Ikuti UPBJ, Terpenting Pemahaman

Pangkalpinang – Hal terpenting dalam mengikuti Ujian Pengadaan Barang Jasa (UPBJ) adalah pemahaman.

Hal ini disampaikan Hartati, Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dindik Babel) sebagai salah satu yang lulus UPBJ ayang diselenggarakan di Ruang Computer Assisted Test (CAT), lantai 4 Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Jum’at (28/2/2020).

Menurutnya, pemahaman memberikan kemudahan mengidentifikasi soal-soal.

“Sesuai yang saya alami, bukan dibagian atau materi apa yang harus dipelajari, tapi pemahaman membaca soal. Kalau kita paham, kita jadi lebih mudah mengidentifikasi soal-soal ujiannya,” kata Hartati yang ditemui usai ujian.

Disamping itu, lanjutnya, mengikuti Diklat PBJ juga sangat membantu kelancaran saat menjalani ujiannya.

“Ikut Blended Learning itu penting, karena penerapan di masing-masing dinas kan berbeda. Jadi kalau ikut sesi tatap mukanya kita bisa bertanya langsung ke narasumbernya, supaya tidak bingung,” lanjutnya.

Sementara Yudhi Prasetiawan, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyampaikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan UPBJ berjalan dengan baik.

“Pada umumnya pelaksanaan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Panitia juga sigap dan para pesertanya pun tertib,” kata Yudhi.

Yudhi menambahkan agar pihak penyelenggara memberikan denah lokasi tempat duduk para peserta.

“Masukan saja, kalau bisa sebelum peserta masuk, mereka dikasi denah dimana tempat mereka akan duduk. Untuk mempermudah saja,” tambahnya.

Dijelaskannya bahwa penting bagi peserta untuk memahami konsep pengadaan.

“Menurut saya peserta harus memahami konsep pengadaannya. Nanti kan ada frame worknya dari proses perencanaan sampai dengan pembayaran. Kalau kita memahami konstruksinya, kita akan tahu apa yang harus dilakukan disetiap tahapannya. Tahu secara garis besar dan nilai-nilainya," jelasnya.

Selain itu, Yudhi juga menganalogikan UPBJ layaknya membeli barang untuk diri sendiri.

“Bagi saya PBj ini adalah seni dari proses memilih suatu produk yang sesuai dengan kebutuhan kita. Analoginya seperti kita mau membeli barang, kita cari tahu siapa penjualnya dan barangnya seperti apa,” ucapnya.

Dari 80 peserta, hadir 79 peserta. 1 peserta tidak dapat mengikuti UPBJ karena melahirkan. Sesi pertama lulus sebanyak 12 peserta dan sesi kedua lulus sebanyak 17 peserta, sehingga total peserta yang lulus sebanyak 29 peserta.

Sementara sertifikat peserta yang lulus pada UPBJ sesi kedua tidak dapat diberikan pada hari kelulusan, dikarenakan masih terdapat kekurangan administrasi peserta.

Sumber: 
BKPSDMD
Penulis: 
Ernawati Arif
Fotografer: 
BKPSDMD
Editor: 
Riko Apriyanto, S.Ikom - Kasubbid Data BKPSDMD
Bidang Informasi: 
BKPSDMD