Cita Rasa Keindonesiaan Menyambut Dirgahayu Kemerdekaan Di Pulau Bangka

A. Pemahaman Kemerdekaan

Kemerdekaan adalah Suatu kebebasan, sedangkan peringatan hari kemerdekaan suatu Negara atau bangsa dapat diartikan sebagai hari peringatan dimana suatu Negara atau bangsa terbebas dari segala bentuk penjajahan bangsa asing. Bebas membangun Negara atau bangsanya tanpa adanya campur tangan dari bangsa lain. Kemerdekaan Juga Dapat diartikan Sebagai di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya, dan seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemerdekaan berarti keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan.

73 tahun telah merdeka, sebagian besar dari kita generasi muda  tak pernah merasakan rasanya dijajah oleh bangsa lain. Namun, apakah arti kemerdekaan hanyalah terbebas dari penjajahan? Atau arti ‘merdeka’ saat ini telah berkembang menjadi merdeka dalam aspek-aspek kehidupan lainnya? harus merdeka dalam pikiran, dalam budaya, merdeka dalam agama dan kepercayaan serta lainnya. Merdeka dari segi teritorial, sudah lepas dari penjajahan, kemerdekaan dalam masa sekarang adalah merdeka terbebas dari kemiskinan, terbebas dari kebodohan, merdeka terbebas dari sikap masyarakat secara umum yang diskriminatif. Pemahaman sekarang lebih luas lagi dibanding dengan definisi pada zaman dahulu. Hal ini tidak terlepas dari suatu perjuangan oleh para pendahulu, para pahlawan, sehingga Indonesia bisa memerdekakan sebagai negara yang merdeka. Sekarang saatnya semua lapisan warga negara untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai pembangunan, secara literal kemerdekaan berarti terbebas dari kuasa dan tekanan manapun.

1. Pro pemahaman kemerdekaan

Indonesia sudah merdeka dan hal itu seharusnya kita cermati lebih ke sisi dimana  hal tersebut diperjuangkan dengan sangat sulit dan sudah seharusnya kita mempertahankannya, di masa sekarang senantiasa bersedia berkontribusi dalam bentuk apapun terhadap NKRI 1945. Penghargaan terhadap para pejuang bangsa serta para pahlawan ditunjukkan dengan berbagai upaya untuk mengisi kemerdekaan demi tercapainya tujuan nasional bangsa Indonesia. Menjunjung tinggi cita-cita kehidupan bernegara dapat ditunjukkan dengan berbagai upaya agar kehidupan bernegara sesuai dengan tata aturan bernegara yang diharapkan, dengan melakukan kegiatan / aktivitas dan perbuatan yang mengarah kepada tercapainya tujuan nasional dalam tata aturan bernegara yang sesuai dengan hukum dasar negara.          

Sikap positif terhadap makna Proklamasi Kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi pertama adalah sikap kreatif, kritis, mandiri, berani membela kebenaran dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip, asas-asas serta tujuan hidup bernegara sebagaimana telah dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan dan asas kerohanian Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945.

2. Kontra pemahaman kemerdekaan

Gambaran situasi saat ini pengangguran merambah luas, kemiskinan merajalela, pedagang kaki lima tergusur dan  teraniaya, anak – anak kesulitan melangsungkan mimpi akan cita-cita, buruh kerap dihadapi penderitaan. Mulai dari tingginya angka kemiskinan, kerusuhan, kriminal, pembunuhan, kenakalan remaja, perzinahan, prostitusi, bahkan ternyata Indonesia masih di jajah, salah satunya dari segi ekonomi, Indonesia sudah dijajah oleh Kapitalisme Global. Seharusnya dengan ‘umur kemerdekaan idealnya bangsa ini telah banyak meraih impiannya. Apalagi segala potensi dan energi untuk itu dimiliki oleh bangsa ini.

Fakta di lapangan berbicara, bahwa Indonesia belum merdeka dari keterjajahan pemikiran, politik, ekonomi, pendidikan, hukum, budaya, sosial dan sebagainya. Indonesia belum merdeka dari kemiskinan, kebodohan, kerusakan moral dan keterbelakangan. Tingkat korupsi di Indonesiapun masih tinggi, korupsi di Indonesia semakin merajalela.

B. Mensyukuri kemerdekaan

Beragam pola kreatifitas anak bangsa berlatar belakang etnik, agama dan kepercayaan mengaktualisasikan diri sebagai warga negara merdeka. Rasa syukur akan kemerdekaan ke 73 yang telah dinikmati melebur dalam beragam kemeriahakan di seluruh pelosok Pulau Bangka, penulis berkeliling mengamati aktivitas tersebut di masyarakat.

Meskipun secara umum, di pulau Bangka masih mengalami keterpurukan ekonomi dengan harga pertanian dan pertambangan yang melemah seperti lada, karet, sawit, Ubi Casesa,timah  dan lain lain namun rakyat sangat antusias menyambut kemeriahan hari kemerdekaan. Hal ini dapat dilihat dari munculnya pemandangan disetiap sudut daerah dari dusun, desa sampai perkotaan adanya  pengibaran bendera merah putih, umbul-umbul berwarna-warni,spanduk,perlombaan tradisional sampai hiburan semua untuk Indonesia.

Bersyukur adalah kewajiban seorang muslim terhadap Allah, atas segala nikmat yang diberikan-Nya, “Jika sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Qs. Al A’raaf-96). Kita yang diberi amanah untuk menyelenggarakan negara ini juga harus banyak yang bersyukur, semuanya itu dilakukan karena ingat dengan Allah yang telah memberikan nikmat kepada manusia. Oleh karenanya marilah kita peringati kemerdekaan negara Republik Indonesia yang ke 73 ini dengan memperbanyak syukur kepada Allah Swt.

Perjuangan panjang para pendahulu bangsa ini yang nota bane kaum muslimin, berjuang sabilillah melawan penjajah, dibawah teriakan takbir mereka melawan kaum kuffar, dibawah bendera laa ilaaha illa Allah mereka berkorban jiwa dan raga, banyak dari mereka yang menjadi syuhada’. Sehingga Allah swt memberikan nikmat kemerdekaan kepada bangsa ini. Umat Islam yang berjumlah mayoritas di negeri ini sudah seharusnya mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Mensyukuri kedaulatan dengan pembangunan dan persatuan. Ini menjadi bukti penghargaan kepada para pendahulu bangsa ini, sekaligus agar Allah swt menambah nikmat-nikmatnya kepada bangsa ini.

Dengan tegas Allah swt telah memberi arahan kepada bangsa ini bagaimana seharusnya mengisi kemerdekaan dan mensyukuri nikmat kepemimpinan. Allah swt berfirman dalam surat Al Hajj ayat 41: ”(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” uatu bentuk kemerdekaan dari penjajahan.

C. Hargai Pahlawanmu, Cintai Negerimu

Perjuangan yang telah diberikan oleh para pejuang kemerdekaan dalam meraih kemerdekaan tentunya harus dihargai dengan ucapan terima kasih tak terhingga. Hal tersebut tidak hanya disampaikan pada acara ramah tamah dengan para perintis kemerdekaan, veteran, janda pahlawan, wredhatama, warakawuri dan angkatan 45 namun setiap ada kesempatan. Ada kata bijak “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya “ ini artinya kita semua bisa hadir beraktifitas di negeri tercinta ini karena peran mereka tanpa pamri h/ tulus mengorbankan harta dan jiwa raganya untuk Indonesia yang dicintai, maka sebagai generasi muda hendaknya bisa menghargai pahlawan sekaligus mencintai NKRI.

D. Makna merdeka orang Bangka

Kemerdekaan bagi rakyat Bangka juga berarti kemampuan bagi masyarakat untuk menggunakan sumber daya alam yang dimiliki daerah sendiri untuk kemakmuran, kesejahteraan masyarakat dan juga terkontrol terhadap sumber daya alam dengan baik. Begitu juga dengan kesempatan menikmati arti kemerdekaan bagi sumber daya manusia yang ada di negeri ini. Sejarah peradaban dan perjuangan kemerdekaan nasional hingga tentang pemekaran daerah Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung adalah representasi kegigihan “Urang Babel” yang tercatat dalam lisan maupun tulisan sejarah perjuangan. Sikap toleransi terhadap etnik dan budaya luar tetap terpelihara dengan baik sehingga akulturasi berjalan lancar tanpa ada masalah yang dikatakan sebagai Indonesia mini. Munculnya pemimpin-pemimpin di level setingkat kabupaten/kota di Bangka Belitung mulai membersitkan optimisme, penghargaan atas prestasi dan kualitas kerja, kesempatan orang lokal untuk berkompetisi dalam mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi, terbukanya lapangan kerja, jabatan dan sebagainya. Intelektual muda tumbuh dengan  dedikasi yang besar untuk mendongkrak kualitas bangsa ini merupakan titik terang yang melegakan, penyeimbang dari problematika kesenjangan.

