Gaya Hidup Hedonis

Kualitas hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh kepribadian individu itu sendiri. Kepribadian yang dibentuk oleh beberapa faktor, seperti factor lingkungan semisal tempat kerja, sekolah, tempat tinggal maupun lingkungan masyarakata tempat tinggal. Tetapi kepribadian tidak hanya dipengaruhi oleh factor tersebut saja, perkembangan teknologi juga memiliki peran yang cukup pentung untuk pembentukan kepribadian seseorang. Perkembangan teknologi yang sangat pesat akan mempengaruhi dampak globalisasi informasi, mode, serta menjamurnya perngkat media masa yang menunjang penyebaran informasi tersebut.semua perubahan tersebut akan berdampak juga pada pola hidup atau gaya hidup individu yang otomatis akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan gaya hidup pada zaman sekarang.

Gaya hidup merupakan gaya yang unik bagi setiap orang dalam berjuang dalam mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan oleh orang itu dalam kehidupan tertentu dimana individu tersebut berada (Adler 2005:97). Prilaku gaya hidup yang sering kita dengar yaitu Hedonis yang nampak pada masyarakat kita saat ini, baik dikalangan pelajar, mahasiswa maupun para pekerja kantoran lainnya merupakan efek dari perubahan prilaku masyarakat modern, selain itu diyakini pula dikarnakan perubahan pada proses perkembangan individu. Bahwasanya setiap individu memiliki gaya hidup Hedonis dalam dirinya, yang membedakannya hanyalah tingkatan keHedonisannya apakah dalam tingkat yang ringan maupun berat dalam memandang gaya hidup sebagai tujuannya. Prilaku Hedonis yang sangat nampak terjadi pada kalangan remaja kita pada saat ini, dimana pengaruh teman yang lain sangat memberikan pengaruh yang kuat. Jika saja ada temen yang memiliki HP keluaran terbaru dan tentunya harga yang tidak murah maka siswa yang lain tidak sedikit yang akan mengikuti ingin memiliki HP tersebut, hal yang paling mencolok adalah ketika kemampuan ekonomi yang tidak mampu memenuhi kebetuhan tersebut amaka akan menjadi permasalahan khusus yang berdampak pada kualitas belajar siswa tersebut.

Selain itu pada kalangan pekerja kantoran khusnya para wanita, gaya hidup Hedonis ini sangat melekat dan pada tingkatan prilaku yang cukup berat meskipun mungkin tidak semua yang seperti itu. Gaya hidup belanja, yang dimiliki oleh orang lain harus dimiliki juga, perkembangan teknologi yang mempermudah untuk belanja dengan cara online. Prilaku ini sebenarnya bisa dikurangi atau bakan dihentikan, yang perlu dilakukan adalah membuat konsep diri untuk membangun pengendalian rasa untuk memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain. Tak jarang prilaku Hedonis menimbulkan dampak buruk yang sangat-sangat merugikan. Tak jarang para pelaku hedinisme akan berurusan dengan hukum karena ketidak mampuan yang dipaksakan. Dengan mengetahui secara jelas tentang gaya hidup Hedonis maka akan mempermudah menemukan cara jitu untuk mengendalikan gaya hidup Hedonis.

Gaya hidup memiliki banyak cakupan sehingga salah satu gaya hidup yang diadopsi dari budaya barat salah satunya adalah gaya hidup Hedonis. Gaya hidup Hedonis merupakan suatu istilah yang menunjukkan faham kesenangan atau suatu pandangan tentang kenikmatan dunia menjadi tujuan setiap individu.

Gaya hidup merupakan cerminan dari keseluruhan kepribadian seseorang yang berinteraksi dengan lingkungan. gaya hidup Hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitasnya untuk mencari kesenangan hidup, seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain, senang pada keramaian kota, senang membeli barang mahal yang disenanginya, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian. Gaya hidup antara individu satu dengan yang lainnya akan berbeda. Gaya hidup menunjukkan bagaimana seseorang mengatur kehidupan pribadinya, kehidupan masyarakat, perilku di depan umum, dan upaya membedakan statusnya dari orang lain melalui lambang-lambang sosial. Gaya hidup Hedonis cenderung impulsif, cenderung irrasional, dan mudah dibujuk. Gaya hidup Hedonis ini dapat diketahui melalui perilaku dari aktivitas, minat, pendapat yang selalu menekankan pada kesenangan hidup.

