Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar pemerintahan, teknologi, dan layanan publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pengelolaan Arsip Secara Elektronik
4 Jul 2017

Pengelolaan Arsip Secara Elektronik

1. Pendahuluan Perkembangan dan kemajuan di bidang teknologi elektronik begitu pesat pada dekade ini, ia telah mampu memberikan pengaruh yang cukup besar pada perubahan perilaku manusia. Kemajuan teknologi di bidang informasi khususnya menjanjikan kemudahan dan kecepatan dalam melalukan akses kepentingannya. Kini telah muncul kecenderungan setiap orang akan semakin lekat dengan barang-barang elektronik, seperti handphone dan komputer. Kedua jenis barang ini melalui sistem digital mampu mengadopsi beberapa fungsi barang yang lain, seperti telepon, surat, camera, recording, cetak, radio, alat musik, dan sebagainya. Dengan menggunakan alat-alat ini membuat orang menjadi tidak terbatas untuk menembus ruang dunia yang luas dan menjadikannya tidak terisolasi dengan dunia. Maka perubahan itu pun telah membawa dampak pada ketergantungan dan menjadi bagian dari kebutuhan hidup. Proses perkembangan teknologi sendiri akan terus melaju seakan takkan mampu dikejar, ia akan terus bergerak maju dengan produk-produk yang selalu up to date dengan perubahan generasi dari waktu ke waktu. Maka dampak perubahan itu sedemikian besar sehingga produk-produk out of date takkan sinkron dengan produk terbaru, karena setiap produk baru dipastikan memiliki spesifikasi yang lain. Dengan kemajuan teknologi, dunia kearsipan yang selama ini seakan hanya berkutat dengan kertas-kertas lusuh dan berbau menyengat, kini tak juga ketinggalan memanfaatkan teknologi ini sebagai alat untuk mengakses lebih jauh dan luas. Arsip-arsip kuno dan memiliki informasi yang bernilai guna sejarah atau yang lain serta mengandung keunikan yang sangat menarik dapat disajikan dan diakses melalui media elektronik tersebut. Dengan memungkinkannya pengaksesan yang lebih luas diharapkan arsip sebagai bahan bukti yang sekaligus mampu berbicara tentang fakta dan peristiwa sejarah ini mampu memberikan arti dan manfaat yang lebih besar bagi kehidupan manusia. Sehingga arsip-arsip yang dulunya hanya bisa dilihat dan dibaca di ruang baca lembaga pengelola arsip, kini dapat dimanfaatkan secara online dari jarak jauh. Menurut asalnya arsip berasal dari bahasa yunani “archivum” yang artinya tempat untuk  menyimpan. Sementara itu tempat penyimpanan dokumen masa pemerintahan berada di Balai Kota (archeon). Dengan demikian, arsip yang mengadopsi istilah “archief” dari bahasa Belanda yang ada kemiripan dengan bahasa Yunani “achivum”. Arsip disatu sisi berarti warkat yang disimpan yang wujudnya dapat selembar surat, kuitansi, data statistik, film, kaset, CD, dan  sebagainya. Ada beberapa pembatasan pengertian tentang arsip : The Liang Gie dalam Sularso Mulyono dkk. Bahwa Arsip adalah kumpulan warkat yang disimpan secara sistematis karena mempunyai keguanaan agar  setiap  kali diperlukan dapat secara cepat ditemukan kembali. File adalah arsip aktif yang masih terdapat di unit kerja dan masih diperlukan dalam proses administrasi secara aktif (Hadi Abubakar, 1996:10) Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupannya bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (UU No. 43 tahun 2009 pasal 1 ayat 2). Arsip adalah dokumen tertulis yang mempunyai nilai historis, disimpan dan dipelihara ditempat khusus untuk referensi (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Arsip adalah segala kertas naskah buku, foto, film, mikrofilm, rekaman suara, gambar peta, bagan atau dokumen lain dalam segala macam bentuk dan sifatnya, aslinya atau salinannya, serta dengan segala cara penciptaannya, dan yang dihasilkan atau diterima oleh suatu badan, sebagai bukti atas tujuan organisasi, fungsi, kebijaksanaan, keputusan, prosedur, pekerjaan atau kegiatan pemerintah yang lain atau karena pentingnya informasi yang terkandung di dalamnya (Wursanto, 1991:18). Filling (Kearsipan) adalah penempatan kertas-kertas dengan sedemikian rupa dalam tempat penyimpanan yang baik menurut aturan yang telah ditentukan terlebih dahulu sehingga setiap kertas (surat) apabila diperlukan dapat ditemukan kembali dengan mudah dan cepat (Sularso Mulyono dkk, 1985:3). Dengan   uraian   konsep   arsip   dan   batasannya  tersebut,  dapat ditarik sebuah gambaran bahwa arsip perlu diatur penyimpanannya. Sehingga, tidak sekedar penyimpanan kumpulan warkat sebagai bahan pegingat (arsip), tetapi perlu    pengaturan cara  prosedur  penyimpanan  (kearsipan). Hal itu  dapat dijelaskan dengan keterangan berikut ini : Penyimpanan (storing), ini berarti arsip perlu disimpan, tidak   boleh diletakkan   demikian rupa sehingga setiap orang dapat membaca arsip bagaimanapun kecilnya tetap bersifat rahasia. Penempatan (placing), ini berarti arsip tidak sekedar disimpan, tetapi harus diatur dimana arsip itu harus diletakkan. Penempatan arsip sangat terkait dengan penemuan kembali apabila diperlukan. Penemuan Kembali (finding), ini  berarti arsip  harus   dapat   ditemukan kembali   apabila  diperlukan sebagai   bahan   informasi  dengan mudah  dan cepat. Proses alih media arsip menjadi data elektronik pun telah mulai dilakukan lembaga-lembaga kearsipan di berbagai daerah. Dengan menggunakan alat scanner dan komputer dapat dilakukan migrasi arsip menjadi data elektronik yang dapat diolah sesuai kebutuhan. Data arsip elektronik yang disimpan sebagai master dengan ukuran tertentu dijadikan sebagai bahan dasar kemudian dikonversi ke dalam jenis file tertentu dan dikompresi sesuai dengan keperluan, misalnya untuk bahan dalam program layanan arsip, pembuatan bahan presentasi, pameran, dan sebagainya. Tanpa maksud menafikan alih media ke dalam mikrofilm, maka alih media ke data elektronik setidaknya memberikan beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh mikrofilm. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari alih media ke data elektronik antara lain adalah alat mudah didapatkan, penyelesaian pekerjaan lebih cepat, akses layanan lebih mudah dan lebih cepat, pemeliharaan data lebih murah dan lebih mudah. Setidaknya dapat dimaklumi bahwa anggaran operasional untuk pengelolaan arsip pada umumnya di berbagai daerah tidaklah menunjukkan data yang signifikan dengan kebutuhan yang sebenarnya, sehingga untuk pengolahan arsip pun belum bisa maksimal apalagi untuk penyimpanan, pemeliharaan, perawatan serta pelestarian arsip. Belum lagi ditambah masalah sumberdaya manusia yang kurang memadai maka pengelolaan arsip tidak optimal. Dengan ditunjangnya pengelolaan arsip menggunakan teknologi digital ini membuat kearsipan tidak jauh tertinggal. Khasanah arsip dalam bentuk digital/elektronik dapat diakses lebih luas sehingga fungsinya mampu menggantikan fisik arsip. Dengan demikian akan mengurangi mobilitas fisik arsip yang berdampak pada pengurangan tingkat kerusakan serta menghindarkan dari kehilangan. Dengan tersedianya data arsip elektronik pada unit layanan khususnya dapat mengurangi mobilitas keluar-masuknya arsip dari depo penyimpanan. Di jaman yang serba IT ini pengelolaan arsip sudah selayaknya memanfaatkan teknologi yang canggih tersebut. Disamping berfungsi sebagai pengembangan sistem pengelolaan juga bermanfaat sebagai perlindungan arsip, karena pemeliharaan dan perawatan fisik arsip tetap memiliki arti yang sangat penting sebagai bukti otentik harus dipertahankan keberadaannya. Arsip elektronik atau sering disebut juga arsip digital merupakan arsip yang sudah mengalami perubahan bentuk fisik dari lembaran kertas menjadi lembaran elektronik.  Proses konversi arsip dari lembaran kertas menjadi lembaran elektronik disebut alih media.  Proses alih media menggunakan perangkat komputer yang dibantu dengan perangkat scanner kecepatan tinggi. 2. Pengolahan Arsip Secara Manual Arsip-arsip yang memiliki nilai guna permanen atau statis dan tersebar pada lembaga pemilik atau pencipta baik lembaga-lembaga pemerintah, swasta, maupun perorangan pada prinsipnya harus diselamatkan dan dilestarikan sebagai bahan bukti dan pertanggungjawaban di masa mendatang. Sayangnya kebiasaan yang terjadi di masyarakat kita umumnya kurang memperhatikan penyimpanan dan perawatan arsip yang dimiliki. Sehingga sering dijumpai kasus hilangnya arsip maupun arsip rusak yang tidak diperlakukan dengan baik dalam penyimpanan dan pemeliharaannya. Oleh karena itulah lembaga pemerintah mempunyai kewajiban menyelamatkan arsip untuk kepentingan di masa yang akan datang. Lembaga kearsipan, baik yang berada di pusat maupun daerah mempunyai kewajiban untuk menyelamatkan arsip yang bernilaiguna permanen. Akan tetapi pada kenyataannya tidak semua lembaga kearsipan mampu melaksanakan tugas ini, lebih-lebih lembaga kearsipan daerah. Permasalahannya cukup banyak yang menjadi alasan sehingga tugas penyelamatan tidak dapat dilaksanakan, misalnya menyangkut sumberdaya baik manusia maupun dana. Kelembagaan yang tidak mendukung pelaksanaan tugas itu, dan sebagainya. Arsip statis yang masuk ke lembaga kearsipan dapat melalui kegiatan penyerahan arsip maupun kegiatan penyelamatan atau akuisisi arsip. Dengan kata lain lembaga kearsipan dapat menerima secara pasif maupun secara aktif melakukan kegiatan penyelamatan atau akuisisi ke lembaga-lembaga pemilik dan/atau pencipta arsip. Setelah arsip terkumpul di lembaga kearsipan baru dilakukan kegiatan pengolahan arsip. Kegiatan pengolahan arsip harus dilakukan karena tanpa melalui pengolahan maka tidak ada kegiatan layanan arsip. Dengan kata lain arsip yang dapat dilayankan hanyalah arsip-arsip yang telah dilakukan pengolahan. Seberapapun canggihnya sistem pengelolaan arsip, hal itu tetap akan dimulai dari pengolahan secara manual. Kegiatan pengolahan ini dimulai dari pemilahan arsip untuk memisahkan antara arsip dan non arsip, mendeskripsi, manuver kartu deskripsi, manuver berkas, membungkus arsip dan menyimpan, serta membuat daftar arsip/inventaris sebagai sarana pencarian dan penemuan kembali arsip. Setelah arsip terolah dan menjadi bahan informasi yang siap disajikan atau dilayankan maka sistem pengelolaan dengan teknologi yang canggih baru dapat dilakukan sebagai back up maupun sebagai penunjang dalam pelayanan atau bahkan menjadi sistem baru yang menggantikan sistem pelayanan manual itu sendiri. Tetapi hal itu dapat dilakukan apabila segala perangkatnya telah tersedia, baik menyangkut software termasuk regulasi tentang pedoman layanan maupun hardwarenya serta ahli dan sumberdaya manusia yang mampu mengelola. 3. Proses Alih Media Arsip Arsip yang telah dilakukan pengolahan dan siap dilayankan dapat dilakukan proses alih media. Alih media arsip sendiri merupakan kegiatan migrasi atau memindahkan arsip ke dalam format yang lain, misalnya dari media kertas ke data elektronik, kaset ke elektronik/digital, dan sebagainya. Kegiatan mengalihmediakan arsip harus tetap mengacu pada sistem manual yang berlaku sehingga ketika diakses baik dari jalur manual maupun lewat jaringan dapat bertemu pada titik yang sama yaitu menemukan arsip yang diinginkan. Arsip-arsip yang bermediakan kertas, seperti arsip tekstual dan foto dapat dilakukan pengalihmediaannya dengan scanning, pengolahan data scanning, listing atau pembuatan daftar arsip dilakukan scanning, entry data ke dalam daftar arsip, dan editing daftar. Setelah itu dilakukan pengkopian arsip ke dalam media simpan bisa berupa CD, DVD, atau eksternal hardisc serta penggandaan daftar arsip yang dialihmedia sebagai sarana jalan masuk untuk pencarian arsip digital. Pengalihmediaan arsip ke dalam data elektronik ini merupakan master data, oleh karena itu memiliki karakter ukuran yang sangat besar. Demikian juga arsip yang berbentuk audio dan audio visual yang tersimpan dalam kaset atau roll film harus dipindahkan dan dikonversikan ke dalam data suara dan audio visual jenis elektronik/digital. Hasil alih media arsip disimpan dalam bentuk file-file yang secara fisik direkam dalam media elektronik seperti Harddisk, CD, DVD dan lain-lain.  Penyimpanan file-file ini dilengkapi dengan Database yang akan membentuk suatu sistem arsip elektronik yang meliputi fasilitas pengaturan, pengelompokan dan penamaan file-file hasil alih media. Sistem arsip elektronik merupakan otomasi dari sistem arsip manual.  Maka sistem arsip elektronik sangat tergantung dengan sistem arsip manual, dengan kata lain sistem arsip elektronik tidak akan terbentuk tanpa ada sistem arsip manual. Manfaat Arsip Elektronik: Cepat ditemukan dan memungkinkan pemanfaatan arsip atau dokumen tanpa meninggalkan meja kerja. Pengindeksan yang fleksibel dan mudah dimodifikasi berdasarkan prosedur yang telah dikembangkan akan menghemat tenaga, waktu dan biaya. Pencarian secara full-text, dengan mencari file berdasarkan kata kunci maupun  nama dan menemukannya dalam bentuk full text dokumen. Kecil kemungkinan file akan hilang, hal ini karena kita hanya akan melihat dilayar monitor atau mencetaknya tanpa dapat mengubahnya. Kita dapat mencarinya bedasarkan kata atau nama file jika tanpa sengaja dipindahkan. Tentunya ada prosedur unutk membackup ke dalam media lain, misalnya CD atau external hard disk. Menghemat tempat, dengan kemampuan 1 CD-RW berkapasitas 700 MB akan mampu menyimpan dokumen dalam bentuk teks sebanyak ± 7000 lembar (1 lembar setera dengan 100 KB dalam format PDF) atau ±700 foto (1 foto setara dengan 1 Mb dalam format JPEG). Mengarsip secara digital, sehingga risiko rusaknya dokumen kertas atau buram karena usia dapat diminimalisir karena tersimpan secara digital. Juga berisiko akan berpindahnya dokumen ke folder yang tidak semestinya tau bahkan hilang sekalipun akan aman karena disimpan secara digital. Berbagai arsip secara mudah, kerena berbagi dokumen dengan kolega maupun klien akan mudah dilakukan memalui LAN bahkan internet. Meningkatkan keamanan, karena mekanise kontrol secara jelas dicantumkan pada buku pedoman pengarsipan secara elektronik, maka orang yang tidak mempunyai otorisasi relatif sulit untuk mengaksesnya. Mudah dalam melakukan recovery data, dengan memback-up data ke dalam media penyimpanan yang compatible. Bandingkan dengan men-recovery dokumen kertas yang sebagian terbakar atau terkena musibah banjir atau pun pencurian, pemback-upan akan sulit dilakukan lagi. Arsip elektronik diciptakan melalui proses digitalisasi dari arsip konvensional dimana proses ini membutuhkan tahapan-tahapan sebagai berikut: a. Tahapan pengumpulan bahan Arsip yang dipilih untuk dilayankan adalah dengan mempertimbangkan kegunaan arsip dimana arsip yang sering dicari oleh pengguna adalah yang menjadi prioritas pertama, kemudian adalah arsip yang sudah rapuh atau segera rusak, untuk menjaga, merawat, maupun untuk pertimbangan perlindungan maka arsip-arsip yang sudah rapuh didahulukan untuk dilayankan sehingga disamping sebagi fungsi pelayanan juga untuk fungsi perlindungan. Pertimbangan selanjutnya adalah dari sisi informasi, semakin penting informasi yang terkandung di dalam arsip maka arsip tersebut menjadi prioritas untuk segera dilayankan. b. Tahapan Pemindaian Tahapan pemindaian dimana arsip konvensional jenis tekstual dan jenis foto dilakukan pemindaian dengan alat pemindai yaitu scanner. Proses pemindaian dilakukan dengan hasil disesuaikan pada format TIFF yaitu format image tanpa kompresi dan resolusi pada 600dpi untuk perlindungan arsip. c. Tahapan Manipulasi Tahapan dimana arsip elektronik disesuaikan sehingga nantinya dapat digunakan pada aplikasi dengan baik. Karena file hasil digitalisasi adalah sangat besar dan berformat TIFF maka pada tahapan ini diubah formatnya ke dalam bentuk pdf dan ukuran resolusi diperkecil sampai dengan 25% dari aslinya. d. Tahapan Entry Data Setelah arsip elektronik dilakukan proses manipulasi dan siap untuk digunakan maka selanjutnya adalah melakukan entry data dimana data deskripsi arsip disesuaikan dengan arsip elektronik sehingga pengguna dapat melakukan pencarian dari aplikasi ini dengan menggunakan kata kunci sesuai dengan deskripsi arsip dan dpat langsung melihat arsip elektronik hasil penemuan kembali tersebut. Dengan layanan yang langsung dapat menggunakan arsip. e. Tahapan Editing dan Koreksi Tahapan terakhir diman pada tahapan ini disamping dilakukan koreksi terhadap pengetikan deskripsi arsip juga dilakukan koreksi apakah data deskripsi arsip yang dientry sudah sesuai dengan arsip elektronikanya. Jika pengetikan maupun kesesuaian data belum benar maka segera dilakukan editing yang diharapkan dari proses koreksi dan editing ini tidak ada kesalahan teknis dalam hal pengetikan dan kesesuaian data. 4. Akses Arsip Digital Di jalur internet, kelihatan sudah ada beberapa daerah yang membuka web site untuk kegiatan kearsipan sebagai jalur akses. Di bidang ini belum ada ketentuan yang mengharuskan setiap daerah membuka web site, sehingga tidak semua daerah memiliki web site kearsipan. Lebih-lebih sistem ini hanya sebagai penunjang kegiatan kearsipan dan semua itu tergantung kemampuan daerah yang bersangkutan serta apresiasinya terhadap kearsipan. Yang lebih ironis lagi adalah yang telah membuka web site tetapi pengelolaan fisik arsip belum dilaksanakan dengan baik sehingga untuk pengisian data base tidak dapat dilakukan. Sekalipun aturan yang mewajibkan daerah untuk membuka web site belum ada, tetapi akibat perkembangan teknologi dan perubahan perilaku manusia maka kecenderungan di masa mendatang akan menarik setiap daerah mau tidak mau harus mengikuti kemajuan teknologi. Untuk itulah harus muncul kesadaran pada masing-masing daerah untuk melaksanakan pengelolaan fisik arsipnya dengan sebaik-baiknya mulai dari sekarang. Bagi daerah yang telah siap dengan jalur akses di internet maka arsip-arsip dapat diketahui dan dikenali dari seluruh penjuru. Bahkan ada yang dapat melakukan transaksi melalui jalur ini. Dari sisi negatif, pembukaan jalur akses di internet juga dapat menjadi ancaman terhadap terjadinya kejahatan (cyber crime) seperti pencurian, atau perusakan dokumen. Oleh karena itu web site harus dilengkapi dengan pengaman dan proteksi. Keuntungan dan Kelemahan Arsip elektronik adalah: a. Keuntungan Terdapatnya salinan arsip dalam bentuk elektronik. Terjamin terekamnya informasi yang terkandung dalam lembaran arsip. Kemudahan akses terhadap arsip elektronik. Kecepatan penyajian informasi yang terekam dalam arsip elektronik. Keamanan akses arsip elektronik dari pihak yang tidak berkepentingan. Sebagai fasilitas backup arsip-arsip vital. b. Kelemahannya Adanya peluang untuk memanipulasi file (menciptakan, menyimpan, memodifikasi, atau menghapus) dalam segala cara; Kesulitan untuk berbagai file karena format file maupun ketersedian jaringan maupun akses untuk berbagi file dengan yang lain; Kemungkinan rusaknya file setiap saat tanpa adanya indikasi terlebih dahulu, misalnya server terserang oleh virus atau terhapusnya data secara permanen kerena tidak sengaja. 5. Penutup Alih media arsip dapat dilakukan oleh lembaga kearsipan daerah sebagai upaya perlindungan arsip dan menunjang pengelolaan arsip daerah. Pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan arsip hukumnya adalah wajib, sehingga memerlukan perhatian tersendiri, baik dalam penganggaran, penyiapan perangkat keras maupun lunak, serta penyiapan sumberdaya manusia yang mumpuni.

