Pengaruh Tipe Pegawai Terhadap Suatu Perubahan Organisasi (Adopsi Teori Business Reengineering)

Masih ingat nama Mukidi yang menjadi sebuah viral di banyak media sosial karena tokoh yang satu ini identik dengan orang kocak, konyol dan sebagainya ?Ternyata setelah sekian lama tidak nongol di kancah birokrasi, dia punya profesi baru : Konsultan Perubahan.

Silakan anda browsing sendiri saja mengenai definisi profesi baru Mukidi; saya akan konsen pada cerita tentang Raja Antah yang baru saja memenangkan peperangan melawan Raja Berantah dan sekarang Raja Antah yang menduduki tampuk pemerintahan. Raja Antah terkenal dengan visi Perubahannya sehingga dia sangat dicintai rakyatnya yang sudah mulai bosan dengan stagnasi alias kemandekan di segala lini. Jadi kemenangan pertempurannya kemarin antara lain karena dukungan dari rakyat yang menginginkan perubahan tata kelola birokrasi agar lebih memperhatikan rakyat.

Lalu apa hubungannya dengan Mukidi ? Ternyata mas Mukidi dikontrak oleh Raja Antah untuk memberi masukan mengenai penerapan perubahan tersebut. Saat didepan Raja Antah mas Mukidi bilang kalau penerapan perubahan di segala lini itu mudah kalau didukung tidak hanya masyarakat pemilihnya tapi juga oleh aparatur di istananya. Mas Mukidi juga bilang sebaiknya hati-hati pada saat awal melakukan perubahan organisasi birokrasi karena paling tidak ada 5 (lima) tipe orang yang menghambat perubahan ketika terlibat dalam proyek perubahan di istananya, yaitu :

Sebenarnya ke-5 tipe orang ini memiliki kesamaan : ambisi yang kuat untuk mengendalikan orang lain dan mengutamakan agenda pribadi yang berpusat pada kepentingan diri sendiri (self-centered personal agenda). Mereka akan menyerang perubahan organisasi birokrasi saat proyek tersebut tidak sejalan dengan kepentinganmereka. Orang-orang ini bisa bekerja sendiri atau dalam kelompok, cerdas atau bahkan tidak punya kompetensi sama sekali tapi nekat. Mereka kebal terhadap perubahan melalui pelatihan, komunikasi dan dukungan.

1. The Lone Ranger

- Tipe orang yang meggagalkan proyek perubahan dengan melakukan berbagai taktik untuk mengalihkan pengelolaannya ke tangan sendiri.

- Pada awalnya bersikap kooperatif namun setelah memperoleh posisi yang kuat karena pengalaman dan keahliannya diperlukan maka ia mulai menggerogoti tim perubahan agar goyah dan memperoleh persetujuan manajemen puncak agar dipilih menjadi pihak yang menjalankan perubahan organisasi.

2. The Game Player

- Tipe ini berusaha menggagalkan proyek perubahan dengan jalanmenciptakan kesenjangan informasi di antara tim perubahan dan pimpinan puncak.

- Sabotase dilakukan dengan membuat informasi yang rancu atau salah sehingga pimpinan puncak akan menyalahkan tim perubahan.

- Tujuan si Game Player ini adalah agar dirinya menjadi pihak yang diuntungkan dan mengendalikan kerja tim perubahan.

3. The Opportunist

- Tipe penghambat yang mengupayakan diri keuntungan sendiri dengan terlibat dalam proyek perubahan secara minimal dengan pengaruh yang sangat besar.

- Dalam prakteknya ia sebenarnya sangat sibuk dengan urusan-urusannya yang lain; proyek perubahan ia korbankan demi kepentingan lain. Ia terkesan sangat sibuk  tapi tak ada hubungannya dengan proyek perubahan sehingga akhirnya proyek perubahan terbengkalai.

4. The Technocrat

- Tipe ini menghambat perubahan dengan jalan menerapkan standar dan aturan yang kaku.

- Tipe ini membuat anggota-anggota tim perubahan merasa bahwa pandangan mereka tidak dihargai sehingga pada akhirnya tim tersebut enggan terlibat aktif dalam proyek perubahan.

- Kekuasaan orang macam ini perlu dibatasi dan dikendalikan pada batas tertentu agar tidak meracuni tim perubahan.

5. The Pretender

- Dapat disebut sebagai anggota tim sebatas nama (nominal)

- Tidak banyak berkontribusi dalam rapat, lebih banyak diam tapi tidak juga membantah. Jika diberi tugas ia menerima tapi tugas tidak dikerjakan. Intinya orang ini menggagalkan proyek perubahan karena kurangnya komitmen terhadap tugas yang diemban dalam tim.

Raja Antah manggut-manggut lalu berkata,” Cuma 5 itu ya?”. Dengan santai mas Mukidi bilang :” Mohon ijin paduka Raja, yang berbahaya itu adalah orang atau kelompok dilingkungan istana yang memiliki semua 5 tipe itu dan menggunakannya secara bergantian namun paduka sendiri tidak menyadarinya”.

Raja Antah menoleh ke arah mas Mukidi dengan wajah penuh tanya. Mukidi tersenyum dan berkata :“Betul Paduka ….orang seperti itu punya falsafah hidup seperti bendera : kemana angin bertiup kesitulah saya akan berkibar. Apapun makanannya yang penting minumnya ………siapapun rajanya yang penting saya masih berkuasa dan posisi jabatan saya tidak terganggu.”

Raja Antah manggut-manggut lagi….entah artinya berpikir, mengerti atau malah tambah bingung dan pusing.

Selamat datang perubahan…..

Penulis: 
Tri Putranto Vindi Kusuma, SKM - Pengelola Urusan Kesehatan
Sumber: 
BKPSDMD

Artikel

18/07/2017 | Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel
07/11/2018 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD
20/11/2017 | Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM
31/08/2018 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD
13/12/2017 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD