Kompetensi Penyumbang Terbesar Pengungkit IP ASN

Pangkalpinang - Kepala Sub Bidang Kelembagaan dan Kerjasama, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Satriyo menyebutkan diantara keempat komponen pengukuran Indeks Profesionalitas (IP) Aparatur Sipil Negara (ASN), kompetensi memiliki bobot terbesar.

“Ada empat komponen pengukuran IP ASN, yakni kualifikasi sebesar 25%, kompetensi 40%, kinerja 30% dan disiplin 5%. Dari sini jelas bahwa kompetensi memiliki bobot paling besar sebagai pengungkit tingkat IP ASN kita,” sebut Satriyo selaku narasumber pada Sosialisasi Pengembangan Kompetensi (Bangkom) di Dinas Perhubungan Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Selasa (25/2/2020).

Untuk itu, dirinya mengajak agar para ASN untuk peduli terhadap perencaan pengembangan kompetensinya.

“Setiap ASN dapat memaksimalkan pemanfaatan pengembangan kompetensi 20 JP (Jam Pelajaran) untuk mendorong peningkatan IP ASN kita. Setiap ASN berhak, maka rencanakanlah sebaik-baiknya dengan mengisi Bangkom,” ajaknya.

Dijelaskannya juga bahwa para ASN dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan baik pendanaan APBD ataupun APBN.

“Misal ada pegawai struktural yang belum ikut diklat PIM, yang JFT belum ikut diklat kefungsionalannya atau diklat lainnya. Dan bentuk diklatnya tidak semata-mata yang didanai APBD saja tapi juga APBN. Ini yg kita dapatkan dari pengisian aplikasi Bangkom,” jelasnya.

Satriyo menghimbau para ASN memiliki pola pikir yang baik terhadap pengisian aplikasi Bangkom ataupun aplikasi lainnya.

“Jangan berpola pikir bahwa mengisi aplikasi Bangkom itu susah, justru sebaliknya. Dari sini akan dapat dilihat dan terukur siapa yang akan melakukan pengembangan kompetensi dan semuanya terekam. 20 JP berperan meningkatkan IP ASN. Intinya sama saja dengan aplikasi lainnya,” himbaunya.

Kunci pengisian Bangkom, lanjutnya, adalah adanya dialog antara bawahan dan atasan.

“Dalam pengisian Bangkom ini tidak bisa hanya sendiri. Setelah diisi, bawahan harus berkomunikasi atau berdialog dengan atasan terkait pelatihan-pelatihan yang diajukannya. Itulah kuncinya,” lanjutnya.

Satriyo berharap Dinas Perhubungan dapat memanfaatkan sisa waktu perpanjangan pengisian Bangkom.

“Kami harap Dishub dapat memanfaatkan seminggu ini untuk menyelesaikan Bangkomnya. Karena akan ditutup per 29 Februari nanti,” harapnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan, Zainuri Anizar meminta perpanjangan waktu agar pegawai dilingkupnya dapat mengisi Bangkom dengan tepat.

“Kalau bisa kami minta ada penambahan waktu toleransi untuk pengisian Bangkom. Supaya kami juga bisa mengisinya dengan sebaik-baiknya,” pinta Zainuri diakhir sosialisasi.

Beliau juga mengatakan agar para pegawai Dishub Babel untuk mengusulkan kediklatan yang dibutuhkan Perangkat Daerah (PD).

“Usulan pegawai perlu dikelola dengan cermat, agar diklat sesuai dengan kebutuhan instansi. Jangan sampai yang diusulkan ternyata tidak dibutuhkan atau sudah kebanyakan,” katanya.

Sumber: 
BKPSDMD
Penulis: 
Ernawati Arif
Fotografer: 
BKPSDMD
Editor: 
Riko Apriyanto, S.Ikom - Kasubbid Data BKPSDMD
Bidang Informasi: 
BKPSDMD