Evaluasi Akademik Lebih Efisien Dengan Penggunaan Gawai

Manggar - 36 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan VI Kabupaten Belitung Timur mengikuti evaluasi akademik di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Belitung Timur, Manggar, Rabu (8/10/2019).

Dalam tahapan ini, setiap peserta diwajibkan membawa telepon genggam dengan koneksi internet, untuk mengerjakan soal ujian. Selama 60 menit, para peserta akan menjawab sebanyak 100 soal.

Aristo Yulizar, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDM Belitung Timur selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa penggunaan gawai meningkatkan efisiensi dalam evaluasi akademik.

“Menurut saya ini cara yang bagus, karena memang sekarang zamannya milenial yang serba digital. Sehingga sangat mendukung proses evaluasi akademik menjadi efektif dan efisien,” kata Aristo.

Saat ujian, para peserta akan menerima soal ujian ditelepon genggam masing-masing. Usai mengerjakan, telepon genggam diletakkan di atas meja peserta. Panitia akan merekapitulasi hasil ujian hanya dalam beberapa menit.

Salah satu peserta Harfi Gatra Wicaksono selaku Ketua Kelas mengatakan bahwa penggunaan gawai dalam evaluasi akademik yang mulai diterapkan pada tahun ini, memudahkan jalannya ujian.

“Menurut saya cara ini efisien, karena kita mengurangi penggunaan kertas atau paperless. Selain itu, kami para peserta tidak perlu lama menunggu untuk mengetahui hasilnya,” kata Harfi.

Sinta Fitrianti, Analis Pendidikan dan Pelatihan BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selaku pengawas ujian mengatakan bahwa pelaksanaan evaluasi akademis menggunakan gawai memudahkan baik peserta maupun panitia.

“Penggunaan gawai dalam evaluasi akademik tidak hanya memudahkan peserta tapi juga panitia. Cuma beberapa menit, peserta sudah bisa mengetahui hasilnya. Dan tentu saja itu akurat. Dari segi waktu dan tool mengerjakannya jadi lebih cepat dan tidak ribet,” kata Sinta.

Nilai hasil ujian yang disyaratkan adalah 70,5. Sinta menyampaikan bahwa peserta juga diberikan kesempatan untuk mengulang ujian atau remedial.

“Begitu semua hasil ujian sudah kita rekap, kalau ada yang nilainya masih dibawah yang disyaratkan, yakni 70,5, kita berikan kesempatan remedial. Kalau masih belum lulus juga, kita serahkan kepada panitia pelaksana,” katanya.

Evaluasi akademik merupakan penilaian penguasaan materi yang diberikan selama Latsar, sebelum melaksanakan seminar rancangan aktualisasi. Setelah itu, para peserta menjalankan masa habituasi di instansi masing-masing untuk menerapkan hasil rancangan aktualisasi tersebut.

Sumber: 
BKPSDMD
Penulis: 
Ernawati Arif, S.Sos - Pranata Humas Muda BKPSDMD
Fotografer: 
BKPSDMD
Editor: 
Riko Apriyanto, S.Ikom - Kasubbid Data BKPSDMD
Bidang Informasi: 
BKPSDMD