Gaya hidup berkaitan erat dengan perkembangan zaman dan teknologi. Semakin bertambahnya zaman semakin canggih teknologi, maka semakin berkembang pula penerapan gaya hidup oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini gaya hidup dapat memberikan dampak positif atau negatif bagi yang menjalankannya, tergantung pada bagaimana seorang individu menjalaninya. Gaya hidup Hedonis telah ada sejak dahulu yang mampu memberikan dampak negatif bagi para penganut gaya hidup Hedonis karena dapat merusak diri sendiri. Seorang individu harus mampu menciptakan kehidupan baru yang terbaik, mampu menjadikan semua ruang kehidupan menjadi lebih nyaman dan sempurna.

Gaya hidup Hedonis mempunyai beberapa aspek dalam perkembangannya, Plummer (1998 : 35) mengemukakan aspek gaya hidup Hedonis sebagai berikut :

a. Kegiatan (Activities)

Tindakan nyata seperti, banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak membeli barang-barang yang kurang diperlukan, pergi ke pusat pembelanjaan dan kafe. Walaupun tindakan ini dapat dipahami, tetapi kegiatan ini tidak dapat diukur secara langsung.

b. Minat (Interest)

Semacam objek, peristiwa, atau topik adalah untuk kegiatan yang menyertai perhatian khusus dan monoton. Seperti hal dalam fashion, makanan, benda-benda mewah, tempat kumpul, dan selalu ingin jadi pusat perhatian.

c. Opini (Opinion)

Adalah “jawaban” lisan atau tertulis yang diberiakan sebagi respon terhadap situasi stimulis dimana semacam “pertanyaan” diajukan.

Opini  digunakan  untuk  mendeskripsikan  pemikiran,  harapan  dan evaluasi dalam perilaku.

Menurut Kotler (1993) mengemukakan bahwa secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup Hedonis seseorang dibedakan menjadi dua faktor yang berasal dari dalam diri individu (Internal) dan dari luar diri individu (Eksternal). Adapun penjelasannya sebagai berikut

a. Faktor dari dalam diri individu (Internal)

Faktor Internal adalah faktor yang muncul dari dalam diri individu yang didasarkan pada keyakinan diri sendiri untuk bergaya hidup sesuai dengan keinginananya. Adapun faktor Internal sebagai berikut:

1) Sikap Terhadap Gaya Hidup Hedonis

Seseorang mengganggap bahwa sikap yang harus ditunjukkan adalah mewah, megah, dan suka menjadi pusat perhatian orang lain.

2) Pengamatan dan Pengalaman

Seseorang melakukan pengamatan terhadap orang lain yang dianggap berkompeten dalam dirinya untuk tampil lebih baik. Dari pengamatan tersebut direalisasikan dari pengalaman yang telah dilaluinya sehingga seseorang ingin bertingkah laku sama dengan apa yang diamati dan dari pengalamannya tersebut. Misalnya kagum terhadap artis dan ingin menirukan penampilan artis tersebut dan bergaya hidup Hedonis

3) Kepribadian

Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang merupakan perbedaan antara individu satu dengan yang lain. Kepribadian seseorang akan mempengaruhi perilakunya, jika seseorang memandang gaya hidup Hedonis sesuai dengan kepribadian maka individu akan mengikuti gaya hidup Hedonis.

4) Motif

Perilaku seseorang muncul karena adanya motif. Kebutuhan untuk dapat merasakan dan kebutuhan terhadap sesuatu yang simple merupakan beberapa contoh tentang motif. Dengan demikian individu yang mengikuti gaya hidup Hedonis termotivasi agar kebutuhan akan penghargaan dirinya terpenuhi.

5) Kontrol Diri

Kontrol diri merupakan cara seseorang untuk mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dari dalam dirinya. Seseorang yang memiliki control diri yang tinggi cenderung untuk tidak mengikuti rangsangan-rangsangan dari luar, dalam hal ini berperilaku gaya hidup Hedonis. Namun sebaliknya seseorang yang memiliki control diri yang rendah cenderung mudah untuk mengikuti gaya hidup Hedonis.

b. Faktor dari luar diri individu (Eksternal)

Secara eksternal individu yang Hedonis akan mengarahkan aktivitasnya pada kesenangan, serta memilih kelompok sosial menengah ke atas (bermewah-mewahan, borjuis). Gaya hidup Hedonis yang berasal dari faktor eksternal yaitu muncul dari luar diri individu dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut :

1. Kelompok Referensi

Kelompok yang memberikan pengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap perilaku dan sikap seorang individu. Pada kelompok referensi, terdapat tiga cara yang digunakan oleh kelompok referensi untuk mempengaruhi pilihan dan perilaku individu, yaitu :

a) Pengaruh Utilitarian (Normatif)

Pengaruh kelompok acuan dapat diekspresikan melalui tekanan untuk patuh pada norma kelompok atau mengacu pada pengaruh normatif. Pergaulan teman sebaya (peer group) sangat mempengaruhi seseorang untuk mengikuti gaya hidup kelompoknya, jika kelompoknya mengikuti gaya hidup Hedonis maka individu yang berada dalam kelompok tersebut akan cenderung untuk mengikuti gaya hidup Hedonis supaya tetap diterima dalam kelompoknya tersebut. Hal ini karena intensitas pertemuan dan perkembangan sosial pada individu lebih banyak melibatkan teman sebaya (peer group) dibandingkan dengan orang tua.

b) Nilai Ekspresif

Nilai ekspresif pada individu merupakan suatu kebutuhan untuk memiliki hubungan psikologis dengan suatu kelompok. Kebutuhan dalam hal ini mengidentifikasikan tentang penerimaan norma, nilai, atau perilaku pada suatu komunitas atau kelompok, sehingga individu memberikan respons yang sesuai dengan nilai, dan norma. Tujuan dari nilai ekspresif ini untuk menaikkan citra diri sendiri dimata orang lain.

c) Informasi

Pengaruh teknologi saat ini sudah mulai merambah dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Teknologi informasi telah banyak merubah gaya hidup kearah yang modern karena bukan sekedar memenuhi kebutuhan hidup melainkan keinginan untuk mencapai kepuasan. Individu cenderung mengikuti gaya hidup Hedonis karena teknologi informasi yang semakin canggih baik dari media cetak, media massa, media online yang mudah diterima oleh individu menirukan gaya hidup orang lain yang mengarah kepada gaya hidup Hedonis.

d) Keluarga

Peran orang tua dalam keluarga sangat penting karena sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor keluarga. Apabila dalam keluarga menganut gaya hidup Hedonis, maka secara tidak sadar akan membentuk sikap Hedonis dalam diri anggota keluarga. Hal ini dikarenakan pola asuh keluarga yang membentuk kebiasaan anak yang secara logika merupakan pola hidupnya.

e) Kelas Sosial

Didalam masyarakat banyak ditemukan komunitas-komunitas dikalangan individu khususnya orang dewasa. Komunitas tersebut didasarkan pada tingkatan yang berbeda-beda sesuai dengan kelas sosialnya, dalam hal ini kelompok sosial relative homogen dan bertahan lama dalam masyarakat yang tersususn urutan jenjang. Para anggota dalam setiap jenjang tersebut memiliki minat dan tingkah laku yang sama. Dalam kelas sosial yang menganut paham Hedonis maka seseorang dalam komunitas tersebut secara tidak sadar akan mengikuti gaya hidup Hedonis.

Kecenderungan gaya hidup Hedonis diukur dengan skala kecenderungan gaya hidup Hedonis dari aspek-aspek gaya hidup yang digabungkan dengan karakteristik Hedonis. Dalam perkembangan, setiap individu mempunyai gaya hidup Hedonis yang berbeda-beda. Setiap individu memiliki karakteristik tersendiri dalam menuangkan kegemaran bergaya hidup Hedonis. Beberapa karakteristik gaya hidup Hedonis menurut Rahardjo dan Silalahi (2007: 34) yaitu :

  1. Pada umumnya hidup dan tinggal di kota besar, dimana hal ini tentu saja berkaitan dengan kesempatan akses informasi, secara jelas akan mempengaruhi gaya hidup.
  2. Berasal dari kalangan berada dan memiliki banyak uang karena banyaknya materi yang dibutuhkan sebagai penunjang gaya hidup.
  3. Mengikuti perkembangan fashion di majalah-majalah mode agar dapat mengetahui perkembangan mode terakhir yang gampang diikuti.
  4. Umumnya memiliki penampilan yang modis, trendy dan sangat memperhatikan penampilan.

