Pangkal Pinang – BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sukses menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Manajemen Talenta pada Kamis sampai dengan Sabtu (12 – 14/2/2026), di Ruang Pasir Padi, lantai 3 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan kantor BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkalpinang. Sosialisasi dan pendampingan ini menghadirkan Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Herman yang hadir secara daring, Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN, BKN, Samsul Hidayat, dan Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang, Heni Sri Wahyuni.
Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, BKN, Herman menjelaskan, data yang berkualitas adalah hal yang fundamental dalam mewujudkan Meritokrasi.
“Kunci dari pembangunan Manajemen Talenta ini adalah data yang berkualitas karena data yang berkualitas akan lebih efisien, objektif, menghindari human error, dan pastinya melindungi Kepala Daerah dari kesalahan pemilihan kader atau bisa mendapatkan kader yang unggul sesuai kebutuhan,” jelas Herman.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Meritokrasi menjadi upaya pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang terjamin bagi masa depan bangsa.
“Talenta yang unggul adalah masa depan pemerintahan di Indonesia karena mereka adalah yang mampu memastikan tugas dan fungsi dari suatu jabatan adalah mereka yang best of the best,” tambahnya.
Kemudian, Kepala Kanreg VII BKN Palembang, Heni menyampaikan apresiasi kepada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas niat baik dan inisiatifnya untuk mengimplementasikan Manajemen Talenta di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Suatu kesempatan yang sangat luar biasa buat Saya. Ini kali kedua saya sampai ke wilayah Bangka Belitung, khususnya Pulau Bangka. Saya harap nanti bisa sampai juga ke Pulau Belitung. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Pemerintah Provinsi yang peduli dengan Kabupaten/Kotanya dan ingin Kabupaten/Kotanya juga maju bersama-sama dalam mengimplementasikan Manajemen Talenta,” ucap Heni.
Manajemen Talenta adalah tiket awal untuk maju ke tahap selanjutnya. Dengan Manajemen Talenta, kita membangun suatu sistem agar orang yang tepat dapat mengisi jabatan yang tepat pada waktu yang tepat secara objektif.
“Salah satu hal yang melatarbelakangi lahirnya Manajemen Talenta adalah adanya tuntutan pelayanan Masyarakat yang lebih cepat dan transparan. Untuk mewujudkan itu, kita membutuhkan SDM aparatur yang tak sekadar bekerja secara normatif tapi mereka yang memiliki talenta unggul yang berdedikasi tinggi untuk membangun daerah, karena itu sudah menjadi visi misi Kepala Daerah. Untuk menjawab itu semua, tidak bisa hanya mengandalkan cara yang lama. Maka dengan Manajemen Talenta kita merubah paradigma dari “siapa kenal siapa” menjadi “siapa bisa apa”,” ungkapnya.
Pentingnya Manajemen Talenta yang akan mampu merubah paradigma dari “siapa kenal siapa” menjadi “siapa bisa apa”. Maka, Manajemen Talenta menjadi jalan untuk mewujudkan Sistem Merit yang akan menjaga harmonisasi jalan dan jalur karier ASN. Sehingga kelak ASN akan berfokus untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas diri, baik secara kompetensi atau prestasi maupun karakter.
“Dari Manajemen Talenta kita mendapatkan Sistem Merit yang nyata, bukan hanya teori tapi Sistem Merit yang bisa terimplementasi. Kita ingin menghasilkan sosok ASN yang memiliki kompetensi unggul, kinerjanya baik, memiliki jalur karier yang jelas, serta akselerasi dari visi misi Kepala Daerah. Agar jabatan dapat diisi oleh orang yang tepat, dalam artian orang dengan kualitas tepat di posisi yang tepat. Karena bisa jadi orang dengan kualitas yang tepat duduk di posisi yang tidak tepat, bisa mengalami penurunan kinerja dan bukan berarti dia tidak memiliki kualitas yang tepat, contohnya singa yang raja hutan disuruh berperang di lautan. Begitu juga jika ikan hiu yang disuruh bertarung di hutan, bagaimana dia bisa survive?”, jelasnya.
Hal lain yang turut memberikan pengaruh penting yang harus dimiliki oleh sosok talenta unggulan adalah karakter yang baik. Karakter yang baik akan menentukan bagaimana seseorang dalam berperilaku baik dalam lingkungan pribadi, sosial, ataupun pekerjaan.
"Faktor lain yang juga sangat penting adalah karakter yang baik, karena perilaku tetap harus menjadi faktor penunjang, bukan hanya prestasi. Tanpa karakter yang baik, tidak akan memunculkan branding yang diinginkan. Jadikan Manajemen Talenta sebagai navigasi atau kompas menuju, yang tadinya mutasi atau promosi tanpa arah menjadi terarah dengan berbasis data yang bisa dibuktikan secara eviden, potensial, serta bisa mengisi kekosongan dari talenta-talenta yang mungkin secara kinerja dinilai kurang baik," tambahnya.
Heni mengungkapkan secara keseluruhan persiapan Manajemen Talenta Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai baik dan merata. Diharapkan semuanya dapat menjalani tahapan ekspos di BKN dengan lancar dan bisa memperoleh Surat Keputusan (SK) yang menjadi “SIM” dalam pelaksanaan Manajemen Talenta secepatnya.
“Kalau kita melihat progres Manajemen Talenta di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kita mengapresiasi sekali dan ini menjadi perhatian atau konsen kami karena semua posisinya beriringan antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota. Tidak ada yang mencuat sekali atau tertinggal sekali. Saya optimis kita bisa menyelesaikan bersama-sama 8 (delapan) Provinsi beserta Kabupaten/Kota. Sehingga pada proses ekspos di BKN nanti, Saya harapkan kita dapat hadir semuanya bersama-sama,” ungkap Heni.
Agenda kegiatan hari pertama, yakni sosialisasi dengan para peserta seluruh BKPSDMD Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan perwakilan seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara pendampingan, hanya diikuti oleh BKPSDMD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Usai pendampingan, kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara antara masing-masing BKPSDMD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang.