadi penyebab terjadinya insiden pada database, harus dilakukan. Sebuah tanda tangan dari pengguna dan pemilik system seharusnya diminta untuk mengkonfirmasikan pemulihan lengkap dan normal  dari sistem . d.Pemulihan Operasi Setelah validasi sistem pulih selesai, pemilik sistem memutuskan kapan untuk menempatkan sistem kembali online. Rekomendasi mengenai keamanan sistem dapat diberikan kepada pemilik sistem. Pemilik harus mengakui rekomendasi ini melalui memo yang telah ditandatangani. Rekomendasi berisi tentang penguatan pertahanan terhadap sistem dari database, misalnya mengharuskan dilakukannya enkripsi pada penyaluran data melalui jaringan, data-data penting yang tersimpan juga harus dienkripsi, dan bisa juga rekomendasi untuk mengganti kunci-kunci enkripsi yang ada e.Pemulihan Database Apabila telah terjadi kerusakan pada database, maka database yang telah terganggu (rusak atau hilang) harus dipulihkan kembali dengan cara melakukan restore dari backup yang telah dilakukan. f.Pemulihan terhadap metode akses Pemulihan terhadap metode akses dilakukan dengan mengganti password- password yang telah diblokir. Password-password baru tersebut harus diubah oleh para penggunanya dengan mengikuti mekanisme yang telah diberikan oleh administrator. Konfirmasi pengubahan password harus dilakukan oleh para pengguna. g.Pemantauan Sistem Akhirnya aktifitas penting pada tahap pemulihan adalah melakukan pemantauan secara cermat agar sistem database tidak terganggu kembali. Pemantauan ini dilakukan untuk melihat adanya 1.Infeksi dan penyebaran malware 2.Aktifitas gangguan pada jaringan (DOS, DDOS) 3.Aktifitas pemindaian dan capture pada lalu lintas jaringan 4.Aktifitas pada server database (memantau log) 6. Tahap Tindak Lanjut Tahap ini adalah fase di mana semua dokumentasi kegiatan yang dilakukan dicatat sebagai referensi untuk dimasa mendatang. Fase ini dapat memberikan masukan kepada tahap persiapan untuk  meningkatkan pertahanan. Tahap dimana semua tahap sebelumnya  telah dilalui, tujuan dari tahap ini adalah untuk, Pelaporan, membuat laporan mengenai langkah-langkah dan hasil yang telah didapatkan pada penanganan insiden yang telah dilakukan. mendokumentasikan dampak dan biaya dari terjadinya insiden serangan pada sistem database. Pembelajaran, adalah langkah yang sangat penting yang sering diabaikan. Pelajaran harus dapat dipetik dari kegiatan sesegera mungkin setelah penanganan insiden usai. Semua keputusan dan langkah-langkah yang diambil sepanjang siklus penanganan insiden harus ditinjau. Semua prosedur harus ditinjau untuk melihat di mana perbaikan dapat dilakukan.Salah satu hal penting yang harus dilakukan setelah berhasil menangani sebuah insiden adalah memperbarui pengetahuan.  Catatan tentang penambahan pengetahuan ini harus ditambahkan pada dokuman laporan dan direview oleh semua pihak yang telah berperan dalam penanganan insiden. Hal ini akan membantu dalam penanganan insiden serupa di masa depan dengan mudah, efisien, dan cepat Peningkatan kepedulian terhadap keamanan jaringan, dengan melakukan review setelah setiap kejadian, akan memungkinkan bagi organisasi untuk  melakukan perbaikan terus-menerus dan berpotensi pada pengurangan yang signifikan akibat dampak insiden. Peningkatan pertahananSetelah penanganan selesai, Root Cause Analysis digunakan untuk menguatkan berbagai kontrol keamanan yang terdapat dalam organisasi. Tim teknis dapat dibuat peduli dan menyadari terjadinya gejala serangan pada sistem database yang sama, tim penanganan  insiden dapat diberikan insiden serupa untuk melatih diri dan manajemen dapat memperkenalkan kontrol keamanan yang baru untuk mengurangi risiko di masa depan. Memperbaharui segala standar dan prosedurSemua jalan masuknya penyusup ke dalam sistem database yang diidentifikasi harus tepat diblokir untuk mencegah serangan masuk ke dalam jaringan  data dimasa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan aturan baru di perimeter dan perangkat penyaringan lainnya (seperti filter URL, filter email, IDS). Memungkinan pembaharuan pada dokumen-dokumen berikut: Standard Operating Procedures Prosedur Operasi Darurat Disaster Recovery plan (DRP) KESIMPULAN Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi sistem, dan memiliki konsekuensi terhadap organisasi/organisasi yang memiliki sistem database. Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari sistem database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data. Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu  sistem database. Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh pengguna yang tidak berhak. Sistem keamanan database adalah sistem, proses, dan prosedur yang melindungi database dari aktivitas yang sengaja maupun tidak disengaja. Sistem yang aman memastikan kerahasian data yang terdapat didalamnya. Beberapa aspek keamanan yaitu : Membatasi akses ke data dan layanan; Melakukan autentifikasi pada user; Memonitoring aktivitas-aktivitas yang mencurigakan. Keamanan database dapat dikelompokan sebagai berikut : 1. Pencurian  dan penipuan. Pencurian dan penipuan database tidak hanya mempengaruhi lingkungan database tetapi juga seluruh organisasi/organisasi. Keadaan ini dilakukan oleh orang, dimana seseorang ingin melakukan pencurian data atau manipulasi data, seperti saldo rekening, transaksi, transfer dan lain-lain. Untuk itu fokus harus dilakukan pada kekuatan sistem agar menghindari akses oleh orang yang tidak memiliki kewenangan. 2. Hilangnya kerahasiaan dan privasi Suatu data dapat memiliki nilai kerahasiaan, karena data tersebut merupakan sumber daya yang strategis pada organisasi, maka pada kasus ini data tersebut harus diamankan dengan memberikan hak akses pada orang tertentu saja. 3. Hilangnya integritas Integritas ini berkaitan dengan akurasi dan kebenaran datadalam database, seperti data korup. Hal ini akan secara serius mempengaruhi proses bisnisorganisasi/organisasi. 4. Hilangnya ketersediaan Hilangnya ketersediaan berarti data, sistem, keduanya tidak dapat diakses, layanan mati, yang tentunya secara serius sangat mempengaruhi organisasi/organisasi. Saat ini banyak organisasi yang membutuhkan kemampuan sistem yang aktif 7 x 24 , 7 hari 1minggu. Berdasarkan pengelompokan tersebut, tentunya banyak aspek yang harus kita perhatikan demi terciptanya keamanan database. Bisa saja seseorang mencuri komputer kita yang berisi data penting, mungkin juga karyawan yang diberi hak untuk mengakses data melakukan kejahatan dengan menjual informasi tersebut pada pihak lain demi kepentingan pribadi. Hal- hal tersebut memang termasuk kendala keamanan database yang harus mendapat perhatian, tetapi seorang administrator tidak dapat mengawasi kelemahan tersebut. Seorang administrator hanya fokus  pada sistem database itu sendiri, dan hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian juga dalam organisasi. Tentunya perkembangan teknologi mengharuskan suatu organisasi untuk mengimplementasikan sistem database yang bukan hanya aman tetapi juga mudah diakses dan handal, menyala 7x24 jam, 7 hari 1 minggu tanpa off. Penyebaran informasi secara global sangat menguntungkan semua pihak. Dengan adanya Internet, komunikasi antar cabang, organisasi, konsumen dan sebagainya semakin mudah. Pemberian informasi mengenai organisasi kepada masyarakat melalui internet merupakan salah satu strategi komunikasi, marketing, public relation organisasi tersebut, adanya transaksi on line yang meningkatkan gaya hidup masyarakat dan lain-lain. Semua itu tidak terlepas dari suatu perkembangan sistem database dan tentunya membuat keamanan menjadi rentan. Sangatlah mudah dalam suatu lingkungan database diciptakan suasana yang menakutkan, tanpa kepastian dan keraguan. Sebagai seorang administrator sangat perlu memperhatikan kondisi tersebut. Tentukan resiko yang sebenarnya dan selidiki apa yang dapat dilakukan terhadap kondisi itu. Sebenarnya kebanyakan database terkonfigurasi dalam keadaan yang mudah ditembus, akan tetapi hal ini bukan berarti database tidak dapat dibuat aman sebagaimana mestinya. Secara garis besar keamanan database dikategorikan sbb: 1. Kemampuan Server Perlindungan Server adalah suatu proses pembatasan akses yang sebenarnya pada database dalam server itu sendiri. Server sebagai tempat database harus benar-benar dijamin keamanannya. 