PANGKAL PINANG - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan I Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Penutupan menjadi penanda berakhirnya proses pembekalan bagi para calon aparatur negara sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam pelayanan publik.

Kepala BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dora Wardani menegaskan bahwa Latsar CPNS bukan sekadar tahapan administratif menuju status sebagai PNS, melainkan proses pembentukan kompetensi sekaligus karakter aparatur. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan peserta dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara dan pelayan masyarakat.

“Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil merupakan pembekalan yang komprehensif agar para peserta mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan tugas sebagai aparatur negara sekaligus pelayan masyarakat,” ujar Dora Wardani saat membacakan sambutan, di ruang kelas Tanjung Kelayang, BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (11/9/2026).

Menurut Dora, pembentukan sumber daya manusia aparatur yang berkualitas memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Karena itu, peserta Latsar dituntut tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga menjadikannya sebagai bekal untuk membangun sikap profesional, disiplin, dan beretika dalam menjalankan tugas kedinasan.

Ia mengatakan, proses pembelajaran selama Latsar harus bermuara pada perubahan nyata dalam pola pikir, sikap, dan tindakan peserta ketika kembali ke lingkungan kerja. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil ini diharapkan peserta akan memperoleh pemahaman tentang tugas dan peranan sebagai agen pembaharuan (agent of change) yang memiliki cara berpikir, bersikap, dan bertindak secara benar juga tepat,” kata Dora.

Dora juga mendorong para peserta untuk mampu mengimplementasikan inovasi maupun aktualisasi yang telah disusun selama pelatihan agar memberikan manfaat bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para pemangku kepentingan. Dengan demikian, hasil Latsar diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas kinerja pemerintahan.

Lebih dari itu, setiap inovasi yang dikembangkan peserta harus memiliki orientasi pada kepentingan masyarakat. Dora menekankan pentingnya keberpihakan terhadap kemaslahatan rakyat sebagai bagian dari implementasi tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus upaya membangun dan memperkuat kepercayaan publik.

“Intinya, kegiatan ini memberikan pendidikan, membina serta meningkatkan kepribadian saudara-saudara sebagai abdi negara dan masyarakat,” tegas Dora.

Pesan tersebut menempatkan peserta Latsar sebagai bagian dari generasi aparatur yang tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan publik dan kemampuan menghadirkan perbaikan melalui inovasi yang bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Dora menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Latsar CPNS Angkatan I, mulai dari peserta, panitia, widyaiswara, pembimbing, mentor, hingga seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap berakhirnya masa pelatihan tidak menjadi akhir dari proses belajar para peserta. Sebaliknya, penutupan Latsar harus menjadi awal untuk membuktikan kapasitas sebagai aparatur melalui kinerja yang profesional, perilaku yang berintegritas, serta pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.