Dengan mengetahui prihal di atas, sudah tentunya kita dapat melakukan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari gaya hidup Hedonis. Menurut Amrin Ra’uf (2009: 40) mengatakan bahwa “Setiap individu memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa mengancam dirinya terperosok pada ruang Hedonis”. Cara mengantisipasi gaya hidup Hedonis diantaranya :

a. Membangun Kesadaran Yang Baik

Setiap individu semestinya memang harus membangun kesadaran yang terbaik dalam kehidupannya sehingga ruang kehidupannya bisa lebih baik. Hidup dalam lingkungan masyarakat yang Hedonism maka seseorang harus mampu berupaya agar tidak terpengaruh oleh mereka yang ada dalam kumpulan suasana orang-orang penganut Hedonis, sebab bersikap Hedonis akan membuat hilangnya identitas diri sendiri yang mandiri dan memiliki akal sehat untuk membedakan baik dan buruk, yang harus dilakukan dan tidak dilakukan. Membangun kesadaran dalam kesadaran dalam diri sendiri tidaklah sederhana akan tetapi membutuhkan sebuah perenungan yang lebih mendalam. Untuk membangun kesadaran diri dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut :

  1. Mengemukakan segala dampak kehidupan Hedonis dan glamour.
  2. Memberikan contoh kepada orang yang telah gagal menjalani kehidupan karena Hedonis.
  3. Mengajak orang lain untuk segera membangun langkah-langkah yang tepat dalam kehidupannya.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam kehidupan akan membuat kenyataan seseorang lebih tertata dan berupaya terus menerus membangun kesadaran yang terbaik untuk menghindari kehidupan Hedonis yang dapat membahayakan bagi kehidupan.

b. Menahan Keinginan Untuk Bersikap Hedonis

Dolai G. Bramovic (dalam Shoppingsaurus 2009: 33) mengatakan bahwa hal yang paling sulit dalam kehidupan seseorang adalah mengekang segala sesuatu yang kurang baik untuk dirinya sendiri. Mencari sesuatu yang baik untuk dapat dilakukan dalam kehidupan seseorang sehingga ruang kehidupannya menjadi salah satu yang luar biasa dan tidak monoton. Individu harus mampu menahan keinginannya untuk bersikap Hedonis agar dapat mengendalikan dirinya dengan sebaik-baiknya.

c. Memanfaatkan Kekayaan Menjadi Lebih Berkualitas

Manusia yang dikuasai oleh harta kekayaannya akan mengikuti segala sesuatu yang menjadi kecenderungan harta kekayaannya, yakni mendorong dirinya untuk bergaya hidup Hedonis. Menurut Afan Hardiansyah melalui Amrin Ra’uf (2009:35) mengatakan bahwa “orang memiliki kekayaan yang banyak hendaklah bisa mengatur kekayaannya dengan cara yang baik, hendaklah mampu mengarahkan harta kekayaannya itu pada jalan yang lebih tepat sehingga kekayaan itu tidak membuat sebuah mala petaka dalam kehidupannya”. Tidak semua orang mampu mengatur harta kekayaan menjadi lebih baik dan berkualitas, terkecuali mereka yang mampu menguasai harta kekayaan itu dengan sebaik-baiknya.

d. Berproses Dalam Kehidupan

Nuruddin Suryadi melalui Amrin Ra’uf (2005: 37) mengatakan bahwa “setiap manusia membutuhkan proses yang panjang untuk menciptakan jalan hidup yang lebih baik dan lebih nyaman termasuk diantaranya adalah mencoba untuk memanfaatkan kekayaannya pada sesuatu yang lebih bermanfaat”. Memilih langkah dan cara yang tepat untuk menjadikan nilai kehidupan lebih bermanfaat dan lebih bermakna untuk menjadi manusia yang berkualitas. Menjadikan sebuah proses sebagai sebuah pengalaman dan guru yang paling berharga dalam mencari nilai-nilai kehidupan untuk menjadi lebih baik di masa depan.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa gaya hidup Hedonis dapat dicegah dengan adanya membangun kesadaran diri sendiri, menahan sikap Hedonis, menggunakan kekayaan lebih bermanfaat dan sebagai proses dalam kehidupan agar lebih terarah dan terhindar dari dampak gaya hidup Hedonis yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Penulis: 
Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM
Sumber: 
BKPSDMD

Artikel

18/07/2017 | Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel
09/05/2017 | Fitra Hartini, SE - Calon Peneliti Bappelitbangda Prov. Kep.
04/07/2017 | Herru Hardiyansah, S.Kom - Prakom Muda pada BKPSDMD
18/12/2017 | Wawan Setiawan, S.Si - Pranata Komputer Muda BKPSDMD