Ungkapan “dak kawa nyusah” sering terucap dari bibir manis mayoritas masyarakat Bangka yang berarti “tidak mau susah”. Ungkapan ini terucap pada setiap pernyataan ketika hendak melakukan kegiatan sesuatu yang tidak ingin dikerjakan. Konsep ucapan bahasa ini terinternalisasi dalam setiap obrolan dikala waktu berbicara antar sesama warga.

Memang menarik untuk diperdebatkan jika kita mengambil simpati pada kebiasaan orang Bangka dalam aktifitas hidupnya. Banyak  masyarakat dari luar Pulau Bangka yang masih menganggap bahwa tidaklah sedemikian buruknya gaya hidupnya justru orang yang rajin dan tangguh serta cerdas menata hidup, terlihat pada kebiasaan hidup anak muda sampai yang tua pada masa lampau ikut bekerja keras , dini hari bangun tidur dan pergi ke kebun/ladang, sungai, laut,tambang untuk bercocok tanam, memancing,ngelimbang, dan pekerjaan yang dirasakan sebagai pekerjaan keras, lalu pulang saat senja. Kehidupan setiap hari yang dilalui begitu keras dengan segala perjuangan untuk hidup dan memenuhi kebutuhan hidup. Tak hanya sebagai pekerja dibidang ekonomi pertanian dan pertambangan, begitu juga bidang  lain masyarakat dianggap tangguh, ulet, semangat, dan menjunjung solidaritas antar sesama tersebut tergambar pada semboyan setiap daerah yang tergambar pada lambang Kabupaten/Kota.

Tak hanya sebagai pekerja tahan banting dibidang ekonomi pertanian,perikanan  dan pertambangan dan sebagainya, begitu juga bidang  lain masyarakat dianggap tangguh, ulet, semangat, dan menjunjung solidaritas antar sesama untuk bergotong royong. Pada saat munculnya reformasi bergulir dengan kencang penuh dengan konflik antar etnik, perampokan, pembakaran, pelecehan sexual di lain daerah justru di Pulau Bangka aman dan damai terpelihara karena ada kata dak kawa nyusah, inilah kelebihan dari anggapan kenegatifan selama ini tidak ada korban harta dan manusia. Pulau Bangka tempat evakuasi/pengungsi etnik tertentu memulai hidup baru secara bhinneka tunggal ika tanpa ada diskriminasi terhadap warga masyarakat korban konflik reformasi. Munculnya pemimpin-pemimpin di level setingkat kabupaten/kota di Bangka mulai membersitkan optimisme.

Karakter orang Melayu Bangka adalah baik, penyayang, ramah, tidak kasar, mudah bergaul, suka menolong. ciri khas orang Melayu Bangka yang mau membantu sesama manusia, menjadi daya pikat bagi semua orang untuk menerima kehadiran orang Melayu Bangka.

E. Kemeriahan perayaan kemerdekaan

Walaupun berlangsung sangat sederhana dan dibawah terik matahari, namun lomba Agustusan dalam kegiatan lomba berjalan secara optimal, ada donatur memberikan sumbangsihnya baik yang menyumbangkan dana,orgen tunggal, konsumsi, pakaian,hadiah dan sebagainya sehingga pelaksanaan lomba cukup menarik dan meriah  mengundang warga untuk datang menyaksikan lomba diselenggarakan. Antusias warga hadir berpartisipasi dan menonton senang sekali adanya lomba apalagi banyak anak-anak. Peserta yang mengikuti lomba bisa mengikuti secara sportif, menang kalah bukanlah tujuan utama namun silaturahmi yang paling utama.

HUT Kemerdekaan RI kegiatan serupa dapat diselenggarakan kembali setiap tahun dan persiapan pelaksanaannya bisa lebih baik lagi. Pawai Baris Berbaris, kendaraan hias dan karnaval juga dilaksanakan di berbagai tempat dengan rute yang ditentukan panitia. Ada yang memang berniat menonton, ada juga yang sambil berjualan minuman dan makanan ringan. Dagangan mereka tampak laris manis karena cuaca sangat terik, mencapai 32 derajat Celcius ini bukanlah halangan justru semangat keIndonesiaan yang luar biasa nampak sekali muncul dari hati nurani setiap insan warga negara Indonesia yang mencintai tumpah darahnya.

