Mendorong Kebiasaan Menulis Widyaiswara BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Berani memulai

            Widyaiswara harus mempunyai keberanian untuk memulai menulis sebagai sebuah kemampuan imajinasi menuangkan ide dan inspirasi secara cemerlang mensukseskan era perubahan yang digalakkan. Hernowo, penulis buku "Mengikat Makna", mengatakan bahwa menulis dapat mengantarkan kita menuju kebahagiaan hidup. Menulis di masa kini bukan lagi sebuah profesi yang bisa dianggap remeh.  Menulis  bisa mengubah apa yang akan diutarakan, mencurahkannya dalam setiap paragrap penuh dengan makna dengan menambah  kiasan. Menulis adalah ativitas yang menuntut konsentrasi secara penuh, ragam bahasan dicantumkan secara etis sesuai standarisasi penulisan. Kebebasan berekpresi muncul secara  mudah bila kemauan sudah dicetuskan maka widyaiswara mempunyai niat sejati untuk memulai seperti air mengalir tanpa henti.

            Berani memulai menulis oleh seorang widyaiswara dalam mengerjakan karyanya dalam berbagai bentuk tulisan  memang harus dilandasi semangat, suatu kegiatan tidak akan pernah tuntas  kalau tanpa hal dimaksud untuk menikmati karya tulisnya akan membuat antusias luar biasa sehingga tulisan yang dikerjakan dengan baik akan berdampak positif terhadap isinya. Widyaiswara berani menulis harus dengan rasa menyenangkan mengenai  tema,topik,judul bebas disesuaikan kemampuan widyaiswara menguasai bahannya, dengan lokasi penulisan yang nyaman memudahkan munculnya kreatifitas tersendiri untuk mengekpresikan keinginan apa yang akan dituangkan. Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia
melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan. If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.
 

            Menulis adalah bagian dari media berekspresi. Seseorang menulis karena ingin menuangkan ide yang telah menumpuk dalam pikirannya. Banyak orang tertarik dalam bidang tulis menulis salah satunya ingin menjadi seseorang yang dikenal. Terlepas dari hal itu, menulis adalah suatu kegiatan positif yang mendayagunakan kata-kata. Seseorang yang tidak dapat menuangkan ide-ide secara lisan dapat mengungkapkannya melalui tulisan. Banyak faktor yang menyebabkan banyak mahasiswa tidak suka dengan menulis. Salah satunya yaitu phobia menulis. Tidak jarang mahasiswa merasa khawatir  bila nanti tulisan-tulisan yang dibuatnya dinilai jelek oleh pembacanya. Itu sama sekali bukanlah masalah yang besar. Memang membutuhkan proses / waktu untuk memulai, tinggal bagaimana kemauan dari widyaiswara itu sendiri, tidaklah sulit dibayangkan kalau tidak pernah mencoba jangan pernah  mengatakan “saya tidak bisa menulis, tidak ada waktu untuk menulis” itu adalah kesalahan fatal yang menjadikan widyaiswara semakin tidak mau untuk menulis.

Menciptakan berpikir kreatif

Berpikir kreatif berarti berani menciptakan sesuatu yang belum pernah dibuat sebelumnya dengan mengerahkan kekuatan daya imajinasi. Proses menciptakan sesuatu berarti melontarkan pertanyaan, menyelami keraguan dan akhirnya menemukan pemecahan yang kreatif. Aktivitas menulis mendorong widyaiswara untuk berpikir kreatif dalam menjawab pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru untuk ditanyakan. Dengan membiasakan diri berkecimpung dalam tulisan, penulis pun akan terbiasa menikmati saat bermain dengan kata/kalimat/paragraf yang menciptakan makna tulisan. menulis memberikan kepuasan dan kesenangan di mana saja dan kapan saja, kita memang butuh waktu untuk berpikir dengan keras dan cepat, dengan ide  menarik yang dahsyat didalam  pikiran.

Evans (1991) menjelaskan bahwa berpikir kreatif adalah suatu aktivitas mental untuk membuat hubungan-hubungan (conections) yang terus menerus (kontinu), sehingga ditemukan kombinasi yang “benar” atau sampai seseorang itu menyerah. Asosiasi kreatif terjadi melalui kemiripan-kemiripan sesuatu atau melalui pemikiran analogis. Asosasi ide-ide membentuk ide-ide baru. Jadi, berpikir kreatif mengabaikan hubungan-hubungan yang sudah mapan, dan menciptakan hubungan-hubungan tersendiri. Berpikir kreatif merupakan kegiatan mental untuk menemukan suatu kombinasi yang belum dikenal sebelumnya. Berpikir kreatif dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang digunakan ketika seorang widyaiswara untuk membangun / memunculkan suatu gagasan baru yang kekinian berguna dalam menuangkan tulisannya.

