Etika Berinteraksi Dengan Teman Sebaya

Manusia sebagai mahluk social pasti senantiasa berinterkasi dengan manusia lainnya, interkasi dengan lingkungan baik itu ditempat tinggal maupun ditempat bekerja. Saling berinteraksinya satu sama lain merupakan rutimitas yang tak terlepaskan dari semenjak kita lahir, dari mulai tidak bisa berinteraksi secara sempurna hingga berkembang keproses interaksi social yang dapat diterima oleh lingkungan. Namu pada realitanya tidak semua manusia mampu berinteraksi dengan baik, meskipun dari segi usia serta pengalaman hidup sudah cukup, hal ini dikarena kan masih banyak orang yang bersifat egois, individualis dan tidak ingin tahu dengan keadaan lingkungan sekitar.

Pada proses interaksi seharusnya memiliki etika karena etika menjadi salah satu alat kontrol untuk melakukan suatu tindakan maupun perkataan dalam berinteraksi dengan orang lain. Seseorang yang kurang mempunyai etika dalam berinteraksi dengan sesama manusia dapat menjadi salah satu faktor seseorang kurang diterima oleh masyarakat sekitar, misalnya tidak sopan, tidak menghargai orang lain, kurang tata krama, perkataan sering menyinggung hati orang lain dan sering berkata kasar kepada setiap orang. Perkara etika sehingga menyakiti orang lain, pada masa sekarang ini bisa menjadi masalah yang cukup serius, ketika seseorang tersinggung atau sampai sakit hati terhadap perkataan orang lain maka orang tersebut dapat melaporkannya ke polisi sebagai aduan atas perbuatan tidak menyenangkan. Untuk itu memahami etika yang baik sangatlah penting bagi kita sebagai mahluk social.

Di zaman sekarang ini bukan perkara yang sulit untuk melakukan interaksi dengan orang lain, bahkan kenalan kita yang berbeda tempat jauh dari kita pun bisa dengan mudah kita berinteraksi. Jika dulu hanya bisa menggunkan dua media yaitu surat dan telepon, dengan kemajuan teknologi saat ini maka semakin banyak pula media yang dapat kita gunakan untuk berinteraksi. Klu dulu hanya bisa berkirim surat atau mendengarkan suaranya saja, tp sekarang dengan pemanfaatan media jejaring social yang terkonelsi dengan internet, kita bisa menggunakan facebook, twitter, telegram, instagram, whatsApp, BBM dan masih banyak jejaring sosial yang lainnya. Pada dasarnya semua media tersebut memberikan dampak yang positif bagi kita, dengan media tersebut kita bisa berdiskusi tanpa batas, tanpa mengenal tempat, jarak dan waktu serta mendapatkan informasi seluas-luasnya. Namun pada kenyataannya tidak semua orang bersikap seperti itu, menggunakan jaringan social untuk hal-hal yang bermanfaat, inilah yang akan menjadi boomerang bagi kita senriri sebagai pengguna jejaring social. Pemahaman akan etika berinteraksi sangat tepat jika diberikan sejak kecil, agar ketika dewasa atau remaja sudah memiliki pemahaman yang cukup. Pada fase remaja, konflik yang diakibatkan dari proses interaksi social sangatlah rentan, hal ini dikarenakan kestabilan konsep diri pada remaja yang belum begitu matang. Remaja yang memiliki banyak teman sebaya tentunya akan menghadapi bekitu banyak pula tingkah pola dari teman sebayanya karena sama-sama belum memiliki konsep diri yang matang. Bagi remaja teman sebaya adalah aspek terpenting dalam kehidupan remajanya, karena remaja cenderung lebih terbuka dengan teman sebaya dibandingkan keluarga mereka sendiri, baik ayah, ibu, kakak maupun saudaranya yang lain. Menurut Desmita (2006:221) Teman sebaya lebih mudah mempengaruhi sikap dan perilaku remaja baik yang positif maupun negatif. Namun kebanyakan remaja lebih terpengaruh pada hal yang negatif, misalnya berkelahi, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit dengan orang tua bahkan sampai sikap dan perilaku yang melanggar hukum salah satu contoh yaitu remaja yang memakai narkoba maka cenderung remaja mengikuti teman sebaya tanpa memperdulikan akibatnya.

Etika  merupakan  kebiasaan  atau  cara  hidup  seseorang  dengan melakukan  perbuatan  yang  baik  (kesusilaan)  atau  menghindarkan  dari perbuatan yang buruk. Menurut Ki Hajar Dewantara Etika ialah ilmu yang mempelajari segala soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia semuanya, teristimewa yang mempunyai gerak-gerik pikiran dan rasa yang dapat merupakan pertimbangan dan perasaaan, sampai mengenai tujuan yang dapat merupakan perbuatan. Etika lah yang menjadi pedoman bagi kita dalam mempelajari tentang kebaikan dan keburukan, melihat seorang pemuda yang memarahi ibu-ibu karena duduk dibangku antrian yang sebelumnya didudukinya maka dengan penilaian etika kita akan menyimpulkan bahawa itu perbuatan yang buruk dan tidak semestinya dilakukan.

Etika memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan social kita, antara lain:

a.   Dalam kehidupan di tengah keragaman tatanan moral (pluralisme), etika dapat menjadi orientasi.

  1. Etika bisa memberi pegangan hidup di tengah derasnya arus modernisasi dalam transformasi.
  2. Dalam kondisi perubahan sosial budaya dan moral, etika membuat manusia sanggup mengahadapi ideologi-ideologi dengan kritis dan obyektif.
  3. Etika juga diperlukan dalam umat beragama. Etika bias membantu umat dalam menemukan dasar dan kemantapan iman serta kepercayaan yang dianutnya.

Etika pergaulan yang sudah dimiliki oleh remaja hendaknya dapat dijaga serta dikembangkan seiring dengan bertambahnya usia, bertambahnya pengalaman serta bertambahnya teman. Etika pergaulan yang ditampakkan akan sedikit banyak meninggalkan kesan kepada orang lain, etika yang baik maka akan memberikan kesan yang baik pula tetapai sebaliknya dengan etikan yang buruk maka akan meninggalkan kesan yang buruk pula. Etika pergaulan yang sudah meninggalkan kesan yang baik hendaknya dapat dijaga dan dikembangkan lagi. Adapun trik-trik yang bisa dilakukan untuk menjaga etika yang baik dalam pergaulan teman sebaya, yaitu:

  1. Selalu bersikap sopan ketika berhubungan dengan orang lain
  2. Selalu bersikap menolong dan ramah kepada teman, karena persahabatan yang sebenarnya akan bertahan lama
  3. Tidak menyepelekan teman dan bersifat prosesif atau menjadi pelindung
  4. Belajar untuk menghargai perasaan dan suasana hati orang lain
  5. Menyesuaikan diri dengan keadaan, tetapi tidak kehilangan kepribadian dan menyimpang dari tujuan yang telah dipilih
  6. Berkata terus terang dalam suatu keadaan tetapi tidak kasar atau berlaku tidak sopan
  7. Mempunyai keberanian tetapi memakai perhitungan
  8. Jika mendapatkan tugas menyelesaikannya dengan baik
  9. Tidak menonjolkan diri karena ingin mendapatkan penghormatan yang berlebihan
  10. Berbicara dengan lancar, namun tidak banyak berbicara
  11. Mengetahui mana yang pokok dan yang bukan agar tidak melupakan bagian yang kecil
  12. Percaya diri, namun control tetap dilakukan
  13. Bersikap bijaksana ditengah tengah kebisingan orang lain
  14. Menghindarkan diri dari oranng-orang yang banyak berbicara

Pada perkara interaksi teman sebaya ada hal yang sedikit menjadi perhatian lebih, yaitu interaksi teman sebaya yang berbeda jenis. Interaksi yang dilakukan dengan sesama jenis dalam pertemanan lebih mudah dibandingkan dengan lawan jenis, hal ini disebabkan oleh usia remaja yang sudah memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis akan memberikan dampak yang berbeda, dampak yang jauh lebih penting untuk diperhatikan. Interaksi yang terjadi saat ini sudah terlampau bebas antara laki-laki dan perempuan, hal inilah yang mengakibatkan banyak terjadinya kasus-kasus yang tidak kita inginkan seperti hamil diluar nikah, nikah muda atau putus sekolah. Fenomena tanpa batasan dalam bergaul sangat mudah untuk kita lihat pada zaman sekarang ini, yang paling nampak adalah disekolah-sekolah umum, kampus serta tempat-tempat terbuka lainnya, dimana ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan bercengkrama sudah melampaui batasnya. Prihal ini dapat kita cegah dengan memberikan pemahaman dan cara bagaimana agar dapat terhindar dari resiko interaksi lawan jenis yang kebebalas pada remaja kita khususnya. Selain bisa membentengi dengan ilmu agama dapat juga dengan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi pada remaja dimana dengan memahami kesehatan reproduksi remaja jadi paham hal-hal apa saja yang akan menjadi stumulus yang bisa mengakibatkan kesalahan dalam bergaul. Dari sisi agama pun sudah jelas mengatur hal tersebut, bahkan sudah memberikan tips hingga solusinya, seperti cobalah untuk menahan pandangan, menghindari berdua-duaan, tidak bersentuhan dll. Dilihat dari aspek sosialpun interaksi atau pergaulan antar lawan jenis sangat diatur dengan ketat, karena apabila terjadi lepas control maka akan menimbulkan masalah social yang akan mengganggu tatanan kehidupan bersosial dilingkungan. Dalam hal ini, memang yang menanggung kerugiannya adalah dari sisi perempuannya tetapi tidak menutup lingkungan akan terkena dampaknya. Untuk itu mari kita bekali remaja kita dengan pemahaman akan etika bergaul yang baik, mari kita jaga remaja kita agar masa depannya tetap bisa diraih, keberlangsungan hidupnya tetap bisa sesuai dengan harapan kita sebagai orang tua.

Penulis: 
Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM
Sumber: 
BKPSDMD

Artikel

18/07/2017 | Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel
09/05/2017 | Fitra Hartini, SE - Calon Peneliti Bappelitbangda Prov. Kep.
04/07/2017 | Herru Hardiyansah, S.Kom - Prakom Muda pada BKPSDMD
18/12/2017 | Wawan Setiawan, S.Si - Pranata Komputer Muda BKPSDMD