PANGKAL PINANG — Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Umum Internal di Aula Tama Wiyata, BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkal Pinang, Kamis (24/9/2026). Rapat ini juga sekaligus sebagai agenda Pelepasan Widyaiswara Ahli Utama, Sahirman yang telah memasuki masa purnabakti pada 1 September 2026.

Rapat umum ini menjadi media silaturahmi dalam rangka memperkuat rasa kebersamaan keluarga besar BKPSDMD. Dalam sambutannya, Dora Wardani mengatakan soliditas dan sinergitas menjadi bagian modal utama dalam mewujudkan birokrasi yang kuat.

"Momentum ini menjadi kesempatan untuk menyatukan niat, merapatkan barisan, sekaligus memperkuat sistem birokrasi yang responsif agar semakin kuat dan terpercaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Dora.

Dora menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Sahirman atas ilmu dan dedikasi yang telah diberikan, khususnya dalam menjadi bagian dari keluarga besar bahkan pemimpin dari BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Saya selaku Kepala Badan atas nama keluarga besar BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sahirman atas pengabdian serta ilmu yang telah diberikan selama menjadi bagian dari BKPSDMD. Pak Sahirman tidak hanya menjalankan peran sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pamong yang memberikan keteladanan bagi jajaran. Semoga apa yang telah bapak berikan menjadi amal jariyah dan catatan penting bagi kemajuan BKPSDMD dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” katanya.

Pada kesempatan ini, ia mengajak jajaran Widyaiswara untuk memformulasikan sistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata.

"Saya ingin mengajak para Widyaiswara untuk terus menghadirkan terobosan dalam sistem pembelajaran agar pengembangan kompetensi ASN dapat memberikan dampak nyata atau benar-benar dapat memberikan manfaat bagi kemajuan pemerintah. Sehingga peran Widyaiswara juga dapat berkembang menjadi fasilitator perubahan dalam pengembangan kompetensi ASN," jelasnya.

Pengembangan kompetensi tersebut, kata Dora, kedepan diarahkan untuk membangun konsep Corporate University (Corpu) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya ini membutuhkan kolaborasi Widyaiswara dan seluruh unsur pendukung pengembangan kompetensi ASN, termasuk kementerian dan lembaga yang bersinggungan dengan pembelajaran dan pengembangan kompetensi, seperti LAN, BNPB, dan LKPP.

Terakhir, Dora menekankan bahwa BKPSDMD memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan contoh yang tepat bagi ASN lainnya. "BKPSDMD punya tanggung jawab yang besar dalam mengelola 9.466 pegawai yang terdiri atas PNS dan PPPK. Saya minta kita semua dapat menjadi role model bagi ASN lainnya dengan menjaga integritas, kedisiplinan, kinerja, serta kemampuan menciptakan inovasi di lingkungan kerja," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sahirman juga menyampaikan terima kasih kepada Dora Wardani beserta seluruh jajaran BKPSDMD yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam kiprahnya sebagai Widyaiswara. "Terima kasih untuk Bu Dora dan kawan-kawan semua. Khusus untuk Bu Dora, syaa ucapkan selamat kini sudah menjadi Kepala Badan. Dulu sempat menjadi Sekretaris Badan. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan sukses selalu,” ucap Sahirman.

Sahirman menuturkan, hampir 10 tahun dirinya menjadi bagian dari BKPSDMD, dengan sekitar 4,5 tahun menjalankan tugas sebagai Kepala Badan sejak 2017 dan sekitar 5 tahun berikutnya sebagai Widyaiswara. Ia berpesan bahwa keberhasilan dalam bekerja tidak hanya ditentukan oleh hard skill, tetapi juga soft skill, sikap, dan perilaku.

“Kalau mau sukses, tidak hanya harus pandai-pandai membawa diri. Boleh cepat asal jangan mendahului, menghargai pimpinan, boleh pintar tapi jangan mengajari, dan kalau dapat rezeki, jangan lupa berbagi,” pesan Sahirman.

Terakhir, pesan dan kesan mewakili Widyaiswara disampaikan oleh Widyaiswara Ahli Madya sekaligus Koordinator Widyaiswara, Apriatna Utama yang turut memberikan apresiasi kepada Sahirman yang dinilainya telah menjadi contoh dan teladan bagi Widyaiswara.

“Pak Sahirman bisa dikatakan the legend bagi saya. Saya sering meminta nasihat karena beliau memiliki banyak ilmu, mulai dari ilmu pemerintahan, ilmu agama, hingga ilmu kemasyarakatan. Semoga apa yang Bapak tinggalkan menjadi kebaikan bagi kami semua,” ujar Apriatna.

Acara pelepasan kemudian ditandai dengan pemberian cendera mata oleh Dora Wardani kepada Sahirman sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasinya dan diakhiri dengan foto bersama.