Herru Hardiyansah, S.Kom - Prakom Muda pada BKPSDMD Baca Selengkapnya
Peran Guru BK Dalam Pemilihan Karier Siswa Yang Berkelanjutan
3 Jul 2017

Peran Guru BK Dalam Pemilihan Karier Siswa Yang Berkelanjutan

Saat ini siswa sekolah yang sudah dinyatakan lulus mulai dari tingkat smp hingga sma sedang disibukkan dalam mencari sekolah lanjutan untuk smp dan kampus untuk melanjutkan studi yang terbaik untuk mereka. Siswa smp sibuk memilih sma yang menjadi target merak dan siswa sma sedang sibuk berjuang untuk masuk di perguruan tinggi yang mereka inginkan baik melalui jalur snmptn, sbmptn maupun sleksi mandiri. hal yang paling penting dalam proses ini adalah memilih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat bersaing dengan siswa yang lain. Maksud dari memilih dan mempersiapkan diri adalah langkah awal dan pemahaman dalam mencari, mendapatkan serta mengelola hal-hal yang berkaitan dengan kelanjutan studi yang dipilih. Melanjutkan studi dapat juga disebut sebagai pemilihan karier, karier adalah perjalanan hidup seseorang yang bermakna, baik itu ketika masa belajar di institusi-institusi pendidikan formal maupun non formal, masa bekerja dan masa setelah bekerja. Pemilihan karier merupakan perkara yang tidak bisa dianggap remeh karena akan melekar sepanjang hidup seseorang, pentingnya pemilihan karier ini dilakukan mulai dari intitusi pendidikan hingga setelah orang tersebut dinyatakan pensiun atau habis masa kerjanya. Hal inilah yang melatar belakangi pentingnya bimbingan karier disekolah untuk diberikan kepada siswa di sekolah, akan tetapi pada kondisi yang sebenarnya masih banyak siswa yang belum memahami betapa pentingnya pemahaman akan pemilihan karier selanjutnya. Hal ini terjadi dikarnakan masih adanya pemahaman bahwa pemilihan karier itu belum perlu karenana jika berbicara akan karier maka orientasinya adalah berkerja padahal dalam memilih sekolah maupun jurusan itu termaksud dalam karier. Bimbingan karier merupakan salah satu bidang bimbingan yang harus diberikan disekolah yang dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK). Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi diri masing-masing siswa dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi maupun dunia pekerjaan. Salah satu persiapan adalah memilih jenjang pendidikan yang tepat dalam perencanaan memilih lapangan pekerjaan. Untuk langkah awalah dalam persiapan yang diperlukan antara lain adalah dengan mengeksplorasi kerier yang menjadi salah satu tujuan dari bimbingan dan konseling. Eksplorasi karier merupakan kemampuan dan segala bentuk aktifitas indifidu dalam mencari, mendapatkan dan mengelola berbagai macam informasi karier menjadi alternatif pilihan karier. Informasi karier yang dimaksud adalah informasi-informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan baik itu informasi umum atau tentang lingkungan yang terkait dengan pekerjaan itu sendiri. Bimbingan karier yang diberika guru BK di Sekolah mempunyai fungsi sebagai langkah awal bagi siswa dalam mengenal, mempersiapkan serta merencanakan kehidupan masa depan yang berhubungan dengan pekerjaan. Dengan memahami karier siswa dapat memahami tentang pekerjaan apa yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta selaras dengan cita-cita yang diinginkan,tepat dalam memilih sekolah serta jurusan dan memilih kuliah yang tepat. Siswa yang masih duduk dibangku sekolah sangat berpeluang besar dalam mempersiapkan diri untuk kesukses karier dimasa depan, tentunya hal ini tidak terlepas dari peran guru Bimbingan Dan Konseling di sekolah serta bantuan dari pihak lain seperti orang tua, teman, guru mapel serta media masa sebagai sumber informasi tambahan dan lain sebagainnya. Dalam dunia pendidikan yang berperan besar dalam memberikan bimbingan karier adalah guru terutama guru BK, karena guru BK dapat memberikan pemahaman secara komprehensif. Oleh karena itu sebagai siswa yang baru akan menapaki jenjang karier dalam kehidupannya, hendaknya sudah mempunyai persiapan diri untuk kehidupan masa depan yang berkaitan dengan pekerjaan yang dipilih dengan tepat. Peran guru terutama guru BK sangat lah penting dalm mengupayakan pemahaman siswa akan pentingnya perencanaan karier yang lebih baik, sesuai dengan tujuan guru adalah membantu siswa dalam mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Guru sebagai pengganti orang tua di Sekolah memiliki peran yang cukup besar dalam mendampingi serta memberikan bimbingan khususnya dalam pemilihan karier ini. Peran bimbingan seyogyanya diberikan oleh guru BK yang memang mempelajari ilmu tentang bimbingan khususnya bimbingan karier. Makna dari bimbingan itu sendiri menurud Yusuf (2009 : 38-39) yaitu sebagai proses pemberian bantuan konselor terhadap individu secara berkesinambungan agar mampu memahami potensi diri dan lingkungannya, menerima diri, mengembangkan dirinya secara optimal, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan (agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna, baik secara personal maupun sosial. Sedangkan menurud Tatiek Romlah (2006 : 2) Bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapatkan latihan untuk itu, dan dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya dan lingkungannya, dan dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan dapat mengembangkan dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli diatas dapat disimpulakan bahwa bimbingan merupakan bantua kepada individu yang diberikan oleh seseorang yang telah terlatih untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan maupun kondisi yang sedang dialami dengan cara mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki dengan cara berkesinambungan serta sistematis agar terhujudnya kesejahteraan baik untuk dirinya sendiri atau orang lain. Maka dari itu guru BK disini mempunyai peran yang penting sebagai fungsi pemahaman, fungsi pengembangan serta fungsi penyaluran, karena guru BK merupakan tenaga profesional yang terlatih menguasai bidang bimbingan karier ini. Guru BK memiliki kemampuan dalam membimbingan di bidang bimbingan akademik, bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial serta bidang bimbingan karier. Penjelasan mengenai bidang bimbingan karier antara lain proses bantuan untuk memfasiliatasi siswa dalam perencanaan, pengembangan, dan pemecahan masalah-masalah karier, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karier, penyesuaian pekerjaan dan pemecahan masalah-masalah karier. Menurut Winkel dan Hastuti ( 2007 : 623), bimbingan karier merupakan salah satu wujud upaya pendidikan karier atau pendidikan jabatan dan harus sama-sama berorientasi pada pendampingan proses perkembangan karier manusia. Lebih jelas lagi bimbingan karier yang berkaitan langsung dengan individu seperti yang dikemukakan oleh Suherman (2011 : 39), bimbingan karier merupakan aktifitas-aktifitas dan program-program yang membantu individu mengasimilasikan dan mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman dan aspirasi-aspirasi yang berkaitan dengan pengenalan diri, pemahaman terhadap kerja masyarakat  dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahannya, kesadaran akan waktu luang, pemahaman akan perlunya dan banyaknya faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalamn perencanaan karier, pemahaman terhadap informasi dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai pemenuhan diri dalam pekerjaan dan waktu luang, mempelajari dan menerapkan proses pengembalian keputusan karier. Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka bimbingan karier sangat perlu diberikan kepada siswa yang akan memasuki fase masa bekerja atau melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi, bimbingan yang diberikan oleh guru BK secara tepat akan menghasilakan individu yang cakap dalam memilih karier selanjutnya. Karena sesuai dengan trujuan dari bimbingan yang diberikan adalah untuk membantu siswa merencanakan dan mengembangkan masa depan kariernya. Dengan begini diharapkan kebingungan siswa dalam memilih jenjang berikutnya dalam berkarier dapat teratasi serta tidak adanya kekeliruan dalam pemilihan karier yang tepat sehingga dapat merencanakan masa depan yang lebih baik lagi.