 

Penampilan para peserta pawai ini sangat beragam dan menarik. Ada kelompok yang menampilkan drum band, ada juga yang murni baris-berbaris. Namun mereka memberikan variasi dalam setiap penampilan, seperti keunikan kostum dan atraksi.Dalam pawai ini, baris-berbaris bisa dimodifikasi dengan berbagai macam cara. Di antaranya cara hormat yang didahului dengan gaya kreasi tersendiri meniru sang bintang . Namun sikap hormat yang ditampilkan tetap sopan. Penampilan-penampilan unik semacam ini menyedot perhatian warga yang menonton. Hiburan rakyat juga ditampilkan pada malam hari tanpa ada insiden seperti biasa ini menandakan adanya keiistimewaan dalam merayakan HUT RI secara suka cita meninggalkan perbedaan dan kesalahpahaman.

Aparat keamanan  mengapresiasi kegiatan perayaan kemerdekaan dengan senang hati meskipun tetap waspada . Menurutnya, dalam tiga hari ada agenda sebanyak itu merupakan festival yang terbilang besar. Detik-Detik Proklamasi HUT RI Ke-73 berlangsung khidmat, tertib dan lancar di berbagai tempat.

Dengan mengusung tema “ Kerja Kita Prestasi Bangsa “, pelaksanaan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan serentak dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih tersebut berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kantor Walikota Pangkalpinang dan 5 Kabupaten  pada hari Jum'at pada tanggal 17 agustus 2018.

Tak hanya masyarakat berpartisipasi merayakan kemerdekaan namun semua OPD dan vertikal di di Bangka Belitung ikut mendukung dengan segala gerak serta ciri khasnya memeriahkan momen ini dengan sangat tulus. Inilah rasa cinta tanah air di tengah gegap gempita suka cita semua berbaua untuk kata satu Indonesia tercinta tidak ada diskriminasi yang ditemukan penulis di lapangan dalam perayaan ini walaupun sebentar lagi pilpres 2019 sudah dekat perbedaan boleh ada justru perekat kebhinnekaan sejati.

Referensi :

http://www.dakwatuna.com/2007/08/20/223/mensyukuri-nikmat-kemerdekaan/#i...

 

Indonesian sense of taste welcomed the age of independence on the island of Bangka

A. Understanding of Independence

Independence is a freedom, while the commemoration of the independence day of a country or nation can be interpreted as a memorial day where a country or nation is free from all forms of foreign occupation. Free to build a country or nation without interference from other nations. Independence can also be interpreted as when a country gains full control over the entire territory of its country, and a person gets the right to control himself without the interference of others and or does not depend on anyone else. According to the Big Indonesian Language Dictionary (KBBI), independence means the condition (things) stand alone (free, free, not colonized again, etc.); freedom.

73 years of independence, most of us young people have never felt it was colonized by another nation. However, is the meaning of independence only free from colonialism? Or does the meaning of 'independence' have now developed into independence in other aspects of life? must be free in mind, in culture, free in religion and belief and others. Independent in terms of territoriality, has been separated from colonialism, independence in the present is free from poverty, free from ignorance, freedom is free from the attitude of society in general which is discriminatory. Current understanding is more extensive compared to the definition of ancient times. This is inseparable from a struggle by the predecessors, the heroes, so that Indonesia can become an independent country. Now it is time for all layers of citizens to fill independence with various developments, literally independence means free from any power and pressure.

  1. Pro understanding of independence

Indonesia has been independent and we should pay close attention to the side where it is struggled with great difficulty and we should have defended it, in the present we are always willing to contribute in any form to the Indonesian Republic of Indonesia in 1945. Appreciation for the nation's fighters and heroes is shown in various efforts to fill independence in order to achieve the national goals of the Indonesian people. Upholding the ideals of a state of life can be demonstrated by various efforts so that the life of the state is in accordance with the expected state rules, by carrying out activities / activities and actions that lead to the achievement of national goals in the rules of the state in accordance with the country's basic law.

A positive attitude towards the meaning of the Proclamation of Independence and the first constitutional mysticism is creative, critical, independent, courageous in defending the truth and upholding the principles, principles and goals of state life as stated by the Proclamation of Independence and the principles of Pancasila spirituality and values contained in the 1945 Constitution.

2. Counter to understanding independence

The description of the current situation of unemployment is widespread, poverty is rampant, street vendors are displaced and persecuted, children find it difficult to carry out dreams of dreams, workers often face suffering. Starting from the high rate of poverty, riots, crime, murder, juvenile delinquency, adultery, prostitution, in fact Indonesia is still in jajah, one of them in terms of economy, Indonesia has been colonized by Global Capitalism. Supposedly with the ideal age of independence, this nation has achieved many of its dreams. Moreover, all the potential and energy for it is owned by this nation.

Facts on the ground speak, that Indonesia has not been independent from the occupation of thought, politics, economics, education, law, culture, social and so on. Indonesia has not been free from poverty, ignorance, moral damage and backwardness. The level of corruption in Indonesia is still high, corruption in Indonesia is increasingly rampant.

B. Thanking for independence

Various patterns of creativity of the nation's ethnic, religious and belief backgrounds actualize themselves as citizens of an independent state. Gratitude for the 73rd independence that has been enjoyed merges in a variety of happiness in all corners of Bangka Island, the author goes around observing these activities in the community.

Although in general, on the island of Bangka there is still an economic downturn with weakening agricultural and mining prices such as pepper, rubber, oil palm, Sweet Potassium, tin and others, but the people are very enthusiastic about welcoming the festivity of independence day. This can be seen from the emergence of scenes in every corner of the area from hamlets, villages to cities with the raising of red and white flags, colorful banners, banners, traditional competitions to all entertainment for Indonesia.

Gratitude is a Muslim's obligation to Allah, for all the blessings He has given, "If the inhabitants of a country believe and fear, surely We will bestow upon them blessings from heaven and earth, but if they deny (Our verses), then We torture them because of their actions. " (Surat Al Araaf-96). We who are given the mandate to organize this country must also be thankful, all of which is done because we remember God who has given human pleasure. Therefore let us commemorate the 73rd independence of the Republic of Indonesia by extending gratitude to Allah SWT.

The long struggle of the predecessors of this nation is the bane note of the Muslims, fighting sabilillah against the invaders, under the shout of their takbir against the kuffar, under the banner of laa ilaaha illa Allah they sacrificed soul and body, many of them became martyrs'. So that Allah Almighty gave a blessing to this nation. The majority of Muslims in this country should have fulfilled their independence as well as possible. Thanking sovereignty with development and unity. This is a proof of appreciation to the predecessors of this nation, at the same time that Allah Almighty is adding to his blessings to this nation.

Allah Almighty has given direction to this nation how it should fill independence and be grateful for the pleasure of leadership. Allah Almighty said in the letter of Al-Hajj verse 41: "(ie) those who if we affirm their position on the face of the earth they will inevitably establish prayers, perform zakat, ask to do ma'ufuf and prevent from misconduct; and to God is all affairs returned. "a form of independence from colonialism.

C. Appreciate your hero, love your country

The struggle that has been given by the fighters of freedom in achieving independence must of course be rewarded with infinite gratitude. This was not only conveyed at a friendly meeting with independence pioneers, veterans, widows of heroes, wredhatama, warakawuri and generation 45, but every time there was a chance. There are wise words "A great nation is a nation that values ​​the services of its heroes" this means that we can all be present in this beloved country because their selfless role sacrifices their wealth and soul for a beloved Indonesia, so that young people should be able to appreciate hero while loving the NKRI.

D. Meaning of independence of Bangka people

Independence for the people of Bangka also means the ability for the community to use natural resources owned by their own regions for prosperity, people's welfare and also control over natural resources properly. Likewise, the opportunity to enjoy the meaning of independence for human resources in this country. The history of civilization and the struggle for national independence up to the division of the area of ​​South Sumatra Province and Bangka Belitung is a representation of the persistence of "Urang Babel" recorded in the oral and written history of the struggle. The attitude of tolerance towards ethnic and external cultures is maintained well so that acculturation runs smoothly without any problems which are said to be mini Indonesia. The emergence of leaders at the district / city level in Bangka Belitung began to express optimism, appreciation for achievement and quality of work, opportunities for local people to compete in getting higher education scholarships, opening employment opportunities, positions and so on. Young intellectuals grow up with great dedication to boost the quality of this nation as a bright spot that relieves, balances the problems of inequality.

The phrase "not kawa nyusah" is often spoken from the sweet lips of the majority of the people of Bangka, which means "do not want to be difficult". This expression is stated in every statement when you want to do something you don't want to do. The concept of speech in this language is internalized in every conversation when talking between fellow citizens.

It is interesting to argue if we take sympathy to the habits of the Bangka people in their life activities. Many people from outside the island of Bangka still consider that it is not so bad that their lifestyle is precisely people who are diligent and tough and smart in managing their lives, seen in the habits of young people to the old in the past work hard, early in the morning wake up and go to the garden / fields, rivers, seas, mines for farming, fishing, balancing, and work that is felt as hard work, then go home at dusk. Life every day that goes through is so hard with all the struggles to live and fulfill life's needs. Not only as a worker in the field of agricultural and mining economics, so also other fields of society are considered resilient, resilient, uplifting, and upholding solidarity among others, reflected in the slogan of each region reflected in the Regency / City symbol.

Not only as hardworking workers in the fields of agricultural, fisheries and mining economics and so on, so also other fields of society are considered resilient, resilient, uplifting, and upholding solidarity among others to cooperate. At the time of the emergence of the reforms which were tightly packed with conflicts between ethnicities, robberies, arson, sexual harassment in other regions, Bangka Island was safe and peaceful, because there were words that were not difficult, this was the advantage of negative claims and no human and casualties. . Bangka Island, a particular ethnic evacuation / refugee place started a new life in a singular and diverse manner without any discrimination against the citizens of the conflict victims. The emergence of leaders at the district / city level in Bangka began to express optimism.

The character of the Bangka Malays is kind, loving, friendly, not rude, sociable, helpful. the characteristic of Bangka Malays who want to help their fellow human beings, is an attraction for everyone to accept the presence of Bangka Malays.

E. Excitement of the celebration of independence

Even though it was very simple and under the hot sun, but the Agustusan race in the race activities ran optimally, there were donors who contributed both donating funds, single organisms, consumption, clothing, gifts and so on so that the competition was quite interesting and lively inviting residents to come witness competition held. The enthusiasm of the present residents participated and watched the joy of the competition especially many children. Participants who take part in the race can follow sportively, losing wins is not the main goal but the most important hospitality.

The Independence Day of the Republic of Indonesia similar activities can be held every year and the preparation for implementation can be even better. Line marches march, ornamental vehicles and carnivals are also held in various places with the route determined by the committee. There are those who really intend to watch, some are also selling drinks and snacks while there are also those who are selling drinks and snacks. Their merchandise seems to be selling well because the weather is very hot, reaching 32 degrees Celsius is not an obstacle but the extraordinary spirit of Indonesia seems to emerge from the conscience of every Indonesian citizen who loves spilling his blood.

The performances of the parade participants were very diverse and interesting. There are groups that feature drum bands, some are pure lines. But they provide variety in every appearance, such as the uniqueness of costumes and attractions. In this parade, lines can be modified in various ways. Among the ways of respect that are preceded by their own style of creation imitating the star. But the respect shown was polite. This unique appearance attracts the attention of the people watching. People's entertainment is also displayed at night without any incidents as usual, indicating the privilege of celebrating Indonesian Independence Day joyfully leaving differences and misunderstandings.

The security apparatus appreciated the independence celebration activities happily despite remaining vigilant. According to him, in three days there was as much agenda as it was a fairly large festival. The Seconds of the Proclamation The 73rd Indonesian Anniversary took place solemnly, orderly and smoothly in various places.

With the theme "Our Work of National Achievement", the implementation of the seconds of the Proclamation of Independence of the Republic of Indonesia carried out simultaneously with the Red and White flag raising ceremony took place at the Governor's Office of the Bangka Belitung Islands, Pangkalpinang Mayor Office and 5 Regencies on Friday on August 17, 2018.

Not only did the people participate in celebrating independence, but all the OPDs and verticals in Bangka Belitung also supported with all their movements and special characteristics to enliven this moment very sincerely. This is the love of the motherland amidst the excitement of all the joys of all the words of one beloved Indonesia, there is no discrimination found by writers in the field in this celebration, although soon the 2019 presidential election is near differences there may be an adhesive to true diversity.

Reference:

http://www.dakwatuna.com/2007/08/20/223/mensyukuri-nikmat-kemerdekaan/#i...

Penulis: 
Rachmat Bahmim Safiri, SH., M.Si - WI Madya BKPSDMD
Sumber: 
BKPSDMD

Artikel

18/07/2017 | Abdul Sani, S.Pd.I - Widyaiswara Muda pada BKPSDMD Babel
07/11/2018 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD
20/11/2017 | Syanti Gultom, A.Md - Dinas Koperasi, UKM
31/08/2018 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD
13/12/2017 | Jimmy Arief Saud Parsaoran, S.T. - Prakom Pertama BKPSDMD