Pangkal Pinang - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dora Wardani mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk memiliki pola pikir kewirausahaan. Hal ini disampaikannya pada Webinar Seri 7 ASN Entrepreneur "Membangun Pola Pikir Inovatif untuk Pengembangan Potensi Daerah", Rabu (29/7/2026).
Menurut Dora, di era perubahan yang begitu cepat, ASN dituntut bukan hanya mampu menjalankan tugas pemerintahan secara profesional, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan, inovator, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.
"Saat ini, pemerintah terus mendorong transformasi birokrasi yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada hasil. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah bagaimana ASN mampu melihat potensi daerah sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik," kata Dora.
Dora mengatakan, semangat entrepreneur bukan berarti semua ASN harus menjadi pengusaha. Namun, yang lebih penting adalah memiliki entrepreneur mindset, yaitu pola pikir yang kreatif, inovatif, mampu melihat peluang, berani mencari solusi serta mampu menciptakan nilai tambah bagi organisasi maupun masyarakat. Mindset inilah yang akan menghasilkan ASN yang tidak hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tetapi juga mampu melahirkan berbagai inovasi pelayanan publik maupun pengembangan ekonomi daerah.
Dora juga menjelaskan, Bangka Belitung memiliki berbagai potensi daerah yang bernilai tinggi. Dengan mengenal lebih dekat dan mempelajarinya, akan dapat menciptakan komoditas lokal dengan nilai ekonomi yang tinggi.
"Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Sering kali kita terlalu fokus mencari peluang di daerah, padahal potensi terbesar justru berada di sekitar kita. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah pertambangan, namun sesungguhnya memiliki kekayaan lain yang luar biasa. Mulai dari sektor perkebunan, kelautan, pariwisata, hingga komoditas lokal yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah aren," jelasnya.
Diungkapkannya, aren merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya memiliki nilai ekonomi. Mulai dari niranya yang dapat diolah menjadi gula aren, gula semut, minuman kesehatan, cuka aren, hingga bioetanol. Belum lagi ijuk, kolang-kaling, batang, pelepah, bahkan akarnya memiliki manfaat ekonomi. Dengan semakin meningkatnya tren gaya hidup sehat dan kebutuhan pangan alami, produk-produk berbahan aren memiliki prospek pasar yang sangat cerah, baik di pasar domestik maupun internasional.
Peran ASN dalam Pengembangan Ekonomi Daerah
ASN memiliki posisi yang sangat strategis. Bukan hanya sebagai regulator dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan ekonomi. Ketika ASN memahami potensi unggulan daerah, maka berbagai kebijakan, program pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan UMKM, hingga promosi investasi akan menjadi lebih tepat sasaran. Bahkan bagi ASN yang memiliki minat berwirausaha, regulasi telah memberikan ruang sepanjang tetap mematuhi ketentuan perundang-undangan, menghindari konflik kepentingan, serta tidak mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan. Karena itu, pemahaman mengenai etika dan legalitas menjadi bagian penting dalam membangun budaya ASN entrepreneur yang profesional.
Mengapa Webinar ini Penting?
Webinar Seri 7 ASN Entrepreneur "Membangun Pola Pikir Inovatif untuk Pengembangan Potensi Daerah" tidak hanya akan mengajarkan teori, tapi memberikan dua perspektif yang sangat lengkap. Perspektif pertama adalah bagaimana melihat potensi bisnis aren, memahami peluangnya, menyusun strategi memulai usaha, hingga menyusun roadmap pengembangan bisnis yang sesuai bagi ASN.
Selain itu, pada webinar ini juga menampilkan langsung pelaku usaha yang akan membagi pengalaman mengenai proses hilirisasi produk aren, bagaimana menciptakan produk bernilai tambah, membangun merek, menjaga kualitas, menghadapi tantangan usaha, hingga strategi mempertahankan bisnis agar terus berkembang. Dengan kombinasi teori dan pengelaman lapangan, diharapkan para peserta memperoleh gambaran yang utuh mengenai bagaimana sebuah potensi lokal dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Harapan kepada Peserta
Dora menuturkan agar para peserta dapat memanfaatkan webinar ini secara optimal atau sebagai langkah awal dalam menciptakan kehidupan yang mandiri dan semakin lebih baik.
"Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti webinar ini dengan pikiran yang terbuka. Gunakan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertanya, dan menggali pengalaman dari para narasumber. Siapa tahu, ide usaha yang selama ini hanya tersimpan dalam benak, hari ini menemukan jalannya. Siapa tahu, dari webinar ini lahir pelaku-pelaku usaha baru yang mampu mengangkat komoditas unggulan Bangka Belitung menjadi produk yang dikenal secara nasional bahkan dunia," tuturnya.
Diharapkan ASN Bangka Belitung menjadi ASN yang inovatif, mampu menciptakan solusi, memiliki jiwa entrepreneur akan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan, mampu melihat peluang dibalik tantangan, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Total seluruh peserta yang mengikuti webinar melalui zoom meeting dan YouTube sebanyak 2.272 (dua ribu dua ratus tujuh puluh dua) peserta. Narasumber pada webinar, yakni Slamet Wahyudi (Widyaiswara Ahli Madya BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sebagai Penulis Buku Budidaya dan Prospek Bisnis Aren 2021) dan Ilham Syahputra (Direktur PT. Sultan Aren Indonesia - "Hilirisasi Produk Aren dan Tips Mengembangkan Usaha yang Menguntungkan").