Syanti Gultom, A.Md.- Pemroses Administrasi Kepegawaian Baca Selengkapnya
Pentingnya Perencanaan SDM
3 Jul 2017

Pentingnya Perencanaan SDM

Manajemen Perencanaan SDM Untuk mewujudkan tujuan dan menegakkan eksistensi sebuah organisasi memerlukan perencanaan sumber daya manusia yang efektif. Suatu organisasi, menurut Riva‘i (2004:35)―tanpa didukung pegawai/karyawan yang sesuai baik segi kuantitatif, kualitatif, strategi dan operasionalnya, maka organisasi/perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukannya dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan adanya langkah-langkah manajemen guna lebih menjamin bahwa organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai jabatan, fungsi, pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan. Organisasi publik maupun bisnis saat ini dihadapkan pada suatu perubahan kondisilingkungan yang semakin cepat. Keselarasan antara perencanaan sumber daya manusia(SDM) dapat membangun kinerja organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan tadi. Untuk merancang dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif bukanlah pekerjaan yang mudah, dia membutuhkan suatu pemikiran, pertimbangan jangka pendek maupun jangka panjang. Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisi yang diinginkan dimasa depan, sedangkan sumber daya manusia adalah seperangkat proses-proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia dan manajer lini untuk menyelesaikan masalah organisasi yang terkait dengan manusia.   Pengertian Manajemen dan Perencanaan SDM Manajemen (management) merupakan proses pendayagunaan bahan baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Proses ini melibatkan organisasi, arahan, koordinasi, dan evaluasi orang-orang guna mencapai tujuan tersebut. Esensi manajemen adalah aktiviatas bekerja melalui orang lain untuk meraih berbagai hasil. Melalui manajemen dilakukan proses pengintegrasian berbagai sumber daya dan tugas untuk mencapai berbagai tujuan organisasi. Pengertian manajemen sumber daya manusia terdiri atas dua kalimat, yaitu manajemen dan sumber daya manusia. Manajemen adalah: “the arts of getting things done trough the effort other people”. Manajemen adalah seni dalam mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut. Dimana secara lebih sempit perencanaan sumber daya manusia berarti mengestimasi secara sistematik permintaan (kebutuhan) dan suplai tenaga kerja organisasi di waktu yang akan datang (Handoko (1997:53). Konsep dasar perencanaan adalah rasionalitas, ialah cara berpikir ilmiah dalam menyelesaikan problem dengan cara sistematis dan menyediakan berbagai alternative solusi guna memperoleh tujuan yang diinginkan. Perencanaan berkaitan dengan pengambilan keputusan (decision maker), sedangkan kualitas hasil pengambilan keputusan berkorelasi dengan pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience), informasi berupa data yang dikumpulkan oleh pengambil keputusan (ekskutor). (Rustiadi dkk, 2009). Dengan demikian, perencanaan sumberdaya manusia merupakan suatu proses menterjemahkan strategi bisnis menjadi kebutuhan sumberdaya manusia baik kualitatif maupun kuantitatif melalui tahapan tertentu.   Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Fungsi manajemen menurut George R. Terry ada 4 (empat) yaitu Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (penggerakan), dan Controlling (pengawasan). Khusus mengenai fungsi perencanaan, yang dalam kamus Bahasa Indonesia disinonimkan dengan kata program, tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Sedangkan perencanaan bermakna tindakan merencanakan. Oleh karena itu, dalam perencanaan ada yang merencanakan (disebut perencana atau Planner) dan ada pula yang direncanakan (to be planning). Herujito (2001:89) mengemukakan empat langkah dalam proses perencanaan, sebagai berikut: 1. Menetapkan tujuan     Perencanaan pertama-tama harus menetapkan apa yang dibutuhkan atau yang diinginkan oleh suatu organisasi sehingga sumber daya organisasi tidak terpancar dan dapat digunakan secara efektif dan efisien. 2. Mendefisikan situasi saat ini Informasi keadaan organisasi saat ini tentang barapa jauhkah jarak organisasi dari sasarannya, sumber daya yang dimliki, data keuangan dan statisticharus dirumuskan sehingga langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan lancer. 3. Menentukan faktor penghambat dan pendukung Dengan menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal organisasi dapat diketehui faktor-faktor yang membantu pencapaian tujuan dan yang menimbulkan masalah. Pengetahuan tentang faktor-faktor ini membantu perencanaan dalam meramalkan situasi dimasa yang akan datang. 4. Mengembangkan rencana atau perangkat tindakan untuk mencapai tujuan Langkah ini menyebabkan bebagai alternatif arah tindakan untuk mencapai sasaran, mengevaluasi alternatif-alternatif yang ada dan memilih yang paling sesuai atau mengutungkan diantara alternatif tersebut. Manajemen memegang peranan penting dalam perusahaan atau organisasi. Maju tidaknya suatu perusahaan atau organisasi tergantung kepada manajemen yang ditetapkan pada perusahaan atau organisasi tersebut. Fungsi-fungsi manajemen pada perusahaan adalah segala sesuatu yang harus dijalankan guna mencapai maksud dan tujuan perusahaan.   Fungsi Perencanaan Sumber Daya Manusia Adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Perencanaan SDM memiliki hubungan terintegrasi dengan manajemen SDM. Mengunakan informasi berbagai aktifitas SDM. Sehingga Perencanaan SDM dipandang bukan hanya sekedar fungsi personalia namun sebagai suatu proses manajemen. Komponen Utma dalam perencanaan sumber daya manusia adalah penentuan tipe sumber daya manusia yang dibutuhkan suatu organisasi atau perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Perencanaan SDM merupakan kegiatan mengidentifikasi jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan organisasi untuk mencapai tujuan di masa depan. Untuk menyusun rencana tenaga kerja, seorang manajer SDM akan memproyeksikan penawaran dan permintaan terhadap SDM. Perencanaan lalu menentukan perbedaan antara permintaan dengan suplai, yakni terdapat kekurangan atau kelebebihan. Perencanaan sumber daya manusia akan dapat dilakukan dengan baik dan benar jika perencanaannya mengetahui apa dan bagaimana sumber daya manusia itu Hasibuan (2007:244). Sumber daya manusia (man power) merupakan kemampuan yang dimiliki setiap manusia. Tegasnya kemampuan setiap manusia ditentukan oleh daya piker dan daya fisiknya. SDM menjadi unsur pertama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang handal/canggih tanpa peran aktif SDM tidak berarti apa-apa. Strategi SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi dan mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan. Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam perencanaan SDM suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi orang-orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi tersebut.

Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel Baca Selengkapnya
Keamanan Data & Informasi
12 Jun 2017

Keamanan Data & Informasi

Data adalah bahan baku informasi, didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, tindakan, benda, dan sebagainya. Data terbentuk dari karakter, dapat berupa alfabet, angka, maupun simbol khusus seperti *, $ dan /. Data disusun untuk diolah dalam bentuk struktur data, struktur file, dan basis data. Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Keamanan data dan informasi Mengapa kita sebagai pengguna komputer harus mengamankan file‐file yang ada di komputer anda? Data mungkin berharga dan tidak dapat diganti – misalnya dokumen status pegawai, data keuangan, data hasil penelitian. File itu mencerminkan hasil pekerjaan yang lama dan mahal. Sering pekerjaan itu tidak dapat diulangi. Boleh dikatakan, data yang tersimpan di komputer biasanya jauh lebih bernilai daripada komputer itu sendiri.Aman juga sering diartikan dengan istilah free from danger yang artinya bebas dari ancaman bahaya. Menurut Harold F. Tipton, Keamanan biasanya digambarkan sebagai kebebasan dari bahaya atau sebagai kondisi keselamatan. Keamanan komputer, secara rinci adalah perlindungan data di dalam suatu sistem melawan terhadap otorisasi tidak sah, modifikasi, atau perusakan dan perlindungan sistem komputer terhadap penggunaan tidak sah atau modifikasi.Keamanan informasi adalah cabang studi dari teknologi informasi yang mengkhususkan diri untuk mempelajari metode dan teknik untuk melindungi informasi dan sistem informasi dari akses, penggunaan, penyebaran, perusakan, perubahan, dan penghancuran tanpa otorisasi yang sah. Ada empat aspek utama dalam keamanan data dan informasi. Privacy/Confidentiality yaitu usaha menjaga data informasi dari orang yang tidak berhak mengakses (memastikan bahwa data atau informasi pribadi kita tetap pribadi). Integrity yaitu usaha untuk menjaga data atau informasi tidak diubah oleh yang tidak berhak. Authentication yaitu usaha atau metoda untuk mengetahui keaslian dari informasi, misalnya apakah informasi yang dikirim dibuka oleh orang yang benar (asli) atau layanan dari server yang diberikan benar berasal dari server yang dimaksud. Elemen Keamanan Data dan Informasi • Keamanan informasi harus sejalan dengan misi organisasi • Keamanan informasi merupakan bagian integral dari praktik manajemen yang baik • Keamanan informasi harus efektif dalam hal harga • Tanggung jawab dan kewenangan keamanan informasi harus dijelaskan secara eksplisit • Pemilik sistem memiliki tanggung jawab keamanan diluar organisasinya • Keamanan informasi memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi • Keamanan informasi harus dievaluasi ulang secara periodik • Keamanan informasi dibatasi oleh faktor sosial Pihak yang memiliki peranan dan tanggung jawab dalam penerapan usaha pengamanan sistem informasi   Kemungkinan Data anda dapat hilang dengan berbagai cara: •   Komputer mungkin rusak karena masalah hardware. Semua harddisk kapan‐ kapan akan rusak. Semua! Tidak ada yang terjamin selama keabadian. Kerusakan lebih dini bila ada gangguan listrik, naik‐turun voltase, petir, atau lingkup yang panas, lembab dan berdebu (tanpa AC). •   Data  dapat  dihancurkan  oleh  masalah  software  –  misalnya  oleh  crash  di program atau di Windows. •   Data dapat dihancurkan oleh virus. Sayangnya, virus sangat biasa di Indonesia, tendensi naik. Usaha pencegahan virus pada umumnya kurang. •   Data dapat dihapus secara sengaja atau tidak sengaja. Tidak semua pegawai mengerti komputer, sehingga dapat menghapus data anda secara tidak sadar. Dan tidak semua pegawai jujur. •  Komputer dapat terbakar, terbanjir (atap yang rusak) atau dicuri.   Jenis-jenis ancaman terhadap Keamanan Data dan Informasi 1. Error dan kesalahan data. Dalam pengolahan data kita sering melakukan kesalahan input dan adanya error pada sistem 2. Penipuan dan pencurian data. Adanya pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan data dan informasi untuk hal-hal negatif yang akan merugikan pihak pemilik data atau informasi. 3. Sabotase pegawai. Dalam hal ini semua pegawai dalam satu perusahaan sepakat untuk tidak bertanggung akan akan kebaradaan informasi atau data yang penting dalam perusahaan itu. 4. Kegagalan dukungan infrastruktur. Infrastuktur atau fasilitas untuk keamanan data dan informasi kurang memadai 5. Serangan hacker jahat. Adanya serangan hacker ke pusat data base dan informasi kita. Dimana para hacker disini biasanya akan mengacaukan, mengubah, menghapus data-data kita dan tentunya akan sangat merugikan kita. 6. Program berbahaya. Program-program berbahaya ini biasanya dapat merusak sistem informasi kita dan kadang kita tidak dapat menggunakan sistem informasi kita lagi. Misalnya virus.Virus dapat membahayakan integritas dan keamanan data dengan cepat dalam suatu sistem peyimpanan. Sebuah virus baru dan tidak dikenal yang masuk melewati pertahanan lain mungkin berakhir di dalam system peyimpanan. Jika ini merupakan virus yang merusak, hal ini menulari, merusak atau menghancurkan sejumlah data yang besar sebelum hal itu terdeteksi. Sebuah virus komputer adalah sebuah kode yang dapat dijalankan yang ditegaskan oleh kemampuannya untuk menjiplak. Bentuk lain dari tipe virus termasuk kemampuan masuk ke dalam komputer tanpa sepengetahuan. Selama bertahun-tahun, jumlah virus yang diketahui telah melampaui angka 50,000, dan mereka telah menjadi lebih cepat, lebih pandai dan lebih susah untuk dihapus. Mereka dapat menempelkan mereka sendiri terhadap jenis-jenis file dan berkembang lebih efisien, dalam cara-cara yang berbeda. Munculnya virus global akhir-akhir ini seperti Love Letter, Anna Kournikova dan Naked Wife Trojan telah menunjukkan betapa efektifnya kode jahat tersebut. Pelanggaran privasi Data dan informasi perlu dijaga keamanan nya,apalagi dari hacker yang biasa membuat resah pemilik data dan informasi tersebut ,keamanan data dan informasi juga harus direncanakan terlebih dahulu karena biasanya orang tidak semuanya memperhatikan keamanan data dan informasi,pengguna komputer itu sendiri harus lebih berhati-hati dalam penggunaan data dan informasi,apabila penggunanya teledor bisa kita bayangkan data-data dan informasi yang seharusnya menjadi rahasia kita sendiri bisa berantakan akibat kurang diperhatiaknnya keamanan,lalu kita juga harus memperhatikan sistem pengendalian data dan informasi isu-isu yang sering terjadi pada data dan informasi sendiri biasanya error kesalahan data,ancaman hacker,program berbahaya misalnya kita sebagai pengguna komputer aktif lalu kita selalu menggunakan Google Chrome,opera mini,atau mozilla firefox lalu kita juga biasanya mendownload lagu misalnya di www.gudanglagu.com tidak semua proses download lagu itu berjalan lancar,ada saja misalnya selalu ada virus yang membuat komputer kita atau flashdisk kita menjadi terkena virus atau mejadi lemot atau loading lama itu membuat kita terkadang jengkel dan harus menggunkaan aplikasi seperti Anti virus untuk menghilangkan virus dari internet. hal seperti itu juga harus diperhatikan agar kita sebagai pengguna dapat menjaga keamanan data dan informasi. Jenis Keamanan Data Keamanan data ada beberapa macam, diantaranya Enkripsi, Firewall, Secure SocketLayer, Kriptografi, Pretty Good Privacy. •   Enkripsi adalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi juga dapat diartikan sebagai kode atau chipper. •   Firewall adalah suatu keamanan yang bersifat seperti sebuah filter yang bertujuan untuk menjaga (prevent) agar akses (ke dalam atau ke luar) dari orang yang tidak berwenang tidak dapat dilakukan. •   Secure  Socket  Layer  adalah  suatu  bentuk  penyandian  data  sehingga informasi rahasia seperti nomor kartu kredit atau kontrol autentikasinya tidak dapat dibaca atau di akses oleh pihak lain selain pemiliknya daan server (pemilik servis). •   Kriptografi  adalah  seni  menyandikan  data.  