2. Trusted IP Access Setiap server harus dapat mengkonfigurasikan alamat ip yang diperbolehkan mengakses dirinya. Sistem harus tidak mengijinkan semua orang untuk dapat mengakses server, sebagaimana tidak mengijinkan seseorang memasuki rumah tanpa ijin. Jika server melayani suatu web server maka  hanya alamat web server itu saja yang dapat mengakses server database tersebut. Jika server database melayani jaringan internal maka hanya alamat jaringanlah yang boleh menghubungi server. Sangat dianjurkan untuk tidak menggabungkan   server    web    dengan    server  database informasi internal organisasi, ini adalah suatu cara yang buruk untuk seorang admin. Trusted Ip Acces merupakan server database terbatas yang hanya akan member respon pada alamat ip yang dikenali saja. 3. Koneksi Database Saat ini semakin banyaknya aplikasi dinamis menjadi sangat menggoda untuk melakukan akses yang cepat bahkan update yang langsung tanpa authentifikasi. Jika ingin mengijinkan pemakai dapat mengubah database melalui web page, pastikan untuk memvalidasi semua masukan untuk memastikan bahwa inputan benar, terjamin dan aman. Sebagai contoh, pastikan untuk menghilangkan semua code SQL agar tidak dapat dimasukan oleh user. Jika seorang admin membutuhkan koneksi ODBC, pastikan koneksi yang digunakan unik. 4. Kontrol Akses Tabel Kontrol akses tabel ini adalah salah satu bentuk keamanan database yang sering diabaikan, karena cukup sulit penerapannya. Penggunaan control akses table yang benar membutuhkan kolaborasi antara sistem administrator dengan pengembang database. Hal inilah yang sulit dilakukan. Pemberian ijin user untuk mengakses informasi dapat membuat informasi terbuka kepada publik. Pelanggaran keamanan mungkin terjadi karena seorang hacker yang mampu melewati langkah-langkah keamanan yang telah dibentuk. Ini mungkin juga dikenal sebagai suatu pelanggaran keamanan. Keamanan pelanggaran bisa terjadi bukan hanya karena hacker, tetapi juga karena kecerobohan. Ada undang-undang tentang pelanggaran keamanan yang menyatakan bahwa seseorang harus diberitahu ketika informasi vitalnya telah diganggu. Ada banyak cara yang berbeda tentang bagaimana menangani pelanggaran keamanan ketika keamanan database telah dilanggar. Database (dan khususnya SQL) telah lama menjadi bagian Integral dari sistem dalam menjalankan bisnis, baik dalam bentuk awalnya, yaitu file database biasa maupun dalam bentuk sekarang ini,yaitu database yang berorientasi pada tingkat lanjut. Kebutuhan atas penyimpanan dan pengaksesan informasi secara cepat menjadi hal-hal yang  mendesak bagi tiap bisnis atau aplikasi, begitu pula web. Aplikasi-aplikasi web sekarang ini berpasangan dengan database. Database dipakai untuk beragam kegunaan mulai dari menyimpan nama- nama user dan password-pasword untuk akses resmi, sampai untuk menyimpan alamat-alamat email user, dan informasi kartu kredit untuk mempermudah pengiriman produk dan pembayarannya. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai keamanan web harus mencakup  juga lapisan databasenya dan terpenting memahami juga bagaimana penyusup berusaha memasuki aplikasi untuk memperoleh akses ke bagian-bagian datanya. Keamanan database merupakan satu dari sekian banyak metodologi yang sering diabaikan dan tidak dikembangkan untuk melengkapi dan memperketat kebijaksanaan atas keamanan database, beberapa cara dibawah ini berguna untuk pencegahan dalam tiap kelemahan. 