Pangkalpinang - Mengawali tahun 2026, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pengembangan Kompetensi Jangka Menengah Daerah (RPKJMD) 2026-2030 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Pelayanan Terpadu, BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (5/1/2026).
Sebagai informasi, RPKJMD adalah panduan strategis untuk meningkatkan kapasitas ASN, memastikan kompetensi relevan dengan arah pembangunan daerah. Tujuannya, memberikan kejelasan arah pengembangan kompetensi ASN, selaras dengan dokumen perencanaan dan pembangunan daerah.
Kepala BKPSDMD, Darlan meminta agar seluruh peserta rapat dapat memberikan saran atau masukan untuk memantapkan perencanaan pengembangan kompetensi yang sempurna.
"Silahkan kawan-kawan dari setiap bidang untuk menyampaikan masukan atau sarannya supaya perencanaan pengembangan kompetensi yang kita susun benar-benar matang dan tepat sasaran," ucap Darlan.
Adanya efisiensi anggaran pada seluruh sektor pemerintahan, pilihan alternatif menjadi suatu hal yang mampu mendorong daya adaptasi SDM aparatur lebih maju lagi.
"Ini menjadi blue print dari awal perencanaan sampai nanti hasilnya dan kita harus optimis atas rencana yang kita susun ini. Meski masih dalam masa efisiensi, kita harus mampu mengelolanya dengan mencari alternatif, seperti penyelenggaraan kegiatan secara online agar pengembangan kompetensi tetap dapat terlaksana sebagaimana mestinya," lanjutnya.
Dalam rapat ini Darlan juga sempat menyampaikan, Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang sempat tertunda menjadi salah satu fokus untuk terus dapat diupayakan agar dapat terlaksana di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Kita juga fokuskan untuk PKN karena sampai saat ini masih banyak Eselon II kita yang belum mengikuti PKN. Kita usulkan di tahun 2026. Jadi apapun yang akan memajukan SDM aparatur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini kita upayakan," tambahnya.
Sejumlah hal yang melatarbelakangi pentingnya perencanaan pengembangan kompetensi ini, seperti adanya dinamika pembangunan daerah dan tantangan global, transformasi digital dan kebutuhan ASN yang adaptif, dan pentingnya SDM aparatur dalam tata kelola pemerintahan.
Darlan mengungkapkan bahwa upaya pengembangan kompetensi yang akan bermuara pada kualitas SDM aparatur juga menjadi barometer dalam pembangunan citra BKPSDMD.
"Kita ingin merubah wajah atau citra BKPSDMD dengan barometer SDM aparatur yang berintegritas. Kita selaraskan pembangunan citra BKPSDMD yang melindungi, seperti apa yang disampaikan Kepala BKN, Zudan, memberikan kesejahteraan, melindungi data kepegawaian, memudahkan urusan pelayanan kepegawaian, seperti Kenaikan Pangkat dan mutasi, dan lain sebagainya," ungkapnya.
Kualitas pelayanan kepegawaian selalu menjadi prioritas dan selalu dievaluasi agar kepuasan masyarakat terhadap layanan tetap terjaga.
"Sekarang semuanya menggunakan sistem. Kita juga mendorong agar ASN memahami kemudahan dari sistem yang ada dan mendapatkan manfaatnya. Jangan sampai masih ada ASN atau masyarakat yang masih kesulitan dengan pelayanan kita. Mereka happy, kita yang melayanipun harus happy karena kita sudah memberikan yang terbaik dan jangan pernah ada urusan tranksaksional. Selalu usahakan rezeki yang berkah," jelasnya.
Rapat melibatkan para Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Ketua Tim Kerja, beserta para Widyaiswara. Setiap bidang atau unsur memberikan masukan untuk menyempurnakan rencana pengembangan kompetensi yang sedang disusun.
Perencanaan pengembangan kompetensi dilakukan sebagai upaya strategis dalam mengembangkan kompetensi SDM aparatur guna menuju birokrasi yang adaptif dan berkinerja tinggi. Perencanaan ini juga disesuaikan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
- 112 reads