Menyandikan  tidak  harus berarti menyembunyikan meskipun kebanyakan algoritma yang dikembangkan di dunia kriptografi berhu bungan dengan menyembunyikan data. •   Pretty Good Privacy adalah salah satu algoritma keamanan komunikasi data melalui internet untuk komunikasi harian semacam electronic mail. PGP merupakan gabungan antara sistem pembiatan digest, enkripsi simetris dan asimetris. Pengamanan untuk data di dalam Komputer •   Password  untuk  melindungi  dokumen.  Anda  dapat  melingdungi  file  anda dengan password. Di Word, klik di File > Save As > Tools > General Options, kemudian memilih password. Anda dapat menghalang orang lain membuka dokumen, atau  menghindari perubahan pada  dokumen itu.  Di  Excel,  anda dapat juga menyembunyikan worksheet (Tools > Protection > Protect Sheet) atau sel‐sel tertentu (Format > Cells > Protection). •   Password  untuk  melindungi  komputer.  Bila  anda  menggunakan  komputer pribadi (atau bila kantor telah sediakan komputer untuk keperluan anda sendiri), anda dapat menghalang orang lain untuk menggunakan komputer itu. Di Windows, klik Start > Settings > Control Panel > Power Management. •   Menggunakan kabel pengaman. Untuk menghindari kecurian, komputer dapat diikat ke meja dengan kabel pengaman. Kabel tersebut disarakan khusus untuk laptop karena sangat mudah dicuri. Kalau anda melindungi komputer dengan password atau kabel pengaman, beri tahu •   kepada pihak lain yang terpercaya apa passwordnya atau tempat penyimpanan kunci. Mungkin diperlukan dalam keadaan darurat. •   Lokasi  komputer.  Komputer  dapat  berfungsi  tanpa  AC,  tapi  riwayatnya cenderung lebih pendek karena debu, panas dan lembab menimbulkan tumbuhan jamur di hard disk dan di disket yang tersimpan di ruang komputer. Beberapa komputer di ruangan menghasilkan panas yang nyata, menciptakan lingkungan kerja yang sulit. Bila perlu, sebaiknya ada AC. •   Perlindungan listrik. Gunakan UPS (uninterruptible power supply) dan stabilizer supaya komputer terlindung dari goncangan listrik. Kalau ada modem, gunakan pelindung         modem   untuk   mencegah   sambaran   petir.   Kalau   ada   badai berhalilintar, sebaiknya matikan komputer dan cabut listrik dan modem. •   Penamaan file. Banyak file terhapus secara tidak sengaja karena isinya tidak jelas: namanya seperti surat.doc, surat1.doc, dll, dan menumpuk semua di My Documents atau di C:\. Sebaiknya ciptakan struktur direktori yang jelas (misalnya, satu folder untuk setiap pengguna komputer, dengan subfolder untuk topik tertentu). Kemudian berikan nama pada file yang jelas. Jangan (misalnya) surat.doc, tapi minta_cuti_Sep2002.doc. •   Penyimpanan versi dokumen. Bila anda mengerjakan dokumen yang melewati beberapa  versi  (seperti  publikasi),  simpanlah  setiap  versi  dengan  nama berbeda. Misalnya renstra2002_1.doc untuk versi pertama, renstra2002_2.doc untuk versi kedua, dll. Dengan itu, kalau perlu kembali ke versi sebelumnya, naskahnya masih   awet.   Baru   kalau   versi   terakhir   disahkan   oleh   yang berwewenang, versi sebelumnya dapat dihapuskan. •   Pencegahan  virus.   Melindungi  komputer  anda   terhadap  virus.   Gunakan pelindung virus  yang  canggih dan  diperbarui setiap  minggu.  Periksa  setiap dokumen yang masuk ke komputer anda lewat jaringan, internet atau flash drive. Kalau kena virus, langsung dibersihkan. Pengamanan Data di Luar Komputer Pengamanan file di dalam komputer tidak ada gunanya bila komputer itu rusak atau dicuri. Sebaiknya pula mengamankan file anda di tempat lain. •  Backup ke disket. Cara yang sederhana tapi bermasalah. Disket hanya memuat1.44 MB: jumlah kecil bila dibanding dengan jumlah data di harddisk. Disket juga dapat dihapus oleh orang lain, atau rusak atau terserang jamur (apalagi kalau disimpan lama). •  Backup ke DVD‐ROM. DVD‐ROM cocok untuk jumlah data cukup besar (sampai4,7 GB setiap disk). Sekarang DVD‐ROM murah, dan DVD‐writer cukup umum.Ada dua macam DVD‐ROM: * DVD‐R (read only), yang dapat ditulisi sekali saja. * DVD‐RW (read‐write) yang dapat ditulisi berulang‐ulang. Pada umumnya, DVD‐R lebih aman daripada DVD‐RW. Untuk menyimpan dokumen yang sudah selesai (seperti terbitan atau data penelitian yang sudah berakhir), sebaiknya menggunakan DVD‐R. Untuk menyimpan dokumen yang masih dikerjakan, gunakanlah DVD‐RW. •      Backup ke jaringan. Anda dapat menyimpan copy file anda ke komputer lain di jaringan. Sebaiknya salah satu komputer di jaringan ditujukan sebagai tempat penyimpanan backup. Mungkin usaha backup berkala dapat ditangani oleh administrator jaringan. Backup ke Internet. Anda dapat menyimpan file penting di server di Internet.Kalau disimpan di situs anda, maka cukup aman, karena penyedia jasa internet mempunyai prosedur pengamanan yang teratur. Anda juga dapat menyewa tempat tambahan di server penyedia jasa sebagai tempat penyimpanan. File yang  tersimpan di  server itu  dapat  dilindungi dengan password, dan  anda diberi fasilitas FTP supaya dapat menyimpan dan memperoleh kembali file itu. Untuk perincian, silakan bertanya ke penyedia jasa Internet anda. Backup ke media lain. Media lain yang dapat digunakan termasuk pita, zip‐disk dan harddisk tambahan. * Pita cocok untuk jumlah data sangat besar (diukur dalam gigabyte), tapi di Indonesia cenderung terserang jamur bila tidak disimpan di ruangan ber‐AC. Pita memerlukan drive khusus. *Zip‐disk  (buatan  Iomega)  dapat  memuat  100  MB  atau  250  MB:  cukup (misalnya)       untuk   suatu   buku   atau   data   proyek   penelitian.   Zip‐disk memerlukan drive khusus. Sekarang cenderung diganti dengan DVD‐ROM yang lebih murah dan lebih umum. *Harddisk tambahan yang eksternal (dapat dipindah‐pindahkan) cocok untuk jumlah data yang besar. Cara membackup Sebaiknya anda membackup data anda secara teratur – katakanlah setiap hari Jumat. Bila  ada  banyak file  baru,  atau  anda  bertanggung jawab  untuk  backup jaringan, sebaiknya backup setiap hari. •   Cara  yang  paling  gampang  adalah  menggunakan  Windows  Explorer  untuk mengcopy semua file yang mau diamankan. Akan tetapi cara itu memerlukan waktu karena Explorer tidak membedakan antara file yang baru (atau telah berubah sejak backup terakhir) dan file lama. •   Lebih  baik  menggunakan fasilitas  Backup  di  Windows (Start  >  Programs > Accessories >  System Tools >  Backup). Fasilitas itu  dapat  digunakan untuk membackup file, serta untuk merestore (memulihkan) file yang telah dibackup. •   Tersedia juga program lain untuk membackup data. Program tersebut juga biasanya memadatkan file untuk menghemat tempat di media backup. Bila anda telah beli drive untuk pita, barangkali ada program khusus untuk backup. Sebaiknya ada dua backup independen. Misalnya, bila anda menggunakan DVD‐RW, gunakan dua disk. Satu diberi tanda A, yang lain tanda B. Kedua disk itu digunakan untuk backup secara bergilir: disk A minggu ini; disk B minggu depan, disk A minggu setelah itu, dan seterusnya. Dengan cara itu, bila harddisk dan disk A rusak (misalnya kena virus), anda selalu ada disk B sebagai cadangan. Tentu saja datanya agak lebih tua, tapi lebih baik daripada data hilang sama sekali. Disk atau pita backup sebaiknya disimpan di ruangan atau gedung lain dari komputer (misalnya dibawah pulang). Percuma membuat backup bila ikut hancur kalau gedung kebakaran.

Wawan Setiawan, S.Si - Prakom Pertama pada BKPSDMD Baca Selengkapnya
Pengaruh Tipe Pegawai Terhadap Suatu Perubahan Organisasi (Adopsi Teori Business Reengineering)
8 Jun 2017

Pengaruh Tipe Pegawai Terhadap Suatu Perubahan Organisasi (Adopsi Teori Business Reengineering)

Masih ingat nama Mukidi yang menjadi sebuah viral di banyak media sosial karena tokoh yang satu ini identik dengan orang kocak, konyol dan sebagainya ?Ternyata setelah sekian lama tidak nongol di kancah birokrasi, dia punya profesi baru : Konsultan Perubahan. Silakan anda browsing sendiri saja mengenai definisi profesi baru Mukidi; saya akan konsen pada cerita tentang Raja Antah yang baru saja memenangkan peperangan melawan Raja Berantah dan sekarang Raja Antah yang menduduki tampuk pemerintahan. Raja Antah terkenal dengan visi Perubahannya sehingga dia sangat dicintai rakyatnya yang sudah mulai bosan dengan stagnasi alias kemandekan di segala lini. Jadi kemenangan pertempurannya kemarin antara lain karena dukungan dari rakyat yang menginginkan perubahan tata kelola birokrasi agar lebih memperhatikan rakyat. Lalu apa hubungannya dengan Mukidi ? Ternyata mas Mukidi dikontrak oleh Raja Antah untuk memberi masukan mengenai penerapan perubahan tersebut. Saat didepan Raja Antah mas Mukidi bilang kalau penerapan perubahan di segala lini itu mudah kalau didukung tidak hanya masyarakat pemilihnya tapi juga oleh aparatur di istananya. Mas Mukidi juga bilang sebaiknya hati-hati pada saat awal melakukan perubahan organisasi birokrasi karena paling tidak ada 5 (lima) tipe orang yang menghambat perubahan ketika terlibat dalam proyek perubahan di istananya, yaitu : Sebenarnya ke-5 tipe orang ini memiliki kesamaan : ambisi yang kuat untuk mengendalikan orang lain dan mengutamakan agenda pribadi yang berpusat pada kepentingan diri sendiri (self-centered personal agenda). Mereka akan menyerang perubahan organisasi birokrasi saat proyek tersebut tidak sejalan dengan kepentinganmereka. Orang-orang ini bisa bekerja sendiri atau dalam kelompok, cerdas atau bahkan tidak punya kompetensi sama sekali tapi nekat. Mereka kebal terhadap perubahan melalui pelatihan, komunikasi dan dukungan. 1. The Lone Ranger - Tipe orang yang meggagalkan proyek perubahan dengan melakukan berbagai taktik untuk mengalihkan pengelolaannya ke tangan sendiri. - Pada awalnya bersikap kooperatif namun setelah memperoleh posisi yang kuat karena pengalaman dan keahliannya diperlukan maka ia mulai menggerogoti tim perubahan agar goyah dan memperoleh persetujuan manajemen puncak agar dipilih menjadi pihak yang menjalankan perubahan organisasi. 2. The Game Player - Tipe ini berusaha menggagalkan proyek perubahan dengan jalanmenciptakan kesenjangan informasi di antara tim perubahan dan pimpinan puncak. - Sabotase dilakukan dengan membuat informasi yang rancu atau salah sehingga pimpinan puncak akan menyalahkan tim perubahan. - Tujuan si Game Player ini adalah agar dirinya menjadi pihak yang diuntungkan dan mengendalikan kerja tim perubahan. 3. The Opportunist - Tipe penghambat yang mengupayakan diri keuntungan sendiri dengan terlibat dalam proyek perubahan secara minimal dengan pengaruh yang sangat besar. - Dalam prakteknya ia sebenarnya sangat sibuk dengan urusan-urusannya yang lain; proyek perubahan ia korbankan demi kepentingan lain. Ia terkesan sangat sibuk  tapi tak ada hubungannya dengan proyek perubahan sehingga akhirnya proyek perubahan terbengkalai. 4. The Technocrat - Tipe ini menghambat perubahan dengan jalan menerapkan standar dan aturan yang kaku. - Tipe ini membuat anggota-anggota tim perubahan merasa bahwa pandangan mereka tidak dihargai sehingga pada akhirnya tim tersebut enggan terlibat aktif dalam proyek perubahan. - Kekuasaan orang macam ini perlu dibatasi dan dikendalikan pada batas tertentu agar tidak meracuni tim perubahan. 5. The Pretender - Dapat disebut sebagai anggota tim sebatas nama (nominal) - Tidak banyak berkontribusi dalam rapat, lebih banyak diam tapi tidak juga membantah. Jika diberi tugas ia menerima tapi tugas tidak dikerjakan. Intinya orang ini menggagalkan proyek perubahan karena kurangnya komitmen terhadap tugas yang diemban dalam tim. Raja Antah manggut-manggut lalu berkata,” Cuma 5 itu ya?”. Dengan santai mas Mukidi bilang :” Mohon ijin paduka Raja, yang berbahaya itu adalah orang atau kelompok dilingkungan istana yang memiliki semua 5 tipe itu dan menggunakannya secara bergantian namun paduka sendiri tidak menyadarinya”. Raja Antah menoleh ke arah mas Mukidi dengan wajah penuh tanya. Mukidi tersenyum dan berkata :“Betul Paduka ….orang seperti itu punya falsafah hidup seperti bendera : kemana angin bertiup kesitulah saya akan berkibar. Apapun makanannya yang penting minumnya ………siapapun rajanya yang penting saya masih berkuasa dan posisi jabatan saya tidak terganggu.” Raja Antah manggut-manggut lagi….entah artinya berpikir, mengerti atau malah tambah bingung dan pusing. Selamat datang perubahan…..

Tri Putranto Vindi Kusuma, SKM - Pengelola Urusan Kesehatan Baca Selengkapnya
Sistem Basis Data Kediklatan
7 Jun 2017

Sistem Basis Data Kediklatan

PENDAHULUAN Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang bertugas untuk melaksanakan Pendidikan dan pelatihan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baik dilaksanakan dengan menggunakan pola kontribusi maupun pola fasilitasi, dalam setiap tahapan kegiatannya selalu berpedoman kepada data yang akurat dan terukur validitasnya. Hal ini berarti bahwa tanpa data yang akurat dan valid tersebut sangatlah sulit untuk melaksanakan Pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran. Salah satu cara atau teknik yang dapat digunakan untuk pengelolaan data tersebut adalah dengan membangun sistem basis data yang baik lingkup pendidikan dan pelatihanan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah. Kalau melihat dari intensitas kediklatan yang dilaksanakan, maka begitu banyak data-data yang sebenarnya perlu untuk disimpan dalam gudang data (data warehouse) sehingga bisa dijadikan sebagai basis data untuk membangun pendidikan dan pelatihan lebih baik dimasa yang akan datang. Data pendidikan dan pelatihan seperti pada Bidang Pimpinan (pendidikan dan pelatihankepemimpinan pola baru berikut dengan proyek perubahan peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan baik tingkat III dan tingkat IV dan juga pendidikan dan pelatihanprajabatan pola baru berikut laporan aktualisasi), Bidang Fungsional dengan kediklatan fungsional dan Bidang Teknis berikut dengan pendidikan dan pelatihan teknis serta kebutuhan-kebutuhan pendidikan dan pelatihan yang dikenal dengan Analisis Kebutuhan Pendidikan dan pelatihan (Training Need Assesment) perlu disimpan dalam Data Warehouse dimaksud. Ini belum termasuk data monitoring, statistik Pendidikan dan pelatihan, kompetensi widyaiswara, data umum dan kepegawaian yang juga sangat diperlukan untuk diarsip dan dikelola dalam database kediklatan.   PERMASALAHAN Terlihat bahwa lemahnya data-data pendukung kediklatan dan sering ditemukan pejabat yang menangani kediklatan kurang mempunyai kompetensi tentang restrukturisasi data kediklatan dalam arti ketika diminta data kediklatannya terlihat seperti tidak siap. Kelemahan lain yang dijumpai adalah kurang memahami sepenuhnya akan pentingnya data sebagai dasar untuk pengolahan menjadi informasi kediklatan yang berguna untuk pengambilan keputusan. Kelemahan tersebut tidak semata-mata akibat kurangnya sumber daya manusia aparatur yang menangani pengelolaan data dan informasi di OPD terkait, tetapi juga karena infrastruktur teknologi informasi yang mendukung pengelolaan data dan informasi kediklatan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kurang mendukung dalam bentuk ketidaktersediaannya server untuk mengolah data dan penyimpanan. Dengan intensitas kediklatan yang begitu tinggi sudah saatnya pula mewujudkan server dimaksud sehingga data lebih terjamin keamanannya (security), akurat (accurate) dan valid (validitas). Infrastruktur jaringan komputer (network) sudah tersedia dan boleh dikatakan sudah cukup mendukung pengelolaan data dan informasi sehingga pendistribusian data bisa lebih cepat.Tetapi pengelolaan data dan informasi tadi tidak semata-mata dilihat dari faktor kecepatannya saja, tetapi juga lebih kepada faktor-faktor seperti diatas.Untuk itulah perlunya suatu kebijakan yang khusus untuk memastikan pengelolaan data dan informasi berjalan baik di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai instansi pembina kediklatan.   LANDASAN TEORITIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK DATA KEDIKLATAN Keberadaan teknologi informasi bagi dunia pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyampaikan program pembelajaran baik secara searah maupun secara interaktif.Pemanfaatan teknologi informasi ini penting mengingat kondisi geografis Indonesia secara umum berada pada daerah pegunungan yang terpencar ke dalam banyak pulau-pulau.Dengan adanya teknologi informasi memungkinkan diselenggarakannya pendidikan jarak jauh, sehingga memungkinkan terjadinya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah bumi Indonesia, baik yang sudah dapat dijangkau transportasi darat maupun yang belum dapat dijangkau dengan transportasi darat.Dengan demikian pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan mempunyai arti penting terutama dalam rangka pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas serta efektifitas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pendidikan, ada beberapa langkah pengembangan yang dapat dilakukan antara lainmerancang dan membuat aplikasi database, yang menyimpan dan mengolah data dan informasi serta merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis portal, web, multimedia interaktif, yang terdiri atas aplikasi tutorial dan learning tool, sehingga memudahkan managemen pemanfaatan TI dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Dari demikian banyak manfaat teknologi informasi tersebut maka kajian teoritis yang difokuskan pada penulisan ini adalan membangun data (database).Dalam aktivitas sehari-hari dari suatu organisasi pemerintahan terlihat bahwa organisasi tersebut berkembang dan mencapai visi dan misinya dengan baik tergantung kepada data.Data kediklatan suatu organisasi pemerintah dalam hal ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak dalam bidang pengelolaan sumber daya. Seluruh fakta sehari-hari ini harus dicatat sedemikian rupa sehingga organisasi dapat melakukan aktivitas manajemen sehari-hari, seperti : Merencanakan pengalokasian sumber daya-sumber daya yang terbataskuantitasnya untuk pencapaian visi dan misi usaha; Mengontrol utilisasi pemakaian sumber daya-sumber daya tersebut agarterjamin tingkat efisiensi dan efektivitas yang diharapkan; Melihat kinerja dan pertumbuhan organisasi dilihat dari berbagaiperspektif seperti keuangan, pertumbuhan, pelanggan,  monitoring dan lain-lain; Mengambil keputusan strategis berdasarkan kondisi tertentu; dan lainsebagainya. Agar aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif, maka organisasi perlu untuk merekam fakta tersebut ke dalam format data tertentu baik secaramanual maupun otomatis (dimasukkan oleh data entry ke dalam sistem komputer).Datamentah yang terkumpul di dalam sebuah gudang data ini (data warehouse) selanjutnyaharus diolah agar menjadi informasi yang dibutuhkan baik oleh manajemen maupun stafkaryawan. Berbagai jenis pengolahan yang biasa dilakukan terhadap data mentah ini adalah sebagai berikut : Pengkategorian data berdasarkan klasifikasi tertentu; Penghitungan data kuantitatif berdasarkan formula-formula; Pemetaan data kualitatif ke dalam data kuantitatif; Penyaringan data (filterisasi) berdasarkan satu atau beberapa kriteria; dan lain sebagainya. Hasil olahan dari data inilah yang selanjutnya didefinisikan sebagai informasi, yangpada prinsipnya memiliki nilai lebih dibandingkan dengan data mentah. Sistem basis data adalah merupakan suatu kumpulan data-data yang berhubungan secara logisdan deskripsi dari data-data tersebut serta dirancang untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi.Artinya basis data merupakan penyimpanan data yang tunggal dan besar yang dapat digunakan secara simultan oleh banyak bagian departemen dan pemakai (user).Di dalam basis data semua item diintegrasikan dengan jumlah duplikasi data yang minimum.Basis data tidak lagi dimiliki oleh suatu departemen, melainkan resource perusahaan yang dapat dishare.Basis data tidak hanya mengandung data operasional organisasi, tetapi juga deskripsi dari data tersebut. Untuk itu, sebuah basis data juga mendefinisikan integrasi record dari basis data itu sendiri (selfdescribing of integrated record). Deskripsi dari data dikenal sebagai sistem catalog (data dictionary-meta data). Deskripsi ini menciptakan kebebasan dari program aplikasi (program data independence). Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi/software) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghindari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit. Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system | DBMS). DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk memelihara, mengontrol, dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS. Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS yaitu mengolah pendefinisian data, dapat menangani permintaan pemakai untuk mengakses data, memeriksa sekuriti dan integriti data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator), menangani kegagalan dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun disk, dan menangani unjuk kerja semua fungsi secara efisien.Tujuan utama dari DBMS adalah untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada user (pengguna).Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana data disimpan, dipelihara, dan tetap dapat diambil (akses) secara efisien.Pertimbangan efisien di sini adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks tetapi masih tetap bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa mengetahui kompleksitas strukturnya. KONTRUKSI SISTEM BASIS DATA KEDIKLATAN Berdasarkan uraian dari pendahuluan dan kajian teoritis diatas, terlihat bahwa untuk membangun sinergitas data kediklatanBadan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitungmemerlukan komitmen untuk bersama-sama membangun basis data. Basis data yang dimaksud memerlukan infrastruktur seperti yang diuraikan dibawah ini : Jaringan komputer dan internet sudah berjalan stabil di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Infrastruktur jaringan ini sudah memadai untuk kebutuhan pengiriman data secara online melalui website. Untuk intranet, dapat dilakukan sinergitas antara bidang-bidang yang menangani pendidikan dan pelatihan dengan cara melalui media intranet mengirimkan data ke server Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Komputer Server (Komputer Induk) Saat ini tidak tersedia server yang dimaksud.Untuk membangun basis data membutuhkan server yang digunakan untuk mengolah, menyimpan dan mendistribusikan data kediklatan dimaksud ke stakeholder. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan untuk pengadaan server pada tahun yang akan datang. Aplikasi Database Untuk membangun basis data kediklatan dimaksud perlu untuk membuat aplikasi database terintegrasi dengan dukungan dari jaringan komputer Security Basis data (database) dimaksud perlu dilengkapi dengan keamanan data (security) untuk memastikan bahwa data tersebut terlindungi baik dari virus, whorm, trojan dan jenis hacker lainnya. Administrator (Admin) Untuk operator database ini tidak harus PNS yang mempunyai dasar keilmuan komputer, tetapi bisa PNS yang mempunyai kemampuan dasar komputer kemudian di latih (training) untuk administratornya. Setelah penyediaan infrastruktur diatas, maka tindak lanjutnya adalah mengumpulkan data kediklatan olehBadan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data dimaksud harus selalu di updatesecara berkelanjutan. Dan berdasarkan basis data tersebutlah kegiatan pendidikan dan pelatihan dapat dilaksanakan secara lebih berkualitas.Semua ini hanya dapat terlaksana apabila ada komitmen yang kuat dari segenap stakeholder Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai instansi pembina kediklatan. Disamping itu, dengan adanya basis data kediklatan ini maka akan meningkatkan aspek kualitas sehingga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat dijadikan Best Practice bagi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dari Provinsi lain dalam hal mengelola data kediklatan terintegrasi.

Herru Hardiyansah, S.Kom - Prakom Muda pada BKPSDMD Baca Selengkapnya