Diklat KTI Asah Kemampuan Menulis Tenaga JFT

Pangkalpinang – Dari beberapa kajian terhadap pengumpulan angka kredit tenaga Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), ditemukan bahwa sampai saat ini kegiatan Pengembangan Profesi, khususnya penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) masih jarang dilakukan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sahirman saat membuka secara resmi kegiatan Diklat KTI Tahun 2020.

Disampaikannya bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan menulis tenaga JFT itu sendiri.

“Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kemampuan menyusun karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, para PNS khususnya JFT perlu dibekali tambahan pengetahuan dengan mengikuti diklat karya tulis ilmiah,” kata Sahirman secara daring dari ruang kerjanya, Kantor BKPSDMD Babel, Senin (10/8/2020).

Kewajiban melakukan penyusunan KTI bagi tenaga JFT tertuang dalam Peraturan-peraturan yang terkait dengan masing-masing tenaga JFT tersebut. Dalam ketentuan tersebut, setiap JFT diwajibkan menyusun KTI sebagai salah satu syarat pengajuan kenaikan pangkat/jabatan.

Tanpa menunjukkan hasil KTI, tenaga JFT tidak hanya menggambarkan bahwa JFT tersebut tidak kompeten dalam menyebar ilmunya, tapi juga akan kesulitas dalam pengajuan kenaikan pangkat/jabatan.

Sahirman juga berharap para tenaga JFT dapat memperoleh manfaat yang besar dari Diklat KTI yang diselenggarakan.

“Dengan Diklat KTI yang diselenggarakan oleh BKPSDMD Babel ini, kita harap para tenaga JFT dapat memahami konsep-konsep dan teknik-teknik dalam melakukan penyusunan KTI serta dapat memotivasi dirinya untuk menyusun KTI dengan cara yang baik dan menghindari plagiarism,” harapnya.

Kepala Bidang Pengembangan SDM, Mohamad Iqbalsyah menjelaskan bahwa Diklat KTI memiliki sejumlah tujuan.

“Dengan Diklat KTI ini, kami tidak hanya memfasilitasi para tenaga JFT dalam hal kemampuan menulis KTI-nya, tapi juga agar mereka dapat mendesain laporan penelitian menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan serta dapat menjadi motivasi untuk semakin produktif menyusun KTI,” jelas Iqbalsyah.  

Para peserta berjumlah 40 (empat puluh) orang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Babel. Diklat akan berlangsung hingga Kamis (13/8).

Para tenaga pengajar terdiri dari Widyaiswara Badan Pengembangan SDM Provinsi Banten, Widyaiswara Pusdiklat BMKG dan Widyaiswara Bapelkes Provinsi Papua.

 

 

 

Sumber: 
BKPSDMD
Penulis: 
Ernawati Arif
Fotografer: 
BKPSDMD Babel
Editor: 
Riko Apriyanto, S.Ikom - Kasubbid Data BKPSDMD
Bidang Informasi: 
BKPSDMD