25 Guru SMK Belitung Ikuti Diklat Asesor BNSP

BKD BABEL - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk SMKN1 Tanjungpandan sebagai sekolah SMK rujukan yang ada di Kabupaten Belitung, dengan indikator kinerja salah satunya adalah harus memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1). 

Melalui program bantuan Tempat Uji Kompetensi agar pendirian LSP-P1 ini terwujud, maka diadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Sertifikasi Asesor Kompetensi yang dilaksanakan selama 5 hari yang diikuti sebanyak 25 peserta terdiri dari 9 perwakilan SMKN1 Tanjungpandan, 5 perwakilan SMKN2 Tanjungpandan, 3 perwakilan SMKN3 Tanjungpandan, 1 perwakilan SMKN1 Selat Nasik, 5 perwakilan SMKN1 Badau dan 2 perwakilan SMK Yaperbel Tanjungpandan.

Kegiatan yang berlangsung di SMKN1 Tanjungpandan Jalan Jend. Sudirman KM 7 Perawas tersebut, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Drs. M. Soleh, MM, dengan menghadirkan narasumber dengan narasumber dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Turut hadir dalam acara pembukaan kegiatan tersebut, Mahadir Basti, SH Ketua KADIN Kabupaten Belitung, dan peserta pelatihan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Drs. M. Soleh, MM mengatakan, dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia, maka diharapkan dapat  menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan (link and match),  meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan SMK dengan sertifikasi profesi, sehingga akses  sertifikasi  lulusan SMK dan akreditasi SMK dapat terwujud,” papar Soleh.

Ditambahkan M. Soleh, SDM yang kompeten merupakan landasan agar semua pihak siap menghadapi era masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Ketersediaan akan tenaga asesor saat ini, masih belum memadai. Tentunya melalui program pelatihan ini, diharapkan dapat mendukung kerangka kerja yang dikembangkan oleh BNSP sebagai upaya menyiapkan SDM yang kompeten, professional dan memiliki daya saing tinggi dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja di dalam dan di luar negeri,” jelas Soleh.

Di tempat yang sama Drs. Erli Pranajaya selaku Kepala SMKN1 Tanjungpandan mengungkapkan, dalam pelaksanaan pembelajaran kedepan perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak. Untuk itu, kata dia, perlu dibentuk forum penyelarasan pendidikan dunia usaha dunia industri yang disingkat Forum Dikdudi yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah.

Sumber: 
BKPSDMD
Penulis: 
wy/fd/BKD Babel
Bidang Informasi: 
BKPSDMD