Pangkal Pinang - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto mengatakan untuk mendukung terwujudnya World Class Bureaucracy, setiap instansi pemerintah diperlukan sosok pejabat manajerial, yakni pejabat Administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan, kolaboratif, strategis, kinerja, atau pelayanan dalam peningkatan kinerja unit organisasinya.
Termaktub dalam core values BerAKHLAK, Aparatur Sipil Negara (ASN) diarahkan untuk mampu bersikap adaptif dalam menghadapi tantangan zaman yang begitu dinamis.
“Persaingan global saat ini masuk dalam ranah digital termasuk pada sistem pemerintahan menuju birokrasi digital. Maka setiap ASN harus smart dengan adaptif terhadap teknologi untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan efisien,” lanjut Fery mewakili Gubernur saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Aula Natar Praja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkal Pinang, Senin (13/4/2026).
Pemerintahan yang baik atau good governance di masa kini mensyaratkan profil smart ASN yang meliputi integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai Information Technology (IT) dan bahasa asing, berjiwa hospitality, berjiwa entrepreneurship, dan memiliki jaringan luas.
“Sebagai pejabat manajerial, pejabat Administrator harus memiliki kompetensi manajerial yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, baik pusat maupun daerah, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Keterbukaan informasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan memberikan akses kepada masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Sehingga, ASN harus mampu menyikapi hal ini sebagai suatu fungsi kontrol agar tetap berada pada koridor sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
“Peningkatan kinerja aparatur untuk mencapai standar yang tinggi dalam pelayanan publik, merupakan program utama pemerintah dewasa ini, yang dilatarbelakangi oleh terus meningkatnya tuntutan dan ekspektasi publik terhadap tersedianya pelayanan publik yang prima, efisien, dan terjangkau,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Fery, “ASN sebagai pelaku utama pelayanan dituntut untuk mengaktualisasikan kinerja pelayanan semaksimal mungkin, baik pelayanan publik yang bersifat langsung agar masyarakat tidak lagi merasakan kesenjangan/ketimpangan antara kinerja yang diharapkan dengan kinerja nyata yang dihasilkan oleh pelayanan publik.”
Pelatihan bagi pejabat Administrator ini menggunakan metode blended learning sejak tanggal 26 Februari sampai dengan 8 Juli 2026 atau setara dengan 905 jam pelajaran. Selama 104 hari, pelatihan akan diisi dengan pembelajaran mandiri (MOOC), e-learning/pembelajaran daring (synchronous dan ansynchronous), pembangunan komitmen bersama, pembelajaran klasikal tahap I, aktualisasi kepemimpinan, dan pembelajaran klasikal tahap II.
Melalui pelatihan ini diharapkan agar peserta menjadi pemimpin yang memiliki kompetensi kepemimpinan kinerja maupun kompetensi kepemimpinan pelayanan sebagai kompetensi manajerial untuk menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan manjerial, dan memiliki kemampuan untuk memimpin pelaksanaan program dan kegiatan pada Perangkat Daerah (PD) masing-masing, sehingga dapat memberikan pelayanan publik sesuai SOP dan terselenggaranya peningkatan kinerja secara berkesinambungan.
Disamping itu, untuk menciptakan good governance juga dibutuhkan SDM aparatur yang memiliki sikap dan perilaku yang baik untuk menjaga marwah diri, instansi, dan juga pemerintah.
"Tak hanya itu, pelatihan ini juga sebagai ajang untuk meningkatkan kompetensi dalam meraih prestasi, baik dari sikap maupun perilaku, meliputi moral yang baik, dedikasi, dan loyalitas terhadap tugas organisasi, kemampuan menjaga reputasi diri dan instansinya, serta jasmani dan rohani yang sehat.
Fery menegaskan agar para peserta berkomitmen dalam menjalankan seluruh agenda pelatihan demi tercapainya tujuan dari pelaksanaan pelatihan, yakni untuk membentuk pemimpin transformasional yang memiliki kompetensi kepemimpinan kolaboratif, strategis, kinerja, dan pelayanan dalam peningkatan kinerja unit organisasinya.
"Agar seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini, untuk tidak hanya memahami apa yang menjadi tupoksinya, tetapi juga memahami dan mendiskusikan secara mendalam isu-isu strategis dan implikasinya pada apa yang kita programkan. Dengan pemahaman yang baik terhadap isu-isu strategis sangat membantu kita untuk menghasilkan kebijakan guna menyelesaikan permasalahan dengan baik dan benar. Pimpinan harus mempunyai strategi yang inovatif dalam menjalankan amanahnya," tegasnya.
Acara pembukaan diikuti 39 peserta dan dihadiri oleh jajaran BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta undangan.
Usai pembukaan, pelatihan dilanjutkan dengan Overview Kebijakan Pelatihan yang disampaikan oleh Sekrertaris BKPSDMD Yudi Suhasri dan Ceramah Isu Strategis dan Kepemimpinan Kinerja Organisasi yang disampaikan oleh Kepala BKPSDMD Darlan.