1. Selalu mengupdate patch Baik untuk Microsoft maupun oracle, patch-patch dan beberapa perbaikan baru biasanya diedarkan secara regular. Memastikan untuk mengunduh dan menginstalnya segera setelah patch-patch itu tersedia. Selalu menguji patch terlebih dahulu pada system mirror atau pada sistem yang tak menghasilkan produksi, tidak pada system yang sebenarnya, 2. Menerapkan aturan-aturan firewall yang ketat Memastikan memeriksa konfigurasi firewall dari waktu ke waktu dan selalu memblock port-port akses database seperti TCP dan UDP 1434 (MS SQL) dan TCP1521-1520 (Oracle). 3. Sanitasi/Penyaringan Input Direktorat Keamanan Informasi, Halaman 24/40Penyaringan harus dilakukan pada yang di terima dari user, data–data yang diterima harus diperiksa tipenya (integer, string, dan seterusnya) dan harus memotong karakter-karakter yang tidak diinginkan, misalnya meta karakter. 4. Membuang Stored Procedure Stored Procedure adalah sebuah prosedur yang disimpan dalam suatu tabel database. Memastikan telah membuang semua stored procedure (termasuk extended stored procedure) dari keseluruhan database, termasuk master. Script-script yang kelihatannya tidak berbahaya ini bisa memberi bantuan dalam menumbangkan bahkan database yang paling aman sekalipun. 5. Enkripsi Session Jika server database terpisah dari server, memastikanuntuk mengenkripsi session dengan beberapa cara, misalnya menggunakan IPSec built-in PadaWindows. 6. Sedikit Hak-hak khusus Memastikan untuk menerapkan sesedikit mungkin hak-hak akses untuk mengakses file-file database.

Herru Hardiyansah, S.Kom - Prakom Muda pada BKPSDMD Baca Selengkapnya
Otonomi Daerah Esensi, Tujuan dan Manfaatnya Bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
18 Jul 2017

Otonomi Daerah Esensi, Tujuan dan Manfaatnya Bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

1. Pengertian Otonomi Daerah Otonomi daerah dapat diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Nomor 32 Tahun 2004) definisi otonomi daerah sebagai berikut: “Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.” UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mendefinisikan daerah otonom sebagai berikut: “Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kewenangan mengatur dan mengurus rumah tangga daerah di negara kesatuan meliputi segenap kewenangan pemerintahan kecuali beberapa urusan yang dipegang oleh pemerintah pusat seperti: 1. Hubungan luar negeri 2. Pengadilan 3. Moneter dan keuangan 4. Pertahanan dan keamanan Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan pada acuan hukum, juga sebagai implementasi tuntutan globalisasi yang harus diberdayakan dengan cara memberikan daerah kewenangan yang lebih luas, lebih nyata dan bertanggung jawab, terutama dalam mengatur, memanfaatkan dan menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerahnya masing-masing. Berdasarkan UU No. 32 tahun 2004 pasal 1 ayat 7, 8, 9 tentang Pemerintah Daerah, ada 3 dasar sistem hubungan antara pusat dan daerah yaitu : Desentralisasi yaitu penyerahan wewenang pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu Tugas perbantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan atau desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan. 2. Esensi Otonomi Daerah  Pelaksanaan otonomi daerah telah memunculkan kesempatan identitas lokal yang ada di daerah tidak terkecuali di Bangka Belitung. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusat mendapatkan respon tinggi dari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi dari pemerintah pusat. Dana tersebut memungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan juga pariwisata. Kebijakan-kebijakan pemerintah daerah juga akan lebih tepat sasaran dan tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga akan lebih efisien. Ada dua pendekatan yang didasarkan pada dua proposisi (Penni Chalid, 2005). Pertama, pada dasarnya segala persoalan sepatutnya diserahkan kepada daerah untuk mengidentifikasikan, merumuskan, dan memecahkan persoalan, kecuali untuk persoalan-persoalan yang tidak mungkin diselesaikan oleh daerah itu sendiri dalam perspektif keutuhan negara-bangsa. Kedua, seluruh persoalan pada dasarnya harus diserahkan kepada pemerintah pusat kecuali untuk persoalan-persoalan tertentu yang telah dapat ditangani oleh daerah. Yang pertama disebut sebagai pendekatan federalistik, sedangkan yang kedua sebagai pendekatan unitaristik. 3. Tujuan Otonomi Daerah Tujuan dari otonomi daerah menurut undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 2 ayat 3 menyebutkan bahwa tujuan otonomi daerah ialah menjalankan otonomi yang seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang memang menjadi urusan pemerintah, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Berikut penjelasannya: Meningkatkan pelayanan umum. Dengan adanya otonomi daerah diharapkan ada peningkatan pelayanan umum secara maksimal dari lembaga pemerintah di masing-masing daerah. Dengan pelayanan yang maksimal tersebut diharapkan masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dari otonomi daerah. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setelah pelayanan yang maksimal dan memadai, diharapkan kesejahteraan masyarakat pada suatu daerah otonom bisa lebih baik dan meningkat. Tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut menunjukkan bagaimana daerah otonom bisa menggunakan hak dan wewenangnya secara tepat, bijak dan sesuai dengan yang diharapkan. Meningkatkan daya saing daerah. Dengan menerapkan otonomi daerah diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah dan harus memperhatikan bentuk keanekaragaman suatu daerah serta kekhususan atau keistimewaan daerah tertentu serta tetap mengacu pada semboyan negara kita “Bineka Tunggal Ika” walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua. Tujuan utama dikeluarkannya kebijakan otonomi daerah yaitu membebaskan pemerintah pusat dari berbagai beban dan menangani urusan suatu daerah yang bisa diserahkan kepada pemerintah daerah. Oleh karenanya pemerintah pusat memiliki kesempatan untuk mempelajari, merespon, memahami berbagai kecenderungan global dan menyeluruh serta dapat mengambil manfaat daripadanya. Pemerintah pusat diharap lebih mampu berkonsentrasi dalam perumusan kebijakan makro atau luas yang sifatnya umum dan lebih mendasar, juga dengan adanya desentralisasi daerah dapat mengalami proses pemberdayaan yang lebih optimal. Sehingga kemampuan prakarsa dan kreativitas pemerintah daerah akan terpacu, dan dalam mengatasi masalah yang terjadi di daerahnya semakin kuat. Tujuan lainnya dari kebijakan otonomi daerah antara lain: mengembangkan kehidupan demokrasi, pemerataan, keadilan, mendorong dalam memberdayakan masyarakatnya, meningkatkan peran serta masyarakat, mengembangkan peran dan fungsi DPRD juga memelihara hubungan baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. 4. Manfaat Otonomi Daerah Bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Berdasarkan Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Dalam menyelenggarakan otonomi daerah mempunyai hak yaitu: Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya Memilih pimpinan daerah Mengelola aparatur daerah Mengelola kekayaan daerah Memungut pajak daerah dan retribusi daerah Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang berada di daerah Mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dengan hak yang diperoleh daerah tersebut tentu memiliki dampak positif atau manfaat bagi daerah terutama Bangka Belitung. Diantara dampak positif pelaksanaan otonomi daerah terutama bagi Provinsi Bangka Belitung diantaranya yaitu: Dengan adanya otonomi daerah terbentuklah Provinsi Bangka Belitung, dengan demikian Bangka Belitung yang selama ini berada dalam satu provinsi Sumatera Selatan menjadi provinsi tersendiri yang bisa mengatur rumah tangga sendiri sehingga pemberdayaan masyarakat, pengelolaan anggaran dan sumber daya alam menjadi lebih efektif dan efisien. Potensi kekayaan alam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melimpah, yang berasal dari hasil hutan, perkebunan, pertanian, perikanan, dan pertambangan. Menurut data dari Pemprov Babel bahwa sektor pertambangan  telah mampu menyumbang cukup besar sekitar 13 persen perekonomian di Kepulauan Bangka Belitung dengan komoditas utama timah. Selain sektor pertambangan, kegiatan perekonomian masyarakat dominan pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung terus mengalami perlambatan selama periode 2011–2014. Selama kurun waktu 2011-2014 kinerja perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki laju pertumbuhan rata-rata 5,58 persen. Dapat lebih memberdayakan dan meningkatkan kemampuan pemerintah daerah Provinsi Bangka Belitung dalam hal pengurangan pangangguran dan kemiskinan. Berdasarkan data BPS Babel bahwa tingkat pengangguran di Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung berada di bawah rata-rata tingkat pengangguran nasional. Seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi, tingkat  pengangguran wilayah cenderung menurun pada tahun 2008 – 2012 , namun kembali meningkat  pada tahun 201 3 - 2015, yang menunjukkan peningkatan angkatan kerja baru selama tahun  2008 – 2015 masih mampu diserap oleh lapangan kerja yang tersedia. Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2008 - 2015 berkurang sebesar  2,44 persen. Adapaun tingkat kemiskinan di wilayah ini selama kurun waktu 2008-2015 persentase penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berkurang sebesar 3,18 persen namun kemiskinan di wilayah ini masih menempati urutan tertinggi secara nasional. Tingkat kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2008-2015 selalu berada diatas rata-rata nasional. Dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan publik. Masyarakat Bangka Belitung merasakan pelayanan agak meningkat dibandingkan sebelum diterapkannya otonomi daerah terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Sekolah-sekolah, puskesmas dan rumah sakit semakin banyak dan mudah dijangkau oleh masyarakat, sehingga tingkat pendidikan dan kesehatan semakin meningkat. Berdasarkan data dinas pendidikan Kepulauan Bangka Belitung bahwa jumlah siswa putus sekolah semakin menurun dari tahun ke tahun bila dibandingkan dengan sebelum penerapan otonomi daerah. Demikian juga di bidang kesehatan, dimana angka kematian ibu melahirkan misalnya dapat ditekan. Dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, baik dalam perencanaan, pengawasan, pendanaan, maupun dalam pemanfaatan hasil-hasil pembangunan. Otonomi Daerah merupakan suatu kesempatan bagi daerah untuk mengaktualisasikan dan mengoptimalkan potensi yang ada di daerah. Dengan segala kewenangan yang ada pada daerah yang telah diatur dalam peraturan yang berlaku, daerah harus bisa menjalankan dan melaksanakan kewenangan tersebut secara optimal dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Di era otonomi daerah kesempatan dan kemungkinan bagi pengusaha daerah untuk mendapatkan manfaat dari perkembangan pasar dunia, banyak dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintahan Daerah dalam merespon desentralisasi fiskal. Terhadap respon dimaksud perlu dikenali hingga sejauh mana desentralisasi fiskal mengakibatkan perubahan biaya transaksi dalam perekonomian daerah dan kemampuan masyarakat dalam pembiayaan pendidikan. Salah satu faktor lain yang sangat penting dalam terciptanya sistem Pemerintahan Daerah yang ideal adalah Sumber Daya Manusia atau aparatur pelaksana dan pengawas dalam sistem Pemerintahan Daerah tersebut. meskipun peraturan dibuat sebaik mungkin untuk menciptakan sistem Pemerintahan Daerah yang ideal, bila aparatur yang melaksanakan dan mengawasi jalannya pemerintahan daerah tersebut tidak memiliki integritas, maka yang terjadi adalah terciptanya sistem pemerintahan yang kental akan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).

Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel Baca Selengkapnya