Adanya Motivasi

Profesionalisme widyaiswara memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur sipil negara, dengan mengembangkan kompetensi sesuai dengan jenjang masing –masing. Motivasi adalah hal terpenting yang harus dimiliki ketika widyaiswara menulis apakah Karya ilmiah,artikel, jurnal,media cetak  dan sebagainya. Karena, jika tidak memiliki motivasi, tak jarang tulisan kita berakhir dengan tidak akan pernah selesai. Bahkan parahnya, sudah berakhir meski belum dimulai. Dorongan semangat dalam diri untuk menulis memberikan kesempatan berkreasi secara nyata dan faktual.

Motivasi adalah dorongan yang membuat widyaiswara senantiasa berhasrat menulis dan menuntaskannya dengan hasil / kaya berdimensi tidak menunggu mood hadir.Sebuah tulisan yang baik melalui curahan  pikiran secara berkelanjutan memiliki  tujuan sehingga menarik dibaca. Tradisi untuk menulis dan mempublikasikannya di berbagai jurnal ilmiah berakreditasi nasional ataupun internasional belum sepenuhnya terbentuk di kalangan widyaiswara. Masih banyak kendala untuk kegiatan tersebut, terutama motivasi yang rendah untuk memberikan dorongan menulis dengan menyenangkan.

Manfaat hobi menulis widyaiswara antara lain :

1. Sebagai Alat Komunikasi

Kita semua sudah mengetahui kalau media komunikasi manusia masih ada dua: lisan dan tulisan. Bahasa tulisan sangat penting terutama di zaman kecanggihan teknologi komukasi menguasai kehidupan sosial manusia saat ini. Misalnya saja bagi yang memiliki bisnis online sudah pasti akan lebih banyak berkomunikasi di mediaonline secara tertulis. Baik komunikasi dengan customer, menyampaikan promosi, membuat deskripsi produk yang menarik dan lain-lain.

Komukasi tertulis juga biasa digunakan pada sesuatu yang bersifat resmi seperti pembuatan proposal bisnis atau acara, surat lamaran kerja, surat izin, surat perjanjian hingga laporan untuk manager atau atasan. Komunikasi tertulis juga menjadi sangat penting untuk dilatih bagi yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi secara lisan atau verbal.

2. Sebagai Alat Pengingat

Menulis sama dengan menjaga ingatan. Seperti kata bijak “al-ilmu qoyyidun wal kitabattu qoiduhu” ilmu itu seperti hewan buruan dan tulisan adalah tali kekangnya. Berdasarkan sebuah penelitian, menulis juga dapat meminimalisir kepikunan. Karena menulis adalah bagian dari memuntahkan segala macam unek-unek otak kita (berfikir).

Proses berfikir ini merupakan perjuangan melawan lupa yang dapat dilakukan melalui kegiatan menuliskan ide-ide cemerlang widyaiswara. Proses ini kata seorang psikolog dapat meminimalisir kepikunan dalam diri seseorang menjelang masa lansia nantinya. Karena dengan menulis akan melibatkan aktifitas berfikir yang mengoptimalkan memori seseorang.

3. Menyebarkan Pengetahuan

Mau menulis berarti widyaiswara akan berani menuangkan ide, gagasan, pandangan bahkan perasaan secara tertulis. Dengan demikian apa yang ditulis bisa tersampaikan dan dibaca pihak lain selain teman-teman widyaiswara BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu para ilmuwan sejak zaman dahulu banyak yang menyebarkan dan mewariskan pengetahuan melalui tulisan.

Jika widyaiswara ingin berbagi  pengetahuan, ide atau hal-hal positif lain melalui wahana yang tersedia, menuliskannya adalah cara paling ampuh untuk menjangkau pembaca secara efisien dan bermanfaat,

4. Menjabarkan masalah secara sistematis

Sebagian widyaiswara dan pembaca sulit untuk mencerna suatu pemahaman jika hanya disampaikan secara lisan. Apalagi bagi profesi sebagai widyaiswara tentu lebih cepat dipahami jika menerangkan suatu masalah atau soal dengan tulisan, sehingga mudah memahami makna yang disampaikan hal ini mengingat latar belakang pembaca mempunyai beragam aspirasi.

5. Rejeki

Dengan hobi menulis  widyaiswara mempunyai profesi baru yang menarik, tentunya membutuhkan keterampilan dan mempunyai penghasilan yang menjanjikan. Seperti Penulis Buku itu sendiri yang bisa mendapatkan royalti di setiap penerbitan Penulis untuk harian/majalah, Jurnalist, Pembuat naskah (script) film, Copy writer, Blogger, Penerjemah dan masih banyak lagi. Di BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk setiap penulis artikel di website akan mendapatkan insentif memadai dari pengelola, walaupun respon teman-teman belum menunjukan kuantitas berarti penulis tetap memberikan dorongan agar mau mencoba menulis secara bertahap seperti ibu Saudahwati, Sani Abdul.

Mempublikasikan

Penulis dapat mempublikasikan berbagai  aspek pemikirannya melalui media berkelas lokal,nasional serta internasional. Penyair William Stafford mengatakan bahwa seorang penulis bukan hanya seorang yang mengatakan sesuatu, tetapi dia juga orang yang tahu cara untuk mengatakannya. Melalui artikel penulis bisa menjangkau ribuan orang untuk membaca apa yang disampaikan dari ekspresi jiwa sampai lingkungan sekitar disampaikan dengan susunan kalimat yang kadangkal menyentuh hati publik dari berbagai kalangan dan mendapat tangggapan beragam pula ada yang mengkritik, adapula mencaci/marah tak lupa pujian.

Penulis membuat publik merenung. Tidak jarang juga penulis berperan menyumbangkan ide-ide yang bermanfaat terhadap penulis. mengasyikkan /menyenangkan tentunya nama widyaiswara dikenal sebagai penyumbang pikiran, dengan menulis kita terlibat dalam gerak komunikasi di lingkungan tingkat lokal dan di seantero dunia. Mempublikasikan karya ilmiah ke jurnal membutuhkan usaha keras dan cukup rumit. Karya harus kekinian dan orisinalitas terjamin, andaikata penulis mencuplik kepunyaan orang lain maka wajib mencatumkan sebagai referensi pada akhirnya tidak menjadi karya plagiat.

Menyemangati widyaiswara

            Dengan adanya payung hukum dari Lembaga Administrasi Negara yaitu perka lan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pedoman penyusunan karya tulis ilmiah widyaiswara maka ini akan memperkokoh jati diri widyaiswara untuk senantiasa menulis memperkaya khasanah media. Rambu-rambu yang ada memberikan angin segar bagi karya tulis untuk diterbitkan secara berkesinambungan sehingga implikasinya jelas terhadap pembaca. Lalu mengapa widyaiswara BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum begitu maksimal kuantitas untuk berkarya dalam penulisan, ini perlu digarisbawahi padahal mendapatkan poin dan koin sebagai balas jasanya. Memang tidak semua widyaiswara mempunyai bakat untuk menulis karya ilmiah, artikel dan lain-lain namun tindakan awal hendaknya menjadi daya picu melakukan hal berguna ketika jam mengajar berkurang atau tidak ada maka aktifitas sudah menunggu di depan kita.

            Tidak mati rasa untuk berbuat dan menggugah percaya diri bahwa seorang widyaiswara selain mampu menunjukkan jati dirinya mengajar bisa juga menulis. Inilah perubahan sewajarnya membangun dengan kreativitas tanpa henti, bakat senantiasa mengikuti bila diasah setiap waktu, jangan pernah bosan katakan aku bisa.

Habituasi / kebiasaan

The more you that you read, the more things you will know, the more that you learn, the more places you’ll go. [Lebih banyak membaca, lebih banyak hal yang diketahui, lebih banyak pembelajaran, lebih banyak tempat yang dapat dikunjungi.] ― Jostein Gaarder . Kebiasaan menulis oleh widyaiswara kalau sudah dimulai akan menjadi sesuatu yang membuat kita tertantang untuk menuangkan uneg-uneg yang ada dibayangan kepala kita, renung,berhalusinasi dan sebagainya menciptakan karya lalu mengimplementasikannya dalam berbagai bentuk karya. Mengaktulisasikan harapan akan membentuk spontanitas tindakan sebuah harapan yang dicita-citakan menjadi nyata dan dibaca orang lain melaui menebarkan pengaruh dan pemikiran lewat rangkaian kata-kata yang terstruktur dengan rapi dan sistematis.

Tidaklah mudah walaupun sebenarnya semua orang bisa menulis. Karya tulis yang baik tidak didapatkan dalam waktu instan dan membutuhkan keseriusan untuk mengasah keterampilannya, bukan hanya bisa sekedar mengetik, namun menulis adalah bagaimana merangkai kata yang jika bisa membuat pembaca terpengaruh dengan isi yang terkandung dan bermanfaat.

Widyaiswara unggul

            Sosok orang perjuangan mesti dimiliki para widyaiswara BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengingat mereka adalah aparatur yang mempunyai pengalaman yang cukup di masa lalunya mempunyai kemampuan berbagai disiplin ilmu pengetahuan serta pengalaman yang tak perlu diragukan lagi, ada mantan dosen, pejabat struktural dalam berbagai level, tenaga fungsional lengkap sudah di ruangan widyaiswara maka tinggal mengaktualisasikannya diberbagai kegiatan yang dibutuhkan. Pemikiran dan keilmuaan bisa dimanfaatkan oleh berbagai OPD yang ada di daerah ini, tentunya untuk menuju widyaiswara unggul dimaksud harus ada pula tulisan-tulisan yang bisa menjadi acuan bagaimana dan ke arahmana karya ini akan dibuktikan sehingga pihak yang mencari tenaga ahli dengan mudah mencari referensinya dan melacak kemampuan untuk disesuaikan dengan anggaran yang tersedia pula dari penyandang dana.

            Menuangkan tulisan sesuai keahlian tehnis akan membawa implikasi positip terhadap nilai jual widyaiswara, penulis sendiri mempunya pengalaman dan keahlian dalam beberapa bidang keahlian tentu menerima pembayaran sesuai tingkat kesulitan dalam menangani permasalahan, tidak terbatas melakukan kerjasama dengan OPD Pemerintah Daerah tapi juga dengan pihak swasta. Tantangan untuk menjadi unggul terbuka luas di Bangka Belitung andaikata niat muncul dengan keihlasan sejati berbuat untuk pihak lain walaupun diimbali dengan murah tapi wajar pada awalnya. Yang menentukan masa depan adalah pilihan anda, bukan kesempatan” ”Jean Nidetek”

            Berubah dan berkembang dapat dilakukan sesuai dengan apa yang diinginkan, menjadi apa pun dengan mendengarkan beberapa pikiran positif tentang bagaimana untuk melanjutkan pengembangan diri kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi pribadi unggul merupakan salah satu hal yang diinginkan oleh setiap orang. Tentu menjadi pribadi unggul dengan cara positif, kerja keras, belajar sungguh-sungguh dan menekuni pekerjaan, di era globalisasi dan teknologi seperti sekarang ini, tantangan bukan semakin kecil; tetapi sebaliknya, menjadi semakin besar. Untuk dapat bertahan dalam arena persaingan yang begitu ketat, dibutuhkan keahlian dan keunggulan khusus.

Dalam pandangan Islam soal keunggulan pribadi muslim, yakni orang tersebut selain memiliki kemampuan bekerja, dapat dipercaya, pandai nan berpengetahuan luas, tubuh yang kuat, dan terakhir ialah kesabaran dan sifat kasih sayang. Sebab apalah arti segalanya tanpa memiliki kesabaran. Be Extra Ordinary People. Adalah orang yang luar biasa atau seorang yang memiliki addes value, dimanapun dia berada selalu memberi manfaat atau nilai tambah bagi dirinya dan orang lain. Ketika kitaberupaya dan berikhtiar menjadi pribadi yang unggul atau seorang yang sukses, sesungguhnya kita sedang merajut hari-hari kita menuju cita-cita yang kita idamkan yakni menjadi insan yang bertakwa sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hujurat ayat 13 :

“ Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu … “

Personal excellence dapat juga dikaitkan dengan dunia kerja setiap tindakan yang dilakukan oleh sesorang muslim selalu beroreintasi pada akhirat. Sehingga motivasi bekerja seorang muslim adalah ibadah kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam Surat Al-Qashash ayat 77 :  

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan kepada mu (kebahagian) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan)duniawi dan berbuat baiklah  (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

hidup degan kebahaian akhirat atau bekerja untuk ibadah akan menumbuhkan motivasi berprestasi dan menghindarkan diri dari berbuat kerusakan dalam lingkungan kerja seperti melanggar kode etik, tata tertib, aturan dan merusak nama baik institusi. 

Penulis: 
Rachmat Bahmim Safiri, S.H.,M.Si – WI Muda BKPSDMD
Sumber: 
BKPSDMD

Artikel

18/12/2017 | Wawan Setiawan, S.Si - Pranata Komputer Muda BKPSDMD
04/07/2017 | Herru Hardiyansah, S.Kom - Prakom Muda pada BKPSDMD
18/07/2017 | Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel
09/05/2017 | Fitra Hartini, SE - Calon Peneliti Bappelitbangda